Debat Calon Dekan Fikom Unpad

 

Debat-Cadek-1-edit

JATINANGOR – Debat atau Sosialisasi gagasan calon dekan di lingkungan Universitas Padjadjaran digelar di Fakultas Ilmu Komunikasi. Dr. Atwar Bajari, M.Si dan Dr. Dadang Rahmat Hidayat SH, MSi, mencalonkan diri dan menyampaikan gagasannya sebagai calon dekan Fikom Unpad di Auditorium Pascasarjana Fikom Unpad, Senin (14/12) kemarin.

 
Dalam sosialisasi yang dimoderatori Dr. Jenny Ratna Suminar MSi ini, hadir Rektor Unpad (Prof. Tri Hanggono Achmad), Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, Inovasi, dan Usaha Unpad (Dr. Keri Lestari), Wakil Rektor Bidang Tata Kelola dan Sumber Daya Unpad yang juga merupakan panitia seleksi dekan di lingkungan Unpad (Dr. Sigid Suseno SH), Dekan Fikom Unpad (Prof. Deddy Mulyana PhD), tenaga kependidikan Fikom Unpad, serta mahasiswa sarjana dan pascasarjana Fikom Unpad.

 
Ketua Panitia seleksi pengangkatan dekan dan wakil dekan di lingkungan Universitas Padjadjaran, Dr. Sigid Suseno, menyampaikan bahwa sistem pemilihan dekan dengan sistem terbuka adalah yang pertama dalam sejarah Unpad, sesuai dengan PP No. 80 Tahun 2014 tentang Penetapan Universitas Padjadjaran sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum.

 
“Rektor pun memiliki tugas atau wewenang mengangkat dan memberhentikan pejabat di bawah rektor”, ungkap Dr. Sigid.

 

DRH-edit

Dr. Dadang Rahmat, SH, MSi

Dr. Dadang Rahmat Hidayat dalam pemaparan gagasannya sebagai calon dekan menekankan pada motto “Kita Unggul” yang terdiri dari Kredibel, Transparan, Akuntabel, dan Maslahat. Program yang diusungnya pun dikemas untuk mencapai tujuan pengakuan, kemanfaatan, dan kebahagiaan, yang disingkat “Aku Tabah”.

 
Dadang menyampaikan beberapa pokok gagasan, diantaranya ingin menjadikan tata kelola organisasi dan sumber daya manusia yang baik. Hal ini dapat dicapai dengan budaya menghormati dalam organisasi, kendali bersama melalui rapat rutin, penataan alokasi dosen dan tenaga kependidikan, task force, dan SOP di berbagai aktivitas organisasi. Selain itu, Dadang juga memiliki program untuk membentuk sistem informasi terpadu, menjadikan program studi sebagai pusat keunggulan atau backbone, mewujudkan lingkungan kampus yang nyaman, dan menciptakan media center serta pengelolaan anggaran yang baik.

 

Atwar-edit

Dr.Atwar Bajari MSi

Sedangkan, Dr. Atwar Bajari mengungkapkan empat poin penting dalam gagasannya, yakni kondisi Fikom saat ini, masalah strategis di Fikom, perencanaan strategis, serta strategi dan pendekatan yang dapat dilakukan.

 
Atwar Bajari mengemas gagasannya dengan tajuk “Fikom Hade”. Hade berarti “baik” dalam Bahasa Sunda yang dijabarkannya dalam hal hade niat (trust) jeung pikiranana (creativity), hade lengkah jeung carana (scientific rigor), hade gawe jeung hasilna (professionalism), hade tanggung jawabna (responsibility), hade pamor lain ku pamer (excellence and humble), hade ku sumanget jeung pangorbanana (encouragement), dan hade gogog jeung tagogna, hade tata jeung basana (credibility and communication).

 
Program yang diajukan Atwar diantaranya adalah rasionalisasi jumlah mahasiswa dan peningkatan jumlah dosen, rasionalisasi beban dosen dalam membangun kegiatan kemahasiswaan, rasionalisasi dalam proses mengajar dan belajar, mendorong iklim riset, kinerja riset kerjasama baik nasional maupun internasional, peningkatan jumlah guru besar, mendorong lahirnya dua jurnal ilmiah terakreditasi, pendirian lembaga standarisasi profesi dan tempat uji kompetensi komunikasi, serta peran integratif dengan prodi dan fakultas lain untuk mendukung taman sain. (Margaretha Sinaga)