D3 Kehumasan A 2013 Fikom Unpad Gelar Jatinangor Festival

 

Jatinangor-Fest-edit

JATINANGOR – Berbekal tujuan mengangkat dan memperkenalkan kembali kebudayaan Jatinangor Kab Sumedang kepada masyarakat luas, mahasiswa Kehumasan A 2013 menggelar acara Jatinangor Festival (Jafest) di Lapangan Parkir BNI Gerbang Barat Unpad Jatinangor, Sabtu (05/12).
Jafest ini bertajuk “Nguyem, Ngulin, Nyunda” yang berarti menikmati makanan dan bermain dalam satu hari yang bertemakan budaya Sunda.

 
Jafest dimulai dengan pawai budaya tradisional dengan rute dari gerbang BNI, ATM center, gor jati, fakultas kedokteran, sampai kembali lagi ke gerbang BNI. Pawai ini diikuti oleh 12 desa di Jatinangor, yakni Cikeruh, Hegarmanah, Cibeusi, Cipacing, Sayang, Mekargalih, Cintamulya, Jatimukti, Cisempur, Jatiroke, Cileles, dan Cilayung.

 
Dalam pawai, setiap desa memamerkan kebudayaan yang berkembang di wilayahnya masing-masing. Salah satunya adalah Desa Cibeusi yang mempertunjukkan Reak Cibeusi. Kesenian Reak Cibeusi ini menampilkan waditra dog-dog, kecrek, tarompet pencak, penari topeng, penari kuda lumping, dan sinden. Reak Cibeusi biasanya digunakan warga untuk mengiringi arak-arakan pada kegiatan tertentu.

 
Acara dilanjutkan dengan pentas kesenian kebudayaan dari beberapa desa di Jatinangor. Para warga dari Desa Cikeruh dengan lihai mempertunjukkan seni reak kuda lumping. Mereka yang tergabung dalam komunitas bernama Pusaka Sunda ini telah menuai banyak prestasi, diantaranya menjadi penampil di Pembukaan Konferensi Asia Afrika 2015, juara di Lomba Kreativitas Seni Reak Kuda Lumping se-Kecamatan Jatinangor 2015, dan penampil di Gelar Reak Cibiru Wetan 2014.

 
Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh beberapa kelompok tari dan musik etnik, yaitu tim kesenian Biofarma Bandung, Sakatalu dari Cimahi, Jionara Band, Vanguard Parkour Band dari Unpad, Orkes Bagong Februari yang bergenre keroncong dangdut, Ega Robot Ethnic Percussion, dan Bandung Inikami Orcheka dari Bandung.

 
Jafest merupakan bentuk praktikum mata kuliah Event of Public Relations bagi mahasiswa Kehumasan A 2013 yang dibina oleh Lilis Puspitasari, S.Sos., M.I.Kom. Lilis menyatakan kebanggaannya akan usaha panitia yang membentuk acara ini.

 
“Semoga acara ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Jatinangor untuk mengangkat potensi kesenian daerah sehingga civitas academica Unpad juga dapat mengenali, menjaga, dan melestarikan budaya tersebut,” harap Lilis. (Margaretha Sinaga)