Alfan Baedlowi, Menulis dan Berpetualang

 

alfan-Baedlowi-3-edit

MUHAMMAD Alfan Baedlowi, mahasiswa angkatan 2010 yang sedang mengenyam pendidikan di Prodi Jurnalistik Fikom Unpad ini, berhasil mendapatkan keuntungan materi melalui kemampuan menulis yang dimilikinya. Apa yang didapatnya dari bangku kuliah mulai dipraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Orang yang sering dipanggil Alfan ini mengaku mulai aktif menulis artikel ketika seseorang dari salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang diikutnya menawarinya sebuah pekerjaan sampingan. Alasan untuk mendapatkan uang saku tambahan merupakan alasan yang pertama kali muncul di benaknya saat itu. Awalnya, Alfan hanya menulis artikel-artikel yang berhubungan dengan bisnis di media online. Hasil yang diperolehnya melalui artikel-artikel tersebut dapat digunakan untuk membeli sebagian barang yang dibutuhkannya dengan hasil keringatnya sendiri.
Selain menulis berbagai artikel bisnis, dia juga mulai sering menulis untuk dikirimkan ke surat kabar. Walaupun tidak seluruh karyanya dimuat, tetapi Alfan tetap tidak pernah merasa putus asa untuk terus mengirimkan hasil karyanya. “Kecewa adalah hal yang saya rasakan ketika tulisan saya tidak berhasil dimuat. Namun, saya tidak menyerah. Tulisan tadi saya coba kirimkan ke surat kabar lainnya. Mungkin saja surat kabar lain mau memuat tulisan saya,” terang Alfan ketika sedang diwawancarai.
Orang yang mempekerjakannya justru menjadi pihak yang mendorong Alfan untuk menulis sebuah buku. Dengan bantuannya, dia semakin dimudahkan dalam menghasilkan buku-buku tersebut. Hingga saat ini, buku hasil karyanya telah diterbitkan sebanyak dua buah buku. Walaupun tidak dikerjakan seorang diri, namun sangat banyak pelajaran yang didapatnya selama proses pembuatan kedua buku tersebut.

 

 

Bersama UKM Kappa Fikom Unpad. (Foto FB AB)

Bersama UKM Kappa Fikom Unpad. (Foto FB AB)

Buku pertama yang diberi judul Indonesia Bangga merupakan buku yang berisi tentang 30 tokoh muda indonesia yang karyanya diakui di kancah internasional. Bersama dengan penulis lainnya, yakni Arimy Adi Savitri, buku ini akhirnya diterbitkan pada Juli 2013. Buku ini bahkan sudah bisa diperoleh di salah satu toko buku besar yang ada di Indonesia.
Tidak sampai setahun, Alfan sudah menghasilkan sebuah buku baru. Baru-baru ini, buku kedua berhasil diterbitkan. Buku yang berjudul “Piye Kabare? Penak Jamanku To!” diterbitkan pada Maret 2014. Buku ini memuat tentang kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan Soeharto selama menjabat sebagai presiden. Seperti buku yang sebelumnya, Alfan dalam menyelesaikan buku ini juga tidak hanya seorang diri, bersama dengan dua penulis lain yakni Belinda JK dan Mayang Lestari, buku ini dapat diselesaikan dengan baik.
Upah Tulisan Modal Menjelajah Indonesia
Uang yang didapatnya dari menulis artikel-artikel dan buku tadi tak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagian digunakannya sebagai dana untuk melakukan perjalanan ke kota-kota yang ada di Indonesia. Backpacker merupakan sebuah panggilan tepat kepadanya, karena dia melakukan perjalanan dengan dana seirit mungkin.
Alfan-Baedlowi-1-edit

Setahun terakhir ini, Alfan memang semakin tertarik untuk menjelajah beberapa tempat di Indonesia seorang diri. Menjelajah kota-kota di Indonesia dimulai dari Sabang hingga Merauke merupakan salah satu tujuan yang hendak dicapainya. Kota Aceh dan Medan merupakan kota yang sudah berhasil dijalaninya pada akhir April lalu.
“Aku pertama kali tertarik menjelajah Indonesia justru dimulai waktu melakukan perjalanan ke luar negeri. Jujur, aku lihat ternyata orang-orang disana tidak sesantun masyarakat Indonesia. Hal itu membuat aku tertarik untuk mengenal Indonesia lebih dekat,” itulah alasan yang diutarakan Alfan ketika ditanyai mengapa dia lebih memilih melakukan perjalanan di dalam negeri dibandingkan melakukan perjalanan ke luar negeri seperti yang banyak dilakukan oleh orang lain. “Alasan itu memang terkesen remeh sih, tetapi itulah alasan aku sebenarnya,” ungkapnya lagi.
“Hal yang paling penting yang aku dapat lewat perjalanan ini adalah aku banyak mendapat pengalaman yang gak aku dapatkan di bangku kuliah. Banyak banget pelajaran tentang kehidupan yang aku dapet dari orang-orang yang gue temuin selama di perjalanan,” ungkap Alfan ketika menceritakan pengalamannya selama melakukan perjalanan tersebut. Mental dan niat merupakan hal utama yang harus disiapkan. Pernah Alfan harus berpikir ulang ketika dia tidak merasa yakin dengan pilihan yang hendak dilakukannya.
Kegiatan backpack ini dilakukannya tidak dilakukannya hanya untuk menjalani kota-kota tersebut. Dari setiap perjalanan itu, dia juga sekaligus mengumpulkan berita serta hal-hal yang menarik yang dapat ditulis untuk dikirimkan ke media. (Lidya Y. Panjaitan)