Rabu, 1 Juli 2020 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran mengadakan webinar bertema, “Harmoni Mewujudkan Adaptasi Kenormalan Baru dalam Perspektif Komunikasi”. Acara ini dihadiri oleh Rektor Universitas Padjadjaran, Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE., yang membuka rangkaian Dies ke-60 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Letnan Jendral TNI Doni Monardo, Kepala BNPB yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dihadirkan sebagai pembicara utama dalam webinar.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Padjadjaran menyampaikan bahwa komunikasi merupakan unsur yang penting bagi penanganan pandemi. Rektor Universitas Padjadjaran mengatakan, “Strategi komunikasi yang tepat dibutuhkan agar segala elemen masyarakat optimis dalam melanjutkan kehidupannya”. Dr. Hadi Supropto Arifin, M.Si., sebagai pemantik, berdiskusi dengan dua narasumber, yaitu Dr. Aqua Dwipayana, M.Si. seorang penulis buku sekaligus motivator nasional dan Savero Karamiveta Dwipayana mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi yang menjadi relawan untuk Gugus Tugas Covid-19.

Letnan Jendral TNI Doni Monardo menjelaskan, “Fakultas Ilmu Komunikasi merupakan fakultas yang penting pada saat ini”. Menurut beliau, ilmu komunikasi diperlukan untuk menyusun pesan-pesan yang dibutuhkan dalam penanganan Covid-19 agar masyarakat bisa memahaminya dengan mudah. Dalam menangani pandemi ini, pemerintah membutuhkan istilah-istilah yang tepat, termasuk istilah dari bahasa daerah, untuk mengemas pesan kepada masyarakat. Pembicara utama menekankan bahwa kesadaran kolektif sangat diperlukan di tengah-tengah masyarakat agar semua lapisan masyarakat bisa mematuhi protokol yang ada. Diperlukan pula semangat yang sama untuk membela negara di tengah pandemi Covid-19. Mematuhi protokol kesehatan yang ada berarti menyelamatkan diri sendiri juga orang lain dari paparan Covid-19.

Savero Dwipayana menjelaskan, relawan-relawan gugus tugas membantu pelaksanaan sosialisasi penanganan pandemi dengan menyusun pesan-pesan untuk masyarakat. Komunikasi visual diharapkan mampu menyederhanakan pesan-pesan yang rumit. Ia juga memaparkan bahwa peran insan komunikasi penting dalam proses penanganan pandemi. Semua pihak harus berbagi peran untuk bersatu dan berkolaborasi demi kelancaran penanganan pandemi Covid-19. Mahasiswa-mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi pun turut berperan dalam pembuatan Infografis yang ditayangkan dalam konferensi pers Gugus Tugas Covid-19.

Dr. Aqua Dwipayana, M.Si. memaparkan bahwa hal yang mendasar untuk beradaptasi dalam kebiasaan baru adalah keteladanan semua pimpinan, kedisiplinan masyarakat, serta keluwesan aparat. Komunikasi yang sopan dan santun diperlukan untuk menyampaikan pesan-pesan dalam proses penangan Covid-19. Seluruh program jua harus mengikuti satu komando, yaitu komando presiden Indonesia.

Prof. Dedy Mulyana, M.A., Ph.D. yang hadir dalam webinar sempat memberikan pandangannya terkait tema ini. Menurut beliau, “betapa pentingnya komunikasi kesehatan saat ini”. Komunikasi kesehatan, komunikasi terapeutik serta komunikasi krisis masih sangat baru di Indonesia. Konsentrasi komunikasi yang lebih beragam dalam bentuk mata kuliah serta jurnal-jurnal yang berkaitan dengan konsentrasi tersebut sangat dibutuhkan.

Webinar “Harmoni Mewujudkan Adaptasi Kenormalan Baru dalam Perspektif Komunikasi” merupakan bagian dari seri KomuniAksi Keenam. Kegiatan ini dihadiri oleh 296 peserta yang merupakan akademisi, alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, alumni Universitas Padjadjaran serta mahasiswa dari seluruh Indonesia. Webinar ini membuka rangkaian Dies ke-60 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang akan dilaksanakan hingga September mendatang. komuniAksi hadir sebagai sumbang saran solutif Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas padjadjaran untuk negeri. Salam Komunikasi! Harmoni! (Dwi)

####