Bagi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi, HP Bukan Barang Mewah Lagi

 

doktor-fajarina-edit

BANDUNG – Telepon selular kini bukan barang mewah lagi, para perempuan penyandang rawan sosial ekonomi di Kota Bandung pun menggunakan HP sebagai media komunikasi dalam kehidupan sehari-harinya.

Fajarina, dosen sejumlah perguruan tinggi di Makasar menemukan kenyataan itu dan menuliskannya dalam disertasi berjudul “Konstruksi Makna Kemiskinan dan Perilaku Komunikasi Perempuan Rawan Sosial Ekonomi di Kota Bandung” yang dipertahankannya dalam sidang promosi doktor, beberapa waktu lalu di Program Doktor PPS Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad.

Fajarina dipromotori oleh Dr. Jenny Ratna Suminar,MSi, Dr.Atwar Bajari,MSi dan Dr Agus Rahmat,MSi. Bertindak sebagai tim oponen ahli Prof.Deddy Mulyana,MA,PhD, Prof.Dr.Mien Hidayat,MSi dan Dr.Purwanti Hadisiwi,M.Ext.Ed.

Kemiskinan yang mendera Perempuan Rawan Sosial Ekonomi (PRSE) di Kota Bandung menurut Fajarina bermakna sebagai keadaan atau kondisi hidup yang tidak menyenangkan dengan perasaan ketidaktenangan, ketidaknyamanan dan ketidakamanan dari sisi ekonomi. Karena itu, bekerja bagi kaum PRSE menjadi sebuah tanggungjawab.

Namun, sambung Fajarina, dengan kemiskinan tetap berpikiran positif dan bersyukur, selalu memperhatikan penampil;an walaupun alakadarnya, “Utamanya berusaha tetap tampil bersih dan rapih” ungkapnya.

Selain itu, mereka juga memandang diri sebagai sosok yang kuat, mau bekerja apa saja dan cukup optimis untuk bisa hidup lebih baik di masa depan.

Sedangkan perilaku komunikasi PRSE dengan lingkungan sekitarnya bervariasi ada yang intensitas tinggi, ada pula yang rendah. Namun yang menarik, umumnya para PRSE ini sudah menggunakan HP untuk berkomunikasi. (AA)