Profil dosen bulan September 2019 ini sangat spesial, karena pada tanggal 18 September Fikom Unpad merayakan hari jadinya ke-59. Kami menghadirkan orang nomor satu di fakultas ini yaitu Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si. Ditengah-tengah kesibukan beliau sebagai dekan, Ketua ISKI, dan hobi bersepedanya kami berhasil mewawancarai beliau di Gedung Dekanat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Jatinangor.

Pak Dadang, begitu beliau biasa disapa, telah mengabdi di Fikom selama 24 tahun, kariernya sebagai dosen dimulai di tahun 1994 di jurusan Jurnalistik (sekarang Program Studi Jurnalistik). Tercatat beliau pernah menjabat sebagai Ketua Prodi Jurnalistik, Pembantu Dekan III dan saat ini beliau menjabat sebagai menjadi Dekan Fikom Unpad.

Kesibukan beliau tidak hanya sampai disitu, beliau sempat menjadi anggota satuan pengawas internal unpad dan berkecimpung di Komisi Penyiaran Indonesia. Tahun 2004-2010, beliau terpilih menjadi Ketua KPID Jawa Barat dan Ketua KPI Pusat tahun 2010-2012. Hingga kini, beliau kerap diundang sebagai narasumber dalam acara talkshow di radio ataupun stasiun televisi, terutama yang topiknya sejalan dengan kompetensi beliau dibidang hukum dan penyiaran.

Penyuka olahraga sepeda ini, menyadari betul bahwa perkembangan dunia komunikasi hari ini sangat berkaitan dengan teknologi informasi yang terus berkembang pula. Karena itu mulai banyak orang melihat ilmu komunikasi menjadi ilmu utama. Karena pada intinya adalah how to communicate apa yang sedang diusahakan. Seperti dari sektor bisnis, politik bahkan sosial. Melalui Fikom Unpad, Dr. Dadang Rahmat Hidayat berharap dapat memberi kontribusi terhadap permasalahan komunikasi di masyarakat.

Ketika ditanya tanggapan beliau terkait perkembangan pendidikan komunikasi, beliau berpendapat bahwa pendidikan saat ini haruslah menuju tahap dimana mahasiswa menjadi pusat pembelajaran. Bukan pembelajaran konservatif, seperti mahasiswanya hanya mendengarkan pengajar. Inovasi juga diharapkan muncul dalam model pembelajaran. Hingga mencapai mahasiswa yang aktif, tidak dalam posisi menunggu agar mahasiswa juga dapat menjadi pemain utama dalam proses pembelajaran. Fikom harus menjadi fasilitator untuk memastikan bahwa mahasiswanya berada di tempat yang sesuai untuk mencapai keinginannya.

Setiap tahunnya program-program studi di Fikom Unpad masih mempunyai peminat yang besar, pada SBMPTN tahun 2019 Prodi Ilmu Komunikasi masuk kedalam 5 prodi dengan peminat tertinggi bidang Sosio Humaniora di Unpad. Tapi Fikom tetap mengedepankan kualitas dibandingkan dengan kuantitas. Dengan mengatur jumlah mahasiswa yang diterima dan mendorong lulusan tepat waktu, maka rasio dosen dan mahasiswa setiap tahunnya semakin baik. Jika tahun 2016 dengan rasio 1:33, tahun 2017 rasio 1:31, tahun 2018 dan sekarang masih dengan rasio 1:29, seraya menambah prosentase mahasiswa program magister dan doktor secara proporsional untuk mendukung Unpad menjadi Research University. Rata lulusan tepat waktu dalam 2 tahun terakhir sekitar 50% dan rata-rata IPK lulusan yang terius meningkat dalam 2 tahun terakhir, saat ini rata-rata IPK lulusan adalah 3,54.

Prestasi mahasiswa Fikom juga tidak main-main dari akhir tahun 2018 dan selama tahun 2019 ini beberapa mahasiswa Fikom telah menorehkan berbagai prestasi, tercatat sebanyak 44 medali nasional dan internasional maupun penghargaan lainnya di berbagai bidang baik akademik, olahraga maupun ajang profesi yang relevan dengan penguatan portofolio mahasiswa nantinya.

Tidak kalah dengan mahasiswa, prestasi dosen-dosen Fikom juga cukup gemilang. Hal ini ditunjukan melalui berbagai skema penelitian yang meningkat, output riset dalam bentuk buku, seminar/prosiding, book chapter dan jurnal terakreditasi dan bereputasi meningkat. Berdasarkan data, dalam 3 tahun terakhir artikel para dosen dan mahasiswa meningkat signifikan, pada jurnal terideks scopus pada tahun 2016 tercatat 7 artikel, tahun 2017 tercatat 8 artikel, tahun 2018 tercatat 59 artikel dan sampai bulan September 2019 ini tercatat 66 artikel. Tentu hasil riset ini sebagai output harus dilanjutkan menjadi outcome dan benefit atau kemasalahatan bagi manusia dan kemanusiaan.

Dengan sumberdaya yang ada, Fikom Unpad tentu harus memiliki kontribusi pada masyarakat. “Adalah bagaimana kita bisa melakukan inovasi terhadap proses pembelajaran yang output-nya tak hanya menjadi mahasiswa yang cerdas tapi juga manfaatnya harus lebih dari itu, mahasiswa harus dapat memberikan kemaslahatan kepada masyarakat. Dan semoga itu tidak menjadikan kita terjebak dalam pengharagaan-pengahragaan atau sesuatu yang bersifat pengakuan.”

Harapan kedepan Fikom dapat menjadi pusat unggulan pembelajaran dan riset komunikasi dan ini harus diusahakan bersama oleh semua keluarga Fikom Unpad. “Kita harus menjadi lembaga yang mampu berakselerasi dengan berbagai hal yang terjadi di luar. Kita tidak diam terhadap perkembangan yang ada, tidak sibuk sendiri dalam kampus padahal banyak yang membutuhkan kita. Kita perkuat relasi kita. Kita tidak harus jadi pesaing tapi harus menjadi mitra dalam menyelesaikan berbagai masalah komunikasi yang berkembang dalam masyarakat di nusantara bahkan global.” (RD)