Kamis, 10 Oktober 2019, Aula Moestopo Fikom Unpad Kampus Jatinangor dipenuhi mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat, Jurnalistik dan Program Studi Magister Fikom Unpad. Para mahasiswa ini menghadiri bedah buku Media Relations di Balik Layar: Praktik, Tips, dan Teori karya Dr. Riniwaty Makmur, M.M., M.Si. Hadir sebagai pembahas dalam bedah buku ini Anwar Sani, S.Sos., M.I.Kom., dosen pengampu mata kuliah Media Relations dan Hadi Kuswoyo, S.Sos., praktisi public relations dari Star Energy Company.

Acara bedah buku yang dipandu oleh Retasari Dewi, M.I.Kom., ini dibuka oleh pemaparan Dr. Riniwaty mengenai poin-poin penting dalam bukunya. Buku yang dirilis pada September 2019 ini merupakan refleksi dari pengalaman yang didapatkan selama 25 tahun berkarir di dunia komunikasi. Dalam buku ini diceritakan bahwa membangun hubungan media di Indonesia tidak sama dengan di negara lain, hal ini dipengaruhi dengan kultur budaya orang Indonesia yang high contact. Ada tiga ciri media relations ala Indonesia yang dijelaskan dalam buku ini, yaitu berorientasi pada hubungan interpersonal, melibatkan pemberian hadiah dan diwarnai kehadiran wartawan tanpa surat kabar. Walau demikian, hubungan antara praktisi PR dan jurnalis itu ibarat hubungan cinta dan benci, saling membutuhkan tapi berbeda tujuan.

Dalam kesempatan ini hadir pula dosen pengampu mata kuliah Media Relations dari Prodi Hubungan Masyarakat Anwar Sani, S.Sos., M.I.Kom yang berbagi pengalamannya dalam mengajar mata kuliah media relations. Di sela pemaparannya ia mengaku senang dan mengapresiasi karena telah menemukan buku yang memberikan gambaran mengenai dunia media relations dari perspektif jurnalis. Ia pun menyampaikan bahwa kebanyakan referensi buku media relations hanya membahas tools yang digunakan public relations tanpa memahami selera media.

Selain perspektif akademisi, bedah buku kali ini juga mengundang praktisi public relations yang amat familiar dengan kegiatan media relations, Hadi Kuswoyo, S.Sos. Alumni Program Studi Manajemen Komunikasi Fikom Unpad ini pernah menjadi jurnalis di media nasional, Corporate Communication Dompet Dhuafa, Public Relations di Indonesian Red Cross, dan kini menjabat sebagai Communications Coordinator di Star Energy Geothermal. Berdasarkan pengalamannya di lapangan sebagai jurnalis maupun praktisi public relations, Kang Hadi berpesan kepada mahasiswa, ilmu komunikasi adalah ilmu yang cair jadi sebisa mungkin jangan mengkotak-kotakan diri kita saat di kampus. Jurnalis juga bisa jadi PR dan lulusan PR bisa jadi Jurnalis. Bangun jaringan, berteman dengan teman-teman dari prodi lain, ikut organisasi, karena hal tersebut sangat membantu kinerja kita sebagai public relations.

Dengan tagline ‘cerita blak-blakan dari pengamanan 25 tahun seorang praktisi public relations,’ buku ini dituliskan Bu Riny dengan gaya bertutur yang ringan, mengenai riset personal beliau tentang hubungan antara praktisi public relations dan jurnalis di Indonesia. Buku karena alumni Jurusan Jurnalistik Fikom Unpad tahun 1998, ini diselingi ilustrasi berupa karikatur yang menggambarkan adegan saat praktisi public relations melakukan kegiatan media relations.

Buku ini menjadi sangat kaya bukan hanya karena latarbelakang penulisnya sebagai praktisi public relations, tapi juga karena latarbelakang pendidikan si penulis. Dr. Riniwaty memiliki dua gelar sarjana yaitu Sarjana administrasi niaga dari Universitas Parahyangan dan Sarjana Ilmu komunikasi dari Universitas Padjadjaran serta dua gelar magister yaitu Magister manajemen dari Universitas Atmajaya dan Magister Ilmu komunikasi dari Universitas Indonesia. Terakhir beliau mengambil Doktor Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran. Dr. Rini juga memiliki sertifikat business communication dari American Management Association (AMA) dan usability analyst dari Human Factor International (HFI). Dengan pencapaiannya selama 25 tahun, saat ini beliau ingin rehat dari dunia kerja dan fokus menjadi penulis dan berbagi pengalaman kepada mahasiswa dari berbagai universitas sebagai dosen tamu. (NK)