Alumni Prodi Jurnalistik Fikom Unpad Eksis pada Penghargaan AKI 2015

 

ISKI-Award-1-edit

SOLO – Fikom Unpad kembali harum namanya dalam perhelatan kegiatan Konferensi Nasional Komunikasi (KNK) dengan eksisnya beberapa orang alumni prodi Jurnalistik yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan komunikasi di ruang publik pada kegiatan Anugerah Komunikasi Indonesia yang dilaksanakan oleh organisasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) yang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Kegiatan AKI 2015 ini diberikan kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang dinilai memberi contoh yang baik dalam berkomunikasi di ruang publik. “Penghargaan ini menunjukkan bahwa di Indonesia ada individu, komunitas, dan organisasi yang mampu mengelola informasi di ruang publik sehingga berdampak positif bagi masyarakat,” jelas Menkominfo Rudiantara di Solo, Jawa Tengah saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Anugerah Komunikasi Indonesia 2015.

Ada tujuh penerima penghargaan AKI, kata Menkominfo, diharapkan mampu menjadi pelopor munculnya gerakan-gerakan positif di bidang komunikasi. Pemilihan tokoh dan lembaga itu dilakukan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI).
Proses pemilihan karya dimulai melalui survei kuantitatif yang menghasilkan sejumlah nominasi. Kemudian, itu dikerucutkan dalam forum group discussion untuk menyaring kualitas nominasi dari seluruh Indonesia setelah sebelumnya dilakukan verifikasi ke lapangan oleh pakar media dan komunikasi.

Adapun ketujuh penerima Anugerah Komunikasi Indonesia I Tahun 2015 sesuai
kategori, sebagai berikut:
1. Kategori Pengembangan Literasi Media: Yayasan Pengembangan Media
Anak (YPMA)
2. Kategori Animasi Inspiratif: Kampoong Monster Studio (Bandung)
3. Kategori Pengembangan Data dan Informasi : Good News From Indonesia
4. Kategori Komunitas Media Sosial: Paparisa Ambon Bergerak
5. Kategori Jaringan Komunikasi Sosial: Forum Lingkar Pena
6. Kategori Pendidikan Publik: Ibu Heni Sri Sundani (Sekolah Gratis dari
Mantan TKI, Kab. Bogor)
7. Kategori Pesan Indonesia untuk Dunia: Medical Emergency Rescue
Committee (MER-C)

Wahyu Aji, seorang alumni prodi Jurnalistik dan sekaligus sebagai pendiri dan aktivis Forum Lingkar Pena (FLP) mewakili organisasinya mendapatkan anugerah komunikasi pada kategori Jaringan Komunikasi Sosial dengan penilaian sebagai organisasi yang aktif berkomunikasi secara beretika di media-media sosial, para anggota FLP juga sangat produktif dalam menulis artikel, cerpen, puisi,novel dan sebagainya yang dimuat di berbagai media cetak atau diterbitkan dalam bentuk buku. Beberapa novel karya penulis FLP bahkan telah diangkat menjadi film, misalnya karya-karya Habiburahman el-Shirazy dan Asma Nadia.

Wahyu Aji saat ini tercatat sebagai sebagai pimpinan redaksi Good News From Indonesia mendapatkan Anugerah Komunikasi Indonesia (AKI)2015 dengan kategori Pengembangan Data dan Informasi. Penghargaan ini diberikan hari Senin, 12 Oktober 2015 di Hotel Sunan, Jl. Ahmad Yani, Surakarta, Jawa Tengah.

Kegiatan Malam Anugerah AKI 2015 ini juga merupakan rangkaian dari kegiatan Konferensi Nasional Komunikasi ISKI 2015. Penghargaan Anugerah Komunikasi Indonesia (AKI) 2015 yang merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah RI kepada para insan dan komunitas yang telah berkomunikasi secara beretika di ruang publik, serta berkontribusi dalam memberikan informasi yang mendidik, mencerahkan serta memberdayakan masyarakat dalam rangka memperkuat NKRI, ujar Dadang Rahmat selaku Ketua Pelaksana Event Malam Anugerah Komunikasi Indonesia yang
pertama pada 2015 ini.

Semoga di tahun-tahun mendatang kategori penerima anugerah komunikasi dapat bertambah seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi serta perkembangan dunia komunikasi dengan segala unsur-unsur komunikasi, pungkas Dadang dalam sambutannya. Selain acara pemberian penghargaan, hadir juga Dalang tersohor di kota Solo dengan cara Monolog, yaitu Ki dalang Warseno Sleng, Stand up Comedy dari Vikri Rastafara dan penampilan artis Reza Artamevia yang memberikan suasana yang lebih atraktif dan komunikatif (ARN).