Dekan Fikom Unpad jadi Asesor Internasional dan Keynote Speech di Malaysia

 
Prof.Deddy Mulyana bersama profesor dari AS dan Australia.

Prof.Deddy Mulyana bersama profesor dari AS dan Australia.

KUALALUMPUR : Dekan Fikom Unpad Prof.H.Deddy Mulyana,MA,PhD tampil
sebagai keynote speaker dalam International Conference on Media Education and Training (ICMET) ke-2, Senin, (18/8) yang diselenggarakan Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia bekerjasama dengan Ohio University, Athens, Amerika Serikat. Selain sebagai pembicara kunci, dia juga dipercayai sebagai asesor internasional untuk Departemen Kajian Media, Universiti Malaya bersama dua orang professor dari AS dan Australia. Kegiatan ini berakhir hingga Jumat (22/8).

Deddy yang tampil dengan makalah berjudul “The Destroyer of Sacred Time and Local Culture: The Role of Media in Indonesia”, membahas tentang pengaruh media khususnya media televisi yang berdampak buruk terhadap kehidupan masyarakat. Menurut Deddy Mulyana, berbagai dampak negatif televisi dan internet di Indonesia sudah mulai Nampak dalam beberapa tahun terakhir ini. Dia pun mengajak kepada para akademisi yang hadir untuk mengatasi berbagai dampak negatif ini dengan membimbing keluarga di rumah dan memasukkan literasi media ke dalam kurikulum kajian media. Konferensi internasional ini dihadiri para peserta dari berbagai bangsa: Malaysia, Indonesia, Australia, Korea, Qatar, Nigeria, Amerika Serikat, Kanada, dsb.

Asesor Internasional
Selain sebagai pembicara kunci, Prof. Deddy Mulyana, bersama dua sejawatnya, yakni Prof. Krishna Sen dari University of Western Australia, Perth, dan Prof. Drew McDaniel dari Ohio University, AS, dipercayai sebagai asesor internasional untuk menilai Departemen Kajian Media, Univeriti Malaya. Departemen ini kemungkinan akan menjadi fakultas tersendiri di universitas tersebut. Tugas akademik ini berlangsung tiga hari antara 19-21 Agustus 2014, melibatkan wawancara dengan para mahasiswa S1, S2, dan S3 di Departemen tersebut, serta berbagi informasi dengan Ketua Departemen Kajian Media, Dekan Fakulti Sastera dan Sains Sosial, Rektor Universitas, Wakil Rektor Bidang Akademis di universitas tersebut. “Evaluasi komprehensif harus dibuat atas visitasi tersebut sebagai pelengkap atas evaluasi berbagai dokumen yang dilakukan beberapa bulan sebelumnya” ujar Deddy. (AA)