Konflik buaya dengan manusia telah menjadikan buaya sebagai makhluk yg ditakuti dan dibenci. Buaya menjadi satwa yang sering dibunuh karena emosi manusia, namun sebaliknya ada juga manusia yang memanfaatkan buaya sebagai bagian dari industri gaya hidup.

Indonesia menjadi negara dengan konflik buaya dan manusia tertinggi di dunia. Lalu, mengapa buaya harus menjadi perhatian kita?

Memperingati World Crocodille Day 2020, Pusat Studi Komunikasi Lingkungan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran menggelar Webinar untuk mengupas tantangan mempertahankan konservasi buaya di tengah pemahaman masyarakat Indonesia, terutama di masa pandemi ini.

“Tantangan Komunikasi Lingkungan dalam Konservasi Buaya Indonesia pada Masa Pandemi”

Rabu, 17 Juni 2020
Pukul 09.30-12.00 WIB
Medium: Zoom Conference

Pembicara:
– Aji Rachmat (Yayasan Sioux Ular Indonesia)
“Perilaku dan Penanganan Buaya demi Konservasi Satwa Dilindungi di Indonesia”
– Seto Purwanto, S.Hut. (BKSDA Maluku)
“Penanganan Konflik Buaya & Manusia di Maluku, sebuah Pengalaman”
– Insan Arif Budiman (Mahasiswa Jurnalistik, Fikom Unpad)
“Pemberitaan Buaya di Media Massa Indonesia”
– Dr. Herlina Agustin, S.Sos., MT (Peneliti Pusdi Komling Fikom Unpad)
“Mitos dan Persepsi Masyarakat Indonesia tentang Buaya”

Moderator:
Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si.

Pendaftaran: https://bit.ly/2BAMK1b

Narahubung:
Rinda 081321478965