Diah Fatma, “Saya Tidak Pernah Membayangkan Bakal Jadi Doktor”

 
Dr.Diah Fatma Sjoraida MSi

Dr.Diah Fatma Sjoraida MSi

SELASA (21/7) pelataran gedung Pascasarjana Unpad di Jl Dipatiukur 35 Bandung dipenuhi oleh karangan bunga ucapan selamat promosi doktor. Beberapa diantaranya kiriman dari orang-orang penting seperti Gubernur Jabar Ahmad Heriawan, pimpinan BUMN dan beberapa bank.

Belasan karangan bunga itu dikirimkan buat Diah Fatma Sjoraida, dosen prodi Ilmu Humas Fikom Unpad yang saat itu melaksanakan sidang promosi doktor Ilmu Pemerintahan dengan judul “Implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2010-2012”

Perempuan kelahiran Bandung, 33 tahun lalu ini memang luwes dalam bergaul, tak heran jika jaringannya amat luas, makanya ketika sidang promosi doktornya berlangsung, selain belasan karangan bunga dikirimkan para koleganya, juga dihadiri oleh orang-orang kahot di Jawa barat, diantaranya istri wagub Jabar Ny.Giselawati D Mizwar, politisi senior Tjetje Hidayat Padmadisastra, tokoh musik Dr. Bucky Wikagoe, para pimpinan bank, BUMN dan perusahaan swasta di Bandung dll ,serta sejumlah wartawan.

Di hadapan para hadirin, Diah mengungkapkan sejumlah faktor yang mempengaruhi tidak efektifnya implementasi kebijakan keterbukaan informasi publik, diantaranya adanya pemahaman bahwa kebebasan informasi dapat mengancam jalannya pemerintahan. Karena itu, ungkapnya budaya keterbukaan menjadi amat sulit untuk diwujudkan.

Melihat meriahnya suasana sidang promosi doktor ini, maka orang akan menilai. Amat pas jika seorang Diah Fatma berkiprah dan menjadi dosen di Program Studi Ilmu Hubungan Masyarakat yang memang dituntut memiliki keluwesan pergaulan dan jaringan yang luas. Itu sebabnya sebelum menjadi dosen Fikom, Diah sempat bekerja sebagai public relations di beberapa tempat. Antara tahun 1993 sampai dengan 2003 dia pernah menjadi humas Perguruan Darul Hikam Bandung, setelah itu dia kemudian mengembangkan karirnya di bagian public relations Hotel Panghegar Bandung.

Diah juga selain sebagai dosen tetap di Prodi Humas Fikom Unpad, pernah menjadi dosen luar biasa di beberapa perguruan tinggi seperti di Program Magister Ilmu Pemerintahan Unjani Bandung, STIKOM Bandung, Unpas, IAIN (sekarang UIN) serta di LPKIA.

Kesibukannya bertambah banyak karena sejak 2010, Diah dipercaya menjadi sekretaris di Puslit Pengembangan Kebijakan Publik dan Kewilayahan (KPPK) LPPM Unpad. Diah juga sekali-kali menulis artikel opini di beberapa koran terkemuka di Bandung, bahkan pada hari dia bersidang, tulisan opininya dimuat di harian Tribun Jabar.

Dalam kata sambutannya di penghujung acara setelah dia dinyatakan lulus dengan judisium “sangat memuaskan” Diah mengaku selama ini dia tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menjadi seorang doktor, terlebih masa studinya terbilang singkat karena dia tercatat sebagai mahasiswa program doktor angkatan 2011.(AA)