Dalam rangka menyambut Dies Natalis ke-60, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) menggelar webinar dengan tajuk “Merajut Harmoni Menepis Radikalisme Perspektif Komunikasi Kebangsaan” pada Kamis, 23 Juli 2020. Pada KomuniAksi kali ini, Fikom menghadirkan Komjen. Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, serta Dr. Edwin Rizal, M.Si. selaku dosen Fikom Unpad juga pemerhati komunikasi kebangsaan sebagai pembicara dalam webinar.

KomuniAksi diawali dengan sambutan dari Dekan Fikom Unpad, Dr. Dadang Rahmat Hidayat, SH., S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya Fikom untuk menguatkan solusi atas permasalahan nasional, yang salah satunya merupakan radikalisme. Selanjutnya, KomuniAksi dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Unpad Bidang Organisasi dan Perencanaan, Prof. Drs. Yanyan Mochamad Yani, M.IR., Ph.D. Ia mengatakan, “Untuk menepis radikalisme yang masih ada di Indonesia, dibutuhkan partisipasi seluruh bangsa Indonesia, termasuk parkatisi-praktisi dalam bidang komunikasi”. Diskusi dalam KomuniAksi kali ini diisi oleh Komjen. Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., Dr. Edwin Rizal, M.S., serta Efi Fadilah, M.Pd. sebagai pemantik.

Komjen. Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H. mengawali pemaparan dengan menjelaskan bahwa kemajemukan Indonesia merupakan sebuah karunia yang keharmoniannya harus dijaga. Ia juga menerangkan, BNPT merupakan badan yang fokus mencegah radikalisme teror demi merajut harmoni kemajemukan bangsa Indonesia. Dalam menjaga keharmonian tersebut, mutual understanding mengenai nilai-nilai pancasila serta makna kehidupan berbangsa dan bernegara diperlukan.

Dalam menjalankan strategi melawan radikalisme, Komjen. Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H. menerangkan bahwa BNPT kerap dihadang hambatan yang menyertai. Ia menegaskan, kemajemukan yang ada bukanlah situasi yang mudah. Untuk itu, setiap strategi yang digunakan untuk menepis radikalisme memerlukan proses komunikasi yang baik. Selain itu, ia turut mengingatkan, “Tidak mungkin BNPT melakukan perlawanan atas radikalisme teror ini sendiri. Kekuatan kita ada di masyarakat”. Oleh karena itu, ia menilai bahwa literasi di tengah-tengah masyarakat sangatlah penting terutama di era digital.

“Banyak tantangan yang menyertai keberagaman ini”, ujar Dr. Edwin Rizal, M.S. dalam sesi disuksi selanjutnya. Beliau memaparkan materi mengenai problematika kebangsaan serta pentingnya komunikasi sebagai cara ampuh untuk menangkal permasalahan yang memecah persatuan. Dosen sekaligus pemerhati komunikasi kebangsaan ini menjelaskan bahwa komunikasi dapat dijadikan sebagai pendekatan semesta untuk membantu penangkalan ideologi yang mencederai persatuan Indonesia.

Webinar “Merajut Harmoni Menepis Radikalisme Perspektif Komunikasi Kebangsaan” adalah bagian dari seri KomuniAksi yang mana hadir sebagai sumbang saran solutif Fikom Unpad bagi bangsa Indonesia. Pada seri yang ke-7 ini, webinar dihadiri oleh 156 peserta yang diantaranya merupakan akademisi, alumni Fikom Unpad, dan juga mahasiswa dari seluruh Indonesia. Salam komunikasi! Harmoni! (Dwi)

####