[Jatinangor, 18/09/2019] Mengusung tema Komunikasi untuk Harmoni Negeri, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran di usianya yang ke-59 tahun semakin menyadari perannya untuk Indonesia. Di Ruang Auditorium Gedung Pascasarjana Fikom Unpad hadir segenap pimpinan, civitas academica, tenaga kependidikan, alumni dan tamu undangan untuk memperingati Dies Natalis Fikom Unpad ke-59. Turut hadir Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik Unpad Aulia Iskandarsyah, M.Psi., M.Sc., PhD., Ketua KPID Jawa Barat Dr. Dedeh Fardiah, M.Si dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Jawa Barat.
Menjadi kewajiban moral bagi Fikom Unpad sebagai lembaga pendidikan untuk menghasilkan SDM komunikasi yang memiliki komitmen “to make communication better” dalam konteks keberlanjutan, harmoni sosial dan kemanusiaan. Dalam pidatonya Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.H., S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa hingga kini program studi di Fikom Unpad masih mempunyai peminat yang besar. Hal ini menjadi tantangan bagi Fikom Unpad untuk tetap mencari berbagai inovasi di bidang pembelajaran, riset, dan pengabdian masyarakat.
Terkait dengan tema Dies Fikom Unpad, Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik Universiras Padjadjaran Aulia Iskandarsyah, M.Psi., M.Sc., PhD. menyampaikan, “Komunikasi tidak hanya bisa menciptakan harmoni, tapi juga bisa menghancurkan harmoni.” Hal ini terkait dengan keberadaan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih dan penggunaannya yang semakin massif belum sejalan dengan pendidikan literasi masyarakat. Tantangan inilah yang harus dijawab oleh Fikom Unpad sebagai salah satu lembaga pendidikan komunikasi terbaik di Indonesia.

“SDM Komunikasi Unggul, Indonesia Maju dan Harmoni”

Orasi ilmiah pada peringatan Dies Natalis Fikom yang ke-59 disampaikan oleh Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Dr. Jenny Ratna Suminar, M.Si. Dalam paparan orasi ilmiahnya, Dr. Jenny mengemukakan bahwa SDM komunikasi yang unggul akan menjadi modal bagi kemajuan dan keharmonisan bangsa Indonesia.
Beliau juga mengutip riset dari World Economic Forum terkait rekrutmen dalam dunia kerja, hasilnya memperlihatkan sepuluh kemampuan yang menjadi pedoman dalam bersaing pada tahun 2020 sebagai puncak revolusi industri 4.0. Riset ini juga memberikan arahan terkait sepuluh kemampuan yang akan berguna dalam mengarungi industri yang terus mengalami disrupsi dan perubahan signifikan. Sepuluh kemampuan tersebut adalah complex problem solving, critical thinking, creativity, people management, coordinating with others, emotional intelligence, judgement and decision making, service orientation, negotiation, dan cognitive flexibility (Gray, 2016). Sepuluh kemampuan ini adalah peran vital manusia, yang setidaknya sampai dengan saat ini, tidak dapat digantikan oleh mesin dan kecerdasan buatan.

Sejalan dengan hal tersebut, Indonesia juga akan menyambut bonus demografi di tahun 2045. maksudnya pada tahun tersebut, 70% dari jumlah penduduk Indonesia berada pada usia produktif (15-64 tahun). Mereka ini lah yang kemudian akan menjadi pemimpin yang akan menentukan arah kemajuan bangsa. Mengingat pentingnya hal tersebut, semua pihak harus ikut andil untuk menyiapkan generasi penerus, terutama pemerintah. Negara melalui lembaga-lembaga pendidikan harus hadir dan berinvestasi dalam pembangunan sumber daya manusia. Sehingga generasi muda yang dihasilkan tidak hanya memiliki keunggulan kompetitif dibidangnya masing-masing, tapi juga memiliki semangat kolaboratif, serta sensitifitas pada isu-isu sosial dan lingkungan untuk menciptakan harmonisasi dengan manusia dan alam.

 

Rangkaian Acara Dies Natalis

 Rangkaian acara Dies Natalis ke-59 ini dimulai dengan kegiatan Outbond yang diikuti dosen dan tenaga kependidikan di daerah Pajugjugan, Tanjung Sari Kabupaten Sumedang tanggal 13-14 September 2019. Dan Orasi Ilmiah pada 18 September 2019. Dr. Hadi Suprapto Arifin, MSi ketua panitia Dies Fikom ke-59 sengaja merancang kegiatan ini untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan di keluarga besar Fikom Unpad. Menurut beliau dalam sambutannya, “Kegiatan semacam ini tercatat pernah dilakukan sekitar 10 tahun yang lalu, jadi tidak ada salahnya jika kita kembali mengadakan acara seru-seruan antara dosen dan tenaga kependidikan.”
Acara outbond di Pajugjugan dimeriahkan dengan lomba olahraga tradisional, pentas seni ‘Fikom Idol’, dan jalan santai. Keluar sebagai Juara Umum mendapatkan Piala bergilir Dekan Fikom Unpad adalah Program Studi Ilmu Komunikasi.

 

Pada puncak acara Dies Natalis Fikom Unpad ke-59 juga dlaksanakan penandatangan kerjasama dibidang penelitian dan peningkatan keilmuan Jurnalis antara Fikom Unpad dengan Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Jawa Barat. Pada kesempatan itu pula diberikan piagam penghargaan kepada Mahasiswa-mahaiswi, tenaga kependidikan, dan dosen Fikom Unpad yang berprestasi. Penghargaan juga diberikan kepada Dosen dan Tenaga kependidikan yang Purnabakti tahun ini yaitu, Drs. Agung Budiono, M.Si, Dr. Lukiati Komala Erdinaya, M.Si, Neneng Juarsih, BA., dan Dedi Sudarya. Acara yang juga ditunggu-ditunggu adalah penyerah hadiah utama Doorprize Dies Fikom Unpad ke-59 berupa satu buah televisi dan dua unit sepeda pun diberikan di akhir acara kepada tenaga kependidikan yang beruntung.
Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksankan untuk menjadikan Fikom Unpad Harmoni untuk Negeri.
Salam Komunikasi!
Harmoni!