7 April 2020 — Saat ini, seluruh dunia tengah menghadapi penyebaran virus Corona atau Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang merupakan sebuah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Secere Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2). Virus Corona pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China pada 2019 dan telah menyerang hampir ⅓ dari populasi dunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), terdapat 786.925 jiwa yang terinfeksi COVID-19 virus. Per Tanggal 30 Maret 2020, Indonesia termasuk dalam peringkat ke-37 negara dengan total positif Covid-19 sebanyak 1.414 kasus dan mungkin terus meningkat setiap harinya.

 

Pada 11 Maret 2020, WHO menyatakan bahwa Coronavirus atau Covid-19 ini merupakan kasus pandemi setelah terdapat lebih dari 118,000 kasus di 114 negara dan sekitar 4,291 orang telah meninggal dunia. Tentunya, hal ini menjadi kekhawatiran seluruh masyarakat dunia sehingga mereka mulai mempersiapkan segala hal dalam menghadapi Covid-19 ini. Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia, peran apa yang dapat kita berikan sebagai bentuk pemberdayaan diri di tengah pandemi yang sedang terjadi?

 

Sebagai kalangan akademisi, pengetahuan menjadi bentuk kontribusi yang dapat diberikan. Pengetahuan yang disalurkan dalam bentuk kampanye daring diharapkan mampu meningkatkan kognitif (pengetahuan), afektif (perasaan), hingga konatif (perilaku) masyarakat Indonesia. Banyak kampanye daring mengenai Covid-19 mulai digalakkan oleh beberapa orang, salah satunya adalah kampanye edukasi dalam menghadapi Covid-19 ini dari Fikom Unpad. Kampanye ini dilakukan dengan menanyakan pendapat mengenai cara mencuci tangan dan bersin yang tepat kepada civitas akademika Fikom Unpad.

Banyak civitas yang mengeluhkan cukup kesulitan mencari masker. Namun Putri Truline, Dosen Manajemen Komunikasi Unpad, mengantisipasi kelangkaan masker dengan menggunakan masker kain yang ramah lingkungan. Sementara itu Natasya Terra (Ilkom 2015) dan Sallimatu Diniyah (Ilpus 2017) yang menyetok masker menggunakan nya saat keluar rumah. “Penting kita (pakai masker) saat kita pergi ke pasar tradisional, supermarket, tempat umum yang kira-kira bakal ketemu banyak orang,” ungkap Ibu Putri Truline.

 

Semenjak Indonesia ditetapkan darurat bencana Covid-19, civitas akademika Fikom Unpad meningkatkan intensitas mencuci tangan menjadi 3-8 kali sehari, bahkan Ibu Putri Truline bisa mencuci tangan sampai 10 kali sehari. Kebanyakan dari mereka sudah cukup memahami cara mencuci tangan dengan benar. “Pertama pakai air, sabun, usap telapak tangan, sela-sela jari, punggung tangan, jempol selama 20 detik, lalu dibilas,” ujar Sallimatu Diniyah (Ilpus 2017) sambil memperagakan cara mencuci tangannya.

 

Pandemi Covid-19 tentu membuat masyarakat lebih berhati-hati ketika beraktivitas di luar rumah dan di tempat umum. Beberapa civitas akademika Fikom Unpad berusaha mengingatkan bila ada seseorang yang bersin sembarangan. Selain itu, mereka sudah cukup memahami cara bersin yang tepat. “Pakai siku lengan atau pakai tisu dan langsung dibuang. Kalau sudah selesai batuk, langsung pakai hand sanitizer,” tambah Sallimatu Diniyah (Ilpus, 2017).

 

Melalui kampanye yang dilakukan sejumlah orang Fikom Unpad, tentunya dapat memberikan edukasi kepada civitas akademika Fikom Unpad yang lainnya mengenai upaya dalam menghadapi Covid-19, seperti siap menyediakan masker, serta mencuci tangan dan etika bersin yang tepat. Diharapkan hal ini dilakukan tidak hanya saat pandemik terjadi, tapi juga dilakukan secara berkelanjutan untuk hidup yang sehat.

 

Percaya, semua pasti terlewati jika bersatu mewujudkan kesehatan dunia. Saling menjaga, saling membantu, saling mengingatkan bahwa sehat adalah anugerah. Tetap sehat, ya! (VSAJP/ECS)

 

Selamat Hari Kesehatan Dunia

 

Silakan di download dan ditambahkan karyanya, untuk ikut berpartisipasi dalam kampanye #fikomXcorona di akun media sosial Anda