Chris Hindes, Dosen Tamu Fikom Unpad

 
Chris Hondes di Kilometer 0 Bandungf. (Foto Ist)

Chris Hondes di Kilometer 0 Bandungf. (Foto Ist)

USIANYA tak lagi muda namun semangatnya sangat membara. Dia adalah Chris Hindes, seorang relawan yang dikirimkan Australian Business Volunteer (ABV) ke Fikom Unpad untuk menjadi dosen tamu di bidang media.

 
Didirikan tahun 1981, ABV adalah organisasi nirlaba yang mengirimkan relawan dari Australia ke Indonesia, Laos, Papua Nugini, Vietnam, Kamboja, Bangladesh, dan beberapa negara berkembang lainnya. ABV berkontribusi untuk mengentaskan kemiskinan melalui pengembangan komunitas dengan memberikan solusi peningkatan kapasitas masyarakat. Semua relawan ABV merupakan mantan eksekutif yang sudah pensiun dari pekerjaannya minimal 10 tahun. Oleh karena itu, tidak heran bahwa relawan ABV adalah orang-orang yang sudah tidak muda usianya. Sejak dibentuk sampai saat ini, ABV sudah menyelesaikan 5000 proyek pengembangan masyarakat di 34 negara.

 

Chris Hindes adalah relawan ABV yang tinggal di Indonesia selama 8 minggu untuk mengerjakan projek yang dibebankan padanya. Pria kelahiran 9 September 1950 ini, telah bekerja di media elektronik lebih dari 40 tahun dan selama 4 tahun belakangan ini menjadi seorang pensiunan. Pengalamannya di bidang media tidak perlu diragukan lagi karena beliau sudah banyak makan garam ketika bekerja di industri koran dan televisi, baik sektor swasta maupun pemerintahan di Australia.

 

Pekerjaan terakhir ayah satu anak ini adalah Managing Director dari perusahaan yang dirintisnya selama 17 tahun, yaitu The Production Hub. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam program multimedia bagi pemerintah dan klien sektor korporasi. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai manajer produksi di NRS Group, produser di Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia, cameraman senior di Tasmanian Television, dan fotografer di Runcorn Weekly Times.

 

Menghabiskan dua minggu berada di Fikom Unpad, Chris telah mengajar salah satunya adalah kelas fotografi dengan mahasiswa program studi broadcasting. Bukan hanya itu, Chris juga masuk ke beberapa kelas di program magister.

 
Penyuka olahraga scuba diving ini pun rencananya akan bekerja sama dan melakukan penelitian dengan mahasiswa magister ilmu komunikasi mengenai komunikasi kelompok minoritas, baik itu penggunaan bahasa kedua, akses media, tradisi membaca koran, cara mereka mendapatkan informasi, dan hal-hal terkait lainnya. Proyek lain yang akan dikerjakan Chris adalah dengan mahasiswa program studi jurnalistik, yaitu membuat dokumenter Kuda Renggong, salah satu kesenian tradisional dari Sumedang.

 
Kedatangan Chris ke Indonesia kali ini bukanlah yang pertama. Dia pernah berkunjung ke Bandung pada September sampai November 2011 untuk melakukan program sosial dengan Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi.

 
Menurut Chris, orang Indonesia sangat ramah, sopan, dan sangat mau belajar. Terbukti ketika beliau berbicara dengan orang Indonesia, setiap orang ingin melatih Bahasa Inggris-nya.

 
“Saya bertemu seseorang di dekat Bale Padjadjaran. Kami berbincang sedikit. Ada satu kesalahan yang dilakukan orang anak itu, yaitu ketika ia mengatakan “the man is beautiful”. Saya mengerti maksudnya, namun saya mengoreksinya “the man is handsome and the woman is beautiful”. Lalu, kami tertawa bersama”, ungkap Chris sambil tertawa kecil. (Maragaretha Sinaga)

Profil Mahasiswa

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial

February 1, 2017

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial
BUNGA CLAUDYA selain fokus dalam kegiatan akademik, mahasiswa jurusan Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 2012 ini serius menggeluti organisasi.

Profil Dosen

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah

January 6, 2017

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah
DOSEN Fikom Unpad yang satu ini mudah dikenali dari gaya berpakaiannya yang lain dari yang lain. Pria kelahiran

Profil Alumni

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting

January 19, 2017

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting
SEORANG jurnalis investigasi hadir di tengah-tengah kehidupan jurnalisme bukan sekedar mengungkap kebenaran, tetapi juga sebagai bentuk advokasi. Jurnalis mampu