ADE KADARISMAN, “KOMUNIKASI SEBAGAI JEMBATAN PERMASALAHAN LINGKUNGAN”

 

Ade Kadarisman, dosen program studi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad telah merilis buku yang berjudul Komunikasi Lingkungan : Pendekatan Sustainable Development Goals (SDGs) dan Corporate Social Responsibility (CSR) pada April lalu. Ide penulisan buku tersebut muncul sejak pertengahan tahun 2018 dan baru digarap intensif sejak November 2018. Ketertarikannya terhadap lingkungan tidak terlepas dari studi yang pernah dijalaninya baik saat mengambil program Magister Studi Pembangunan di ITB maupun program Master of Environment Universite Paris 1 Pantheon Sorbonne di Prancis.

Ade mengakui, suasana kampung halaman Kuningan menjadi salah satu inspirasi untuk menekuni dan mengembangkan komunikasi lingkungan. “Suasana di kaki Gunung Ciremai yang segar dan tenang selalu memberi inspirasi dalam banyak hal,” ujar Peneliti Unpad SDGs Center ini. Selain itu, tahun 2018 ia mendapatkan Hibah Internal Unpad (HIU) mengenai Strategi Komunikasi Berbasis Budaya, Pariwisata, dan Lingkungan di Geopark Ciletuh Sukabumi yang kemudian menjadi titik awal penulisan buku tersebut.

            Isu-isu lingkungan yang diangkat dalam buku ini diantarnya mengenai perubahan iklim, mitigasi bencana, pariwisata berkelanjutan, kearifan lokal, dan energi terbarukan. Menurutnya, dalam mengkomunikasikan isu-isu tersebut aspek komunikasi sangat penting. Dengan pendekatan Sustainable Development Goals (SDGs) dan Corporate Social Responsibility (CSR) diharapkan para pemangku kepentingan memiliki saling pengertian dan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi terutama dalam menghadapi persoalan lingkungan yang semakin kompleks saat ini.

Menurut Ade, dalam upaya pencapaian SDGs sesuai tujuan, target dan indikatornya komunikasi tidak bisa dilepaskan. Empat pilar utama SDGs baik pilar ekonomi, sosial, lingkungan itu sendiri maupun tatakelola memerlukan optimalisasi aspek komunikasi. “Komunikasi menjadi jembatan dalam menghadapi berbagai permasalahan lingkungan,”ujarnya.

Salah satu prinsip SDGs yang dapat menjadi pelajaran dalam memelihara lingkungan adalah  “No One Left Behind”. Artinya, SDGs memastikan bahwa tidak ada satu kelompok masyarakat pun yang tertinggal dalam pencapaian SDGs. Dalam semangat no one left behind, semua elemen masyarakat harus berkomunikasi dan berkolaborasi. “Kita tidak bisa mementingkan ego sektoral. Semua pihak harus mengedapankan aspek kerjasama dalam mendukung tercapainya agenda lingkungan hidup”, tegas dosen mata kuliah CSR dan Humas Politik yang mengawali karir akademiknya di Fikom Unpad sejak tahun 2006. Ayah tiga putra ini menyadari bahwa buku yang baru dirilisnya tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak dan ia menyadari masih banyak kekurangannya.

Selain menuangkannya dalam buku, ketertarikan dan kepeduliannya terhadap lingkungan ia salurkan melalui sebuah komunitas bernama Prakarsa Akar Bumi di daerah Cileunyi Kulon. Sudah setahun ini ia membina dan mengembangkan program literasi lingkungan dan budaya. Komunitas ini memiliki program Belajar Gembira Bahasa Sunda dan Bahasa Inggris dengan penguatan materi pada aspek Warisan Budaya, Kreativitas dan Lingkungan.

Setiap Sabtu sore halaman belakang rumahnya ramai dengan keceriaan anak-anak untuk belajar sambil bermain. “Ruang publik dan ekspresi anak saat ini sangat terbatas, hal ini yang jadi dasar awal berdirinya komunitas ini,”jelas Ade. Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 30 anak dengan latar belakang ekonomi terbatas dan dibantu beberapa volunteer pengajar ini dilakukan tanpa dipungut bayaran. Namun demikian, anak-anak yang ingin belajar tersebut harus “membayar” dengan cara yang unik yakni yakni setiap kehadiran, mereka diminta untuk membawa barang-barang bekas seperti kardus dan botol plastik untuk dijadikan sarana kreativitas. “Alhamdulillah, program ini didukung juga oleh masyarakat sekitar, semoga kedepan terus berkembang dengan tata kelola kelembagaan dan program yang lebih baik,”. Program terdekat yang tengah direncanakan adalah pengembangan perpustakaan anak dan Apotek Hidup.

Di tengah berbagai kesibukannya, kini dosen yang juga tengah mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum Ikatan Sarjana Komunikasi (ISKI) Pusat dan Vice President (VP) Sustainable Development Indonesia Marketing Association (IMA) Bandung ini tengah mempersiapkan buku keduanya dengan penguatan pada aspek Public Relations dan Lingkungan Hidup.

Selain itu, ia juga tengah mempersiapkan produksi webseries dan film layar lebar. Semuanya berkaitan dengan tema manusia, alam, budaya dan lingkungan. “Saat ini era digital, kita harus dinamis, adaptif, dan proaktif.” ujar Ade yang baru baru ini 2 (dua) karyanya baik buku maupun artikel di media mendapatkan apresiasi/ pencatatan Hak Cipta dari Dirjen HKI (Hak Kekayaan Intelektual). “Ya kebetulan Unpad lagi getol membangun budaya HKI dan mendorong civitas akademikanya untuk mendaftarkan karya-karyanya,” sambungnya. Bagi Ade, hidup adalah perjuangan dan pengabdian. Ia mengajarkan kita untuk terus berikhtiar, berbagai tantangan bahkan kegagalan yang dihadapi menjadi pemacu semangat untuk terus bergerak, jangan menyerah. “Untuk melakukan berbagai hal saat ini pun memerlukan kerja keras, disiplin, jangan lelah untuk mengevalusi diri dan terus berproses,”pungkasnya. (NK)

Tags: , ,

Profil Mahasiswa

Annisa Aji Anggoro dan Visinya menjadi Agent of Change

May 20, 2019

Annisa Aji Anggoro dan Visinya menjadi Agent of Change
Annisa Aji Anggoro, mahasiswi Program Studi Ilmu Perpustakaan Fikom, terpilih sebagai delegasi Universitas Padjadjaran, dalam

Profil Dosen

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah

January 6, 2017

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah
DOSEN Fikom Unpad yang satu ini mudah dikenali dari gaya berpakaiannya yang lain dari yang lain. Pria kelahiran

Profil Alumni

Cerita Inspiratif Muhammad Nur Hakim (Senior Business Partnership Tokopedia) dan Dosen Fikom Favoritnya

April 20, 2019

Cerita Inspiratif Muhammad Nur Hakim (Senior Business Partnership Tokopedia) dan Dosen Fikom Favoritnya
Muhammad Nur Hakim, Lahir di Palembang, 14 oktober 1993, Mas Hakim merupakan Alumni program studi hubungan masyarakat