Sebanyak dua puluh orang mahasiswa University of Malaya berkunjung ke Fikom Unpad selama delapan hari, dari tanggal 18 – 24 November 2019. Rombongan studi banding ini terdiri dari tiga belas orang yang sedang menempuh pendidikan sarjana dan tujuh orang yang sedang menempuh pendidikan magister. Kunjungan mereka ke Indonesia, tepatnya ke Jatinangor ini merupakan pilihan mahasiswa University of Malaya sendiri, karena menurut mereka, Fikom Unpad sebagai tempat untuk mencari pengalaman baru dan bertukar pikiran.

Pada hari pertama mereka tiba di Indonesia, mahasiwa University of Malaya langsung menuju Jatinangor. Mereka mencoba kuliner khas Jatinangor dan juga menonton film di bioskop Jatinangor Town Square (Jatos). Pada hari kedua mereka dibawa berkeliling area Unpad Jatinangor dan diperlihatkan bagaimana  suasana  kampus Fikom.  Lalu mereka bermain badminton dengan beberapa mahasiswa Fikom layaknya kompetisi olahraga Indonesia melawan Malaysia.

Hari selanjutnya, rombongan mahasiswa University of Malaya mengikuti prosesi penyambutan secara resmi sekaligus pembukaan kegiatan studi banding di Auditorium Oemi Abdurrahman Fikom Unpad, yang dihadiri oleh Wakil Dekan Dr. Dadang Sugiana dan juga perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fikom Unpad, Himpunan Mahasiswa (HIMA) masing-masing program studi.

Esok harinya, mereka mengikuti seminar tentang Era Disrupsi dan Generasi Millenial di Auditorium Oemi Abdurrahman, Fikom Unpad. Pada hari kelima mahasiswa University of Malaya mengikuti kegiatan kuliah praktik videografi di Laboratorium Televisi Fikom Unpad. Mereka mencoba berbagai alat yang ada di studio pertelevisian.

Lalu, pada hari keenam, mereka diajak berkeliling kota Bandung, mereka pergi ke Dusun Bambu dan Pasar Baru. Menurut Zack, salah satu peserta studi banding, Dusun Bambu adalah tempat yang paling ia sukai di Indonesia dari semua yang pernah ia kunjungi karena tempatnya sejuk, udaranya segar, penuh dengan tanaman hijau dan bunga-bunga.

“Selain untuk rekreasi, di Dusun Bambu juga kita belajar tentang bagaimana caranya membuat sendiri dan memainkan alat musik tradisional asli dari Jawa Barat di Rongga Budaya,” ungkap Zack . “Dengan memainkan berbagai alat musik bersama-sama, membuat saya lebih mengerti tentang Indonesia, jadi saya mau datang lagi nanti ke Indonesia, mungkin berkunjung ke kota lain seperti ke Bali, Jakarta, dan Medan,” tambah Zack.


“Untuk wisata belanja, tentu saja tempat yang paling disukai oleh Zack adalah Pasar Baru, karena harganya murah dan banyak pilihan walaupun panas tapi saya suka ke Pasar Baru,” ujar Zack. Saya juga suka suasana malam di Braga dan area Jalan Asia Afrika karena tempatnya estetik dan merupakan bangunan bersejarah,” Zack menambahkan.

 

Di hari terakhir, agendanya adalah acara penutupan. Mahasiswa University of Malaya menampilkan tarian tradisional khas Malaysia. Sedangkan perwakilan dari mahasiswa Fikom Unpad mempersembahkan sebuah nyanyian. (Text by: WN, edited by: Eve)