Ardianto Wijaya Kusuma, Anchor Muda dengan Segudang Prestasi

 
Ardianto Wijaya. (foto koleksi prinadi)

Ardianto Wijaya. (foto koleksi prinadi)

BAGI penonton TVRI Jawa Barat tidak akan asing lagi dengan seorang presenter bernama Ardianto Wijaya Kusuma, yang akrab disapa Jaya. Sulung dari 2 bersaudara ini dikenal memiliki pribadi yang sangat disiplin, teratur, dan visioner. Banyak prestasi yang diraihnya. Di Unpad dia berhasil menyabet predikat Putra Padjadjaran, dalam pemilihan Putra Putri Padjadjaran 2013. Dia mengalahkan para kandidat dari fakultas lain yang umumnya adalah mahasiswa S1, padahal Jaya sendiri mahasiswa jenjang Diploma di Fikom Unpad.

Menurut mahasiswa D3 Broadcasting angkatan 2011 Fikom Unpad ini, kepribadiannya sangat dipengaruhi oleh didikan kedua orang tuanya, yakni Suparman dan Ny. Abadi Melati Peni, kedua orang tua Jaya, mendidiknya dengan disiplin yang tinggi. Dari kecil ia sudah diajarkan untuk merencanakan target dan mengatur segala kegiatannya. Oleh karena itu, mahasiswa Kelahiran Banyuwangi, 25 Agustus 1993 ini sangat menyadari arti tanggung jawab. “Saya harus lebih sukses daripada orang tua saya dalam hal materi dan mendidik anak. Saya harus bisa mendidik anak saya kelak, minimal setara dengan kualitas saya sebagai hasil didikan orang tua saya,” paparnya, dan itu adalah tekad hidupnya.

Alumni  SMAN Glagah Jateng ini sudah sangat akrab dengan hal yang dinamakan prestasi. Bahkan saat berumur 3 tahun dia sudah memenangkan lomba foto fashion balita di Jawa Tengah. Hingga SMP ia kerap memenangkan lomba fashion anak-anak dan remaja. Pemuda penyuka musik dan sastra ini mengaku darah seni itu diwariskan oleh kedua orang tuanya. Saat masih duduk di bangku SD, Jaya menoreh prestasi yang sangat membanggakan. Ia terpilih menjadi 5 besar penyaji puisi putra terbaik dalam acara Pekan Seni Pelajar tingkat Provinsi Jawa Timur dan mendapatkan kesempatan membacakan puisinya di depan Presiden Megawati Soekarnoputri kala itu. Tak pernah lelah meraih prestasi, saat masih kelas 6 SD, Jaya sudah menjadi penyiar program anak-anak di Radio Mandala FM. Pencapaian yang sangat membanggakan untuk anak seusianya. Ia juga meraih juara 1 “Thulik Cilik” Banyuwangi tahun 2007. Di tahun yang sama, ia kembali menunjukkan kebolehannya dengan menjadi 3 besar Audisi DJ Remaja tingkat Banyuwangi.

Jadi Presenter TVRI Jabar

Jadi Presenter TVRI Jabar

Memasuki masa-masa SMA, Jaya semakin aktif dan semakin menunjukkan eksistensinya. Ia tergabung dalam kelompok Paskibraka Kabupaten Banyuwangi. Selain itu, ia mulai dipilih sebagai duta dari beberapa organisasi dan event. Jaya menyandang predikat sebagai Duta HIV/AIDS Eks-kerisidenan Besuki (Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi) dan masih aktif sampai sekarang, ia juga pernah ditetapkan sebagai Duta IM3 se-Jawa Timur, dan Duta Telkomsel se-Jawa Timur.

Siapa sangka, Jaya yang telah memiliki segudang prestasi pun tidak luput dari hambatan dan kegagalan. Keinginannya untuk kuliah di program Sarjana Fikom Unpad tidak bisa tercapai, karena kegagalannya dalam SNMPTN. Akhirnya, ia masuk Program D3 Broadcasting Fikom Unpad melalui jalur mandiri. Meskipun demikian, Jaya tetap bersemangat. “Boleh jadi orang lain meremehkan saya karena saya hanya anak D3, tapi saya bisa buktikan kualitas saya tidak kalah dari mereka yang S1,” terangnya.

Jaya tidak main-main dengan omongannya. Terbukti, di Perguruan Tinggi pun ia terus menoreh prestasi yang mencengangkan, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Decak kagum orang-orang banyak diterimanya, ketika dia yang waktu itu masih duduk di semester 2 berhasil melakukan siaran perdana sebagai news anchor di TVRI Nasional. Acara Protocol Fair-lah yang menjembataninya pada seleksi penyiar baru di TVRI Bandung. Ia lolos 4 besar mengalahkan pesaing dari beragam pendidikan, senior-senior yang telah lulus program S1 maupun sedang program S1. Dia memecahkan rekor sebagai anchor termuda dengan umur 18 tahun yang dikirim untuk siaran di TVRI Nasional. Setelah siaran di TVRI Nasional, ia direkrut TVRI Jabar untuk menjadi anchor.

Terpilih sebagai Putra Padjadjaran

Terpilih sebagai Putra Padjadjaran

“Sudah 2,5 tahun hingga sekarang,” ungkapnya. Saat ini dia memegang tiga program siaran di TVRI Bandung yaitu anchor “Jabar Dalam Berita”, presenter “Bilik Konsultasi”, berupa acara wawancara kesehatan, dan presenter “Forum Kita” yang membahas isu-isu terkini. Tak heran jika Jaya menjadi pemenang pertama untuk lomba live report dan pemenang ketiga lomba anchor dalam acara MNC Goes to Campus Unpad tahun 2012 lalu. Pengalaman di dunia kerja sangat membantunya.

Prestasi yang tak kalah membanggakan yaitu terpilihnya Jaya sebagai Putra Padjadjaran 2013 mengalahkan utusan-utusan terbaik dari setiap fakultas. Hal ini menunjukkan kualitas tidak bisa diukur dengan strata pendidikan. “Saya awalnya merasa tidak yakin akan menang. Siapalah saya yang hanya anak D3. Saya sangat bangga ketika bisa mengalahkan peserta lain dari berbagai fakultas,” kata Jaya. Kini dia menjadi ikon Universitas Padjadjaran bersama Putri Padjadjaran 2013.

Prestasi lain pun diraihnya dengan terpilih sebagai Duta Autism Jawa Barat 2014. Dia juga menjadi MC langganan dan favorit di berbagai acara besar yang diselenggarakan pihak universitas dan pihak luar. Ia pernah menjadi MC dalam pertemuan kerja sama beberapa Kementerian Indonesia dengan Unpad, MC di acara wisuda Unpad, Co. MC wisuda Unpad, MC acara Unpad Award tahun 2012 dan 2013, MC pengukuhan dan Sumpah Tenaga Teknis Kefarmasian se-Jawa Barat, dan yang paling membanggakan, Jaya menjadi MC Utama Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa Chairul Tanjung.

Bersama para Sahabat kampus Fikom Unpad. (foto2 koleksi pribadi)

Bersama para Sahabat kampus Fikom Unpad. (foto2 koleksi pribadi)

Segudang prestasi yang kadang bisa membuat orang lain iri, tidak membuat Jaya menjadi pribadi yang sombong. Ia tetap tampil rendah hati. Ia adalah pribadi yang ramah, sopan, dan senang bergaul dengan semua orang. Dengan manajemen waktu yang baik, di tengah kesibukannya yang sangat padat, pemuda Banyuwangi ini tetap bisa mempertahankan prestasi akademiknya, terbukti dengan IPK 3,86 yang bisa diraihnya.

Mahasiswa semester 6 ini punya keinginan yang belum tercapai. Jaya ingin secepatnya menyelesaikan Tugas Akhirnya sebagai Mahasiswa D3 Broadcast, kemudian melanjutkan ke program Sarjana Jurnalistik, yang tidak bisa didapatkannyadi Unpad. “Target saya menyelesaikan S1 dulu, baru jadi anchor di televisi nasional,” paparnya. (Ade Fitria Nola)