Profil mahasiswa Fikom berprestasi kali ini menghadirkan mahasiswa Program Studi Manajemen Komunikasi Fikom Unpad angkatan 2016, yang memiliki segudang prestasi. Dia adalah Muhammad Ihsan atau akrab dipanggil ‘Binjai’. Kenapa Binjai? nama itu sengaja Ihsan sematkan di akun media sosial bahkan alamat surat elektroniknya sebagai branding pribadi sekaligus mempromosikan kota kelahirannya Binjai, Sumatera Utara.

Ihsan ‘Binjai’ adalah salah satu dari sembilan kandidat Mahasiswa Berprestasi Fikom Unpad 2019. Hal ini berkat prestasinya menjadi finalis dan juara pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional selama tiga tahun berturut-turut.

Pada PIMNAS 2019 kategori non-PKM, Ihsan dan timnya berhasil menjadi Juara I Kategori Videografi melalui video “Kampung Naga Pereum Obor” dan Juara Harapan III Lomba produk inovasi Perfect Deodorizer (PEDE). Tahun 2018 pada ajang yang sama Ihsan dan tim menjadi Juara favorit dalam kategori PKM-Kewirausahaan. Sebelumnya pada tahun 2017, Ihsan dan tim juga berhasil dalam ajang PKM-M dan PKM-GT, melalui projek Knowlej.id yang berhasil mencuri perhatian dan mendapatkan dana pengembangan untuk projeknya dari Kemenristekdikti.

Finalis Jaka Dara Binjai 2017 ini mengaku sejak awal kuliah, sudah menargetkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatannya saat menjadi mahasiswa. Selain bidang akademik, mahasiswa yang masuk Fikom Unpad melalui jalur Bidikmisi ini, juga aktif dalam berbagai organisasi di kampus seperti menjadi kepala departemen kewirausahaan dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta kepala departemen kemakmuran Masjid BKI Fikom yang merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa. Kandidat Mahasiswa Berprestasi Fikom Unpad 2019 ini, tercatat sebagai penerima beasiswa dari Studi Etos Dompet Dhuafa tahun 2016-2020. Selanjutnya di tahun 2018 hingga 2020 Ihsan mendapatkan beasiswa internasional Programme Scholarship Singapore, terakhir di tahun 2019 Ihsan juga mendapatkan beasiswa internasional dari NUS Enterprise Summer Programme Singapore.

Saat disinggung mengenai produk inovasi yang dipresentasikannya dalam PIMNAS 2019 di Universitas Udayana Bali, Ihsan menceritakan asal muasal produk PEDE. Nama PEDE adalah kepedekan dari Perfect Deodorizer, yang merupakan produk pewangi tempel penghilang bau kaki. Cara pakai produk ini dimasukan kedalam sepatu seperti in-shole yang akan menghilangkan bau yang sering ada di sepatu. Untuk mendapatkan bahan baku produk Perfect Deodorizer yaitu minyak sereh, tim Kaki PEDE bekerja sama dengan para petani lokal Jawa Barat. Produk ini adalah hasil kolaborasi dari mahasiswa FIKOM, FMIPA, dan FISIP. Produk inovatif dengan kearifan lokal inilah yang kemudian menarik perhatian juri dalam ajang PIMNAS 2019 lalu.

Ditengah kesibukannya sebagai mahasiswa, aktivis kemahasiswaan, CEO dari Knowlej.id, volunteer Kelas Dunia Dauky dan pembicara diberbagai kegiatan mahasiswa, tentunya bukan hal yang mudah untuk membagi waktu. Namun Ihsan sendiri sudah bertekad untuk tetap maksimal menjalankan semua kegiatannya.

Duta Pariwisata Binjai ini juga bercerita, bahwa untuk mencapai apa yang diraihnya saat ini, ia harus merelakan waktu mainnya bersama teman-teman berkurang. Ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk berdiskusi, fokus dalam mengejar visi yang ingin ia capai. Selain memiliki kemauan dalam diri sendiri, lingkungan pergaulan juga sangat berpengaruh dalam pembentukan pribadi kita. Membagi waktu dan tahu dimana seharusnya waktu kita banyak dihabiskan merupakan hal yang penting bagi mahasiswa. Ihsan berpesan untuk teman-teman mahasiswa agar mengikuti berbagai kegiatan positif yang menunjang minat serta passion mereka. “Jangan pernah takut gagal, banyak kemenangan pun diikuti dengan banyak gagal dahulunya. Jika gagal dan kalah jangan berhenti, tapi evaluasi. Selagi mahasiswa apalagi mahasiswa baru, banyak sekali peluang di bidang kompetisi, organisasi dan volunteer ikutilah semuanya itu yang sekiranya mengasah diri kalian. Terakhir jangan lupa untuk bergaul dengan siapapun untuk menambah relasi yang baik,” ucap Ihsan. (HY)