LOLOS DIDANAI KBMI, MAHASISWA UNPAD KEMBANGKAN PLATFORM EDUKASI SEBAGAI SOLUSI ATASI MASALAH PENDIDIKAN INDONESIA 

 

Memasuki fase remaja ke dewasa sering kali dibingungkan oleh berbagai macam pilihan. Fase tersebut dinamai dengan quarter life crisis yang sering melanda kaum milenial. Pada fase tersebut sering terasa rasa gundah dan kegelisahan yang menyelimuti diri karena dihadapkan oleh berbagai pilihan, sebagaimana pilihan universitas, jurusan hingga karier.

Maka dari itu tidak sering langkah yang dipilih dan keputusan yang diambil, seringkali tidak sesuai dengan harapan dan potensi diri. Hingga akhirnya muncul masalah seperti salah memilih jurusan saat kuliah, demotivasi hingga depresi karena tidak bisa melalui fase ini. Berdasarkan penelitian Indonesia Career Center Network (ICCN) tahun 2017, diketahui sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia mengaku salah jurusan.

Latar Belakang


Tim Knowlej.id (Muhammad Ihsan, Retta Farah Pramesti, Ricky Ramdhan Darmawan, Intan Pratiwi dan Moch Rizqi Hijriah) Foto: Muhammad Ihsan
Terdapat beberapa faktor yang diantaranya mempengaruhi seseorang salah memilih jurusan, diantaranya ialah faktor dorongan orang tua, mengikuti teman dan dianggap mudah untuk mendapatkan pekerjaan. Melihat masalah tersebut lima mahasiswa Universitas Padjadjaran, yaitu Muhammad Ihsan (FIKOM), Retta Farah Pramesti (FEB), Ricky Ramdhan Darmawan (FIKOM), Intan Pratiwi (FMIPA) dan Moch Rizqi Hijriah (FIKOM) membentuk platform edukasi untuk pelajar Indonesia dalam bentuk media sosial dan website guna membantu para milenial menggali informasi tentang dunia perkuliahan.

Selain persoalan mengenai salah jurusan, Knowlej.id pun dilatar belakangi dengan banyaknya siswa yang takut melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dikarenakan masalah biaya. Dilansir dari Nasional.Tempo.co, Sekretari Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ainun Naim hanya 30 persen pelajar di Indonesia yang dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Dalam jurnal ilmiah berjudul Faktor-Faktor Penyebab Anak Tidak Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi karya Dwi Pujianto Dkk. yang diterbitkan oleh FKIP Universitas Tanjungpura disebutkan bahwa salah satu faktornya ialah pendapatan keluarga yang memilki presentase hingga 78,77 persen.


Logo Knowlej.id
Platform edukasi tersebut bernama Knowlej.id yang memiliki arti ilmu pengetahuan. Menurut salah satu tim Knowlej.id, Retta Farah Pramesti dibentuknya Knowlej.id karena melihat banyak sekali generasi muda di Indonesia yang salah memilih jurusan kuliah. Ia mengatakan bahwa presentase salah memilih jurusan hingga 87 persen. Oleh dari itu menurutnya, pada saat ini Knowlej.id sedang berusaha memfasilitasi generasi muda yang hendak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dengan informasi dan motivasi yang bersifat edukatif.

Selain mencoba untuk berdedikasi dan memberi manfaat, Retta memandang hal ini sebagai sebuah peluang yang dapat dijadikan celah untuk mengembangkan jiwa sociopreneurship. Selain dari itu ditambahkan oleh ketua tim Knowlej.id, Muhammad Ihsan yang kini sedang menemupuh kuliah di program studi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM), Universitas Padjadjaran mengatakan bahwa Knowlej.id merupakan cikal bakal dari media sosial Masuk Unpad.

Menurut Ihsan, media sosial Masuk Unpad yang telah ia kelola dari tahun 2016 ini hanya berfokus pada sasaran siswa yang berminat masuk Unpad. Adapun Knowlej.id sendiri merupakan media sosial lain yang lingkupnya lebih luas dan tidak hanya berbentuk sebagai media sosial, namun juga sering kali mengadakan kegiatan try-out dan motivasi. Selain dari itu, tidak hanya menyediakan informasi mengenai seluk-beluk kampus, try-out online maupun offline, Knowlej.id pun melihat peluang pasar lain dengan menjual beberapa cenderamata kampus dan buku persiapan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Setelah dua tahun berjalan Knowlej.id telah banyak mengadakan kegiatan-kegiatan besar sebagaimana try out SBMPTN Supertos yang diikuti oleh total 1000 orang dalam waktu dua tahun. Siswa SMA Negeri 112 Jakarta, Raden Ayu Dian mengatakan dengan tryout Supertos dapat mengukur kemampuan mengisi soalnya sampai mana. “Sangat informatif dan seru banget. Soal-soalnya juga lumayan susah jadinya bisa berkaca agar dapat mempersiapkan kemampuan untuk UTBK nanti,” kata Dian saat dimintai testimoni mengenai tryout Supertos.

Adapun menurut Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Ilham Gemiharto mengatakan: “Knowlej.id adalah situs yang bermanfaat bagi mahasiswa dan calon mahasiswa dan pihak terkait lainnya yang membutuhkan berbagai informasi seputar persiapan menghadapi seleksi masuk ke perguruan tinggi, berbagi informasi seputar perkuliahan, serta banyak informasi pendukung lainnya. Bahkan ada fitur tes minat dan bakat yang dapat digunakan untuk acuan memilih prodi yang tepat bagi calon mahasiswa.”

Menurut Ilham, jika dioptimalkan fasilitasnya serta selalu diperbaharui data dan informasinya, akan memberi banyak manfaat bagi dunia pendidikan. Ilham menambahkan bahwa Knowlej.id ini merupakan sebuah ide yang menarik dan inovatif.  Adapun pada saat ini menurutnya informasi dan fitur yang disediakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan zaman sekarang.

Selain dari itu Knowlej.id selalu disertakan dalam lomba-lomba kewirausahaan, yang mana pada saat ini Knowlej.id dinyatakan lolos didanai dalam Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Knowlej.id mendapatkan suntikan dana sebesar 10 juta sebagai modal pengembangan usahanya.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad, Retta Pramesti yang merupakan Chief Financial Officer (CFO) Knowlej.id, Retta Farah Pramesti mengatakan bahwa pada saat ini ada beberapa hal dasar yang sedang dikembangkan. Diantaranya Retta menyebut tentang 4M (Man, Money, Machine dan Method). Menurutnya setiap bidang sedang dilakukan pengembangan baik itu diikutkan dalam pelatihan maupun seminar, di mana ilmu yang telah diraih dapat diaplikasikan langsung untuk meningkatkan Knowlej.id.

“Unsur-unsur dalam manajemen kita perbaharui dan dimatangkan, sebagaimana dalam hal manusianya. Sumber dayanya kita lebih ke Skilling-Up, misalnya Aku bagian keuangan maka akan diikutsertakan dalam pelatihan keuangan. Lalu misal marketing diikutkan juga dalam bidang marketing. Semuanya itu sama-sama Skilling-Up dan diintergrasikan, lalu bisa saja kita juga menambah pegawai,” ujar Retta saat diwawancarai di Selasar Masjid Al-Jihad, Unpad Kampus Dipatiukur Bandung pada Sabtu (10/8) siang.

Fitur yang ditawarkan

Menurutnya alokasi dana pengembangan usaha KBMI yang didapat akan dipergunakan sebaik mungkin dengan perencanaan program kerja yang telah disusun. Selain itu pada saat ini Knowlej.id sedang mengembangkan beberapa fitur unggulannya seperti, Know Story, Know Interest, Know Media, Know Shop dan Know Event. Namun pada saat ini Know Interest yang difungsikan untuk mengetahui minat dan bakat seseorang belum menjadi fokus pengembangan dikarenakan terdapat fitur lain yang dinilai perlu terlebih dahulu untuk diunggulkan.

Sebagaimana Know Story yang merupakan wadah bercerita dan berbagi inspirasi serta motivasi langsung dari audiens Knowlej.id sendiri. Fitur ini merupakan penerapan dari User Generated Content yang mana audiens dapat berinteraksi secara aktif dengan menyumbangkan tulisannya ke Knowlej.id. Adapun Know Shop berfokus pada penjualan merchandise dan Know Event sebagai wadah untuk menampung informasi terkait acara-acara kampus maupun acara lain yang bersifat edukatif.

Langkah yang dilakukan

Dengan strategi pasar dengan kebutuhan khusus (niche market) yang disasar oleh Knowlej.id, menjadi tantangan sendiri agar dapat terus berinovasi dengan menerapkan teknik amati, tiru, modifikasi (ATM). Selain dari itu Chief Excecutive Officer (CEO) Knowlej.id, Muhammad Ihsan mengatakan pada saat ini Ia dan tim sedang banyak berkonsultasi dengan banyak ahli dalam bidang bisnis. Ihsan memiliki harapan jangka panjang, bahwa Knowlej.id ini tidak sekadar menjadi media sosial juga namun dapat pula menjadi lembaga riset dan pendidikan tinggi yang dapat memberi manfaat pada masyarakat.

“Awalnya kan kita menjadi media ya, ingin kedepannya bakal ada risetnya kaya Knowlej University. Jadi awalnya kaya bimbel kecil-kecilan, STMIK, dan menjadi Universitas. Jadi ingin ada risetnya, ada sekolahnya karena kita kan bergerak dalam bidang pendidikan,” pungkas Ihsan.