Annisa Aji Anggoro, mahasiswi Program Studi Ilmu Perpustakaan Fikom, terpilih sebagai delegasi  Universitas Padjadjaran, dalam konferensi London International Model United Nations (LIMUN) yang diselenggarakan pada bulan Februari 2019. LIMUN merupakan simulasi sidang PBB terbesar di Eropa yang Acara yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 22 sampai 24 Februari 2019, di Central Hall Westminster dan Imperial King’s College, London, United Kingdom, ini diikuti lebih dari 1500 delegasi dari seluruh dunia.

Ini merupakan kali keenam Universitas Padjadjaran mengirimkan delegasinya untuk mengikuti ajang ini. Setiap delegasi yang hadir akan merepresentasikan suatu negara dalam sebuah komite/council. Tujuannya untuk membangun pemahaman mengenai tantangan dan tata kelola global menurut para pemuda yang melintasi batas budaya dan kebangsaan.

Delegas LIMUN dari Unpad di KBRI London

Annis, begitu dia biasa dipanggil, memiliki ketertarik dengan Model United Nation (MUN) sejak dulu, hal inilah yang kemudian membuatnya mendaftar untuk mengikuti seleksi sebagai delegasi. Untuk dapat terpilih, Annis, melewati tiga tahapan seleksi, yaitu document submission, interview, dan mini simulation.  Setelah lolos, Annis harus melewati pelatihan berupa pengetahuan terkait tata kelola global selama beberapa bulan. Selain itu, persiapan administratif juga harus dilakukan dengan mencari sponsor dan mengurus registrasi serta akomodasi peserta. Semua persiapan tersebut dilakukan Annis bersama dengan delegasi Unpad lainnya.Setelah proses yang panjang, mahasiswi angkatan 2017 ini akhirnya bisa berangkat ke London untuk mewujudkan mimpinya.

Selain hadir sebagai delegasi dalam konferensi London International Model United Nations (LIMUN), Annis dan delegasi Indonesia lainnya, mengunjungi Oxford University, kampus terbaik di dunia menurut Times Higher Education World University Ranking 2019. “Di sana pun suasananya benar-benar kota pelajar. (Aku) Dapat banyak insight di sana, meskipun enggak ada tour guide yang guide kita disana,” cerita Annis. Selain itu, mereka juga berkesempatan berkunjung ke KBRI Inggris di London untuk diskusi dan sharing dengan diplomat-diplomat yang bekerja di sana. Annis mengaku bahwa para diplomat sangat terbuka dan banyak bercerita mengenai berbagai hal seputar pengalaman sebagai diplomat.

Selama berada di London, banyak pengalaman menarik yang ia alami, termasuk juga pengalaman yang kurang menyenangkan, seperti diskriminasi. Pada saat Annis dan teman-temannya sedang berbincang di stasiun, ada salah satu warga yang tiba-tiba berkata, “ladies, this is Europe(an) land, not Asian.

LIMUN bukan merupakan pengalaman pertama Annis tentang MUN. Sebelumnya, Annis memang sudah beberapa kali mengikuti acara serupa, seperti Padmun 2018 (representasi Czech Republic di UNSC) dan pernah dua kali mengikuti ASEAN Model Simulation di Provinsi Banten. Annis senang mengikuti organisasi yang bergerak di bidang international relations dan wadah-wadah mahasiswa berpendapat,seperti AIESEC dan English Speaking Union (ESU) Unpad. Annis pribadi juga bercita-cita untuk menjadi criminal agency atau bergabung dengan UNSC, karena ia ingin mengatur perubahan terutama yang berfokus di kriminalitas dan perdamaian.

Menurut Annis, hubungan internasional itu sangat penting dalam perubahan dunia. Mengingat peran generasi muda sangat besar dalam perubahan, jadi sudah menjadi tugas mahasiswa sebagai agent of change untuk ikut ambil bagian dalam meningkatkan kerjasama internasional. Dengan kegiatan ini, generasi muda dapat memperluas relasi dengan negara yang memiliki latar belakang berbeda, sehingga bisa saling bertukar pikiran dan sudut pandang baru dalam menyelesaikan suatu permasalahan atau isu.

Annis mengaku bahwa salah satu isu yang ia sangat khawatirkan, yaitu mengenai keterbatasan bersuara bagi kaum minoritas atau kaum yang dianggap ‘berbeda’. Menurutnya, terkadang masih ada beberapa negara yang memberikan limitasi untuk kaum tertentu, padahal mereka memiliki hak untuk menerima hak bersuara yang sama.

Delegasi Indonesia untuk LIMUN
(Unpad, Undip dan UII)

Bagi para mahasiswa yang juga ingin merasakan pengalaman seperti Annis, jangan khawatir. “Kalau memang sudah punya tekad menekuninya, semuanya bakal mudah ngejalaninnya karena kita udah tahu step-step apa saja yang harus kita lalui,” kata Annis. “Yang pasti buletin (bulatkan) niat dulu supaya kalau menemukan obstacles bisa tetep dihadapi dan ingat tujuannya sejak awal.” Annis berpesan agar kita selalu menekuni tekad kita dan jangan malu untuk bertanya dan minta pendapat serta ilmunya ke teman-teman yang memang sudah berpengalaman lebih di MUN. Selain itu, jangan lupa rajin membaca berita untuk membiasakan diri dengan menghadapi isu-isu internasional, dan mengasah kita untuk menjadi solution oriented dalam menghadapi suatu isu. (GC)