Dekan Fikom Unpad Berpidato di Konferensi Internasional WCA di Portugal

 
Pidato-Dekan-2

Prof.Deddy Mulyana ,MA,PhD di Konferensi Komunikasi Dunia, di Universitas Lisbon Portugal. (Foto Ist).

LISBON, PORTUGAL – Guru Besar dan Dekan Fikom Unpad, Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D, telah diundang menjadi pembicara konferensi internasional yang diselenggarakan World Communication Association (WCA) di Universitas Lisbon, Portugal, 30 Juli – 3 Agustus 2015, yang dihadiri para ilmuwan komunikasi dari 27 negara di lima benua. Dalam presentasinya Deddy menyampaikan pidato berjudul “The Danger of Social Media: Indonesian Cases” dalam sidang pleno pada hari ke-2 konferensi tersebut, selain paper penelitian berjudul “People with Lobster-Claw Syndromes” dalam sidang paralel pada hari yang sama.

 
Tanpa mengesampingkan dampak positif teknologi komunikasi, dalam sidang pleno itu Deddy melukiskan berbagai dampak negatif penggunaan media sosial pada masyarakat Indonesia yang guyub dan berkomunikasi konteks-tinggi, sementara teknologi komunikasi seperti internet berasal dari budaya (AS) yang berbudaya individualis dan berkonteks rendah.

 
Dalam pidatonya Deddy mengajak agar para ilmuwan komunikasi dari seluruh dunia, khususnya ilmuwan komunikasi antarbudaya aktif melakukan penelitian mengenai peran dan pengaruh media sosial di berbagai negara, meski komunikasi antarbudaya secara tradisional didefinisikan sebagai komunikasi tatap-muka atau komunikasi antarpribadi antara orang-orang berbeda budaya.

 
“Menarik untuk menguji hipotesis apakah intensitas penggunaan internet atau media sosial akan menurukan kompetensi antarbudaya penggunanya”, paparnya.

 
Deddy menyarankan dibentuknya suatu metaetika atau etika universal untuk mengatur penggunaan teknologi komunikasi, termasuk gajet dan telepon pintar di ruang publik, sehingga tidak ada lagi orang yang asyik menggunakan alat tersebut saat acara resmi, seperti rapat atau seminar.

 
Pada hari terakhir konferensi WCA itu, 3 Agustus 2015, Dekan Fikom Unpad sempat menandatangani surat kerjasama akademik dengan Direktur Pusat Studi Eropa Universitas Aberta Portugal. Jose Eduardo Franco. (DM)