Dian Wardiana, Raih Gelar Doktor Ilmu Komunikasi

 

Dian-Wardiana-Doktor-1-edit

BANDUNG – UU Penyiaran telah membuka cakrwala baru dunia penyiaran di Indonesia. Pemerintrah yang selama ini memegang kendali penyiaran dipaksa melepaskan kewenangannya, bahkan pemerintah harus melepaskan kepemilikan RRI/TVRI yang selama ini menjadi stempel resmi rezim yang sedang berkuasa. Kekuasaan penyiaran pun “digeser” ke arah demokratisasi penyiaran, yakni membentuk lembaga yang lebih independen.

 
Dosen Prodi Jurnalistik Fikom Unpad, mengngkapkan hal itu dalam disertasinya yang dipertahankan dalam sidang promosi doktor ilmu komunikasi, Selasa (5/1) di Gedung Pasca Sarjana Universitas kampus Bandung. Mantan anggota KPID Jabar ini dipromotori oleh Prof. Deddy Mulyana MA, PhD, Prof.Dr, Atie Rachmiatie,MSi, dan Dr. Betty RFS Soemirat,MS. Bertindak sebagai tim oponen ahli adalah Dr. Siti Karlinah MSi, Dr. Dadang Rahmat MSi dan Dr. Agus Rahmat MPd.

Dian-Wardiana-2-edit

Dr. Dian Wardiana, MSi (Foto Koleksi Pribadi DW)

 

Setelah adanya UU Penyiaran, lanjut Dian, terjadi perkembangan yang cukup signifikan dalam dunia penyiaran di Indonesioa diamana ada beberapa bentuk lembaga penyiaran baru, yakni Lembaga Penyiaran Publik (LPP), lembaga Penyiaran Berlangganan (LPB) dan Lembaga Penyiaran Komunitas.

 
“LPP merupakan reinkarnasi dari lembaga penyiaran yang dimiliki oleh pemerintah, yakni RRI, TVRI, Sturada dan RSPD yang kepemilikannya diserahkan ke publik, sementara LPB adalah pengakuan UU terhadap keberadaan lembaga tersebut yang selama ini lebih dulu eksis di Indonesia” ungkap Dian.

 

Lembaga Penyiaran Komunitas

Di tengah perubahan yang cukup mendasar di dunia politik dan penyiaran, menurut mantan anggota KPID Jabar ini, sebuah perkembangan yang cukup menarik tejadi di sebuah kecamatan di Kabupaten bandung bagian selatan. Sejumlah orang berkiprah berkreasi mengengelola sebuah radio komunitas yang unik dan kreatif. Nama radio komunitasnya adalah PASS berkedudukan di Kecamatan Katapang Kab.Bandung.

 
Radio komuntas inilah yang diangkat Dian Wardiana menjadi sebuah bahan disertasi karena radio komunitas ini cukup unik dimana telah terjalin sinergitas yang menarik antara pengelola radio dengan pemerintahan lokal dan juga masyarakat sehingga terwujudnya masyarakat yang madani. (AA)