Dengan Ancaman Kematian, Penderita Gagal Ginjal Partahankan Karir di Tempat Kerjanya.

 

Doktor-Iwan-Supriyadi-edit

BANDUNG – Kendati kematian sewaktu-waktu bisa mengancam, namun banyak penderita gagal ginjal terminal (PGGT) yang tetap setia bekerja demi karirnya. Dengan pola hidup yang benar mereka bisa tetap bersosialisasi baik di tempat kerja maupun lingkungan tempat tinggalnya.

Dosen STIKOM The London School of Public Relations, Iwan Supriyadi (44) mengungkapkan hal itu dalam disertasinya yang berjudul “Success Story Penderita gagal Ginjal Terminal dalam Mempertahankan Karir di Bawah Ancaman Kematian”. Disertasi tersebut dipertahankan dalam sidang promosi doktor, beberapa waktu lalu di Program Doktor, Program Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Fikom Unpad.

Iwan Supriyadi dipromotori oleh para pakar Komunikasi Kesehatan, Dr. Susanne Dida, MM, Prof.Dr. Mien Hidayat,MS dan Dr. Yanti Setianti,MSi. Bertindak sebagai tim oponen ahli yaitu, Prof Deddy Mulyana,MA, PhD, Prof.Dr.Engkus Kuswarno,MS dan Dr.Hanny Hafiar,MSi. Sedangkan sebagai representasi guru besar tampil Prof.Dr. Dadang Suganda,M.Hum. Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Dekan Fikom Unpad, Dr.Dadang Rahmat Hidayat,Ssos,SH, MSi.

Menurut Iwan, para penderita PGGT di tempat kerjanya merasa terbantu oleh sistem kerja yang bisa menerima penderita apa adanya. Rekan sekantor umumnya memberikan empati yang lumayan besar. Keterbukaan akan penyakit yang dideritanya didasari oleh kenyamanan diri di lingkungannya.

Meski demikian, ujar Iwan, ada pula penderita PGGT yang bersikap tertutup sehingga penyakitnya merasa menghambat tanggungjawab pekerjaannya. Itu sebabnya, ada penderita PGGT yang sangat komit terhadap tanggungjawab tugasnya, tetapi ada pula penderita PGGT yang justru mementingkan dirinya sendiri. (AA)