Dengan Disertasi “Komunikasi Dakwah”, Irta Sulastri Raih Gelar Doktor Komunikasi.

 
Irta Sulastri

Irta Sulastri

BANDUNG – Komunikasi para da’i di Padang Sumatera Barat masih ada yang memiliki perilaku negatif. Hal tersebut mencerminkan ketidak-harmonisan antara da’i dengan peserta komunikasi lainnya. Perilaku negatif tersebut diantaranya bersikap provokatif dalam berdakwah, memukul-mukul meja sampai menghardik jamaah dari dalam ruangan.

 
Irta Sulatri (51) dosen Fakultas Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang mengungkapkan hal itu dalam sidang terbuka promosi doktor ilmu komunikasi,Jumat (13/2) di Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi Kampus Unpad Jl.Dipatiukur no.35 Bandung. Irta berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Komunikasi Dakwah di Kota Padang” (Kajian Fenomenologi tentang Perilaku Komunikasi Da’i dalam Berdakwah di Kota Padang).

 
Ita Sulatsri dipromotori oleh Prof.Deddy Mulyana MA, PhD dengan anggota Prof.Dr.Soeganda Priyatna,MM dan Dr.Agus Rahmat,MPd. Sedangkan tim oponen ahli terdiri dari Prof.Dr.Hj. Nina Winagsih Syam MS, Dr.Siti Karlinah MSi serta Dr Atwar Bajari, MSi.

 
Irta-Sulastri-edit-2Kendati demikian, menurut Irta, da’i yang berperilaku positif jauh lebih banyak. Bahkan bagi jemaahnya para dai ini dinilai mampu menambah wawasan para jemaahnya, menghilangkan keragu-raguan umat, menteralisir keadaan, memberikan peringatan dan penyadaran. Sedangkan dari dimensi hubungan ditandai dengan keakraban, pemberian dukungan, pemberdayaan, kepedulian, kebersamaan, mampu ber-empati kepada jamaahnya serta membangkitkan semangat serta toleransi.

 
Selain meneliti tentang perilaku komunikasi, Irta juga meneliti tentang motif berdakwah, pengalaman komunikasi serta pengelolaan kesan da’i dalam berdakwah. Irta berhasil mempertahankan disertasinya dengan yudisum “sangat memuaskan”. (AA)