Diskusi ASPIKOM dan USM Malaysia, Menuju Asosiasi Tingkat ASEAN

 
Para Pembicara Diskusi dari Aspikom dan USM Malaysia. (Foto Ist)

Para Pembicara Diskusi dari Aspikom dan USM Malaysia. (Foto Ist)

JATINANGOR – Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) bekerjasama dengan USM (University Sains Malaysia). Jumat (19/9) mengadakan diskusi tentang upaya mewujudkan Persatuan Komunikasi Asean (Pekom Asean) di Kampus Fikom Unpad. Asosiasi tingkat Asean ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses akademik di masing-masing negara.

 
Tampil sebagai pembicara dalam diskusi ini Dekan Fikom Unpad, Prof.H.Deddy Mulyana MA,PhD, Ketua Aspikom Pusat, Dr. Atwar Bajari MSi yang juga Wadek-1 Fikom Unpad. Sedangkan dari pihak USM Malaysia tampil Prof.Dr. Jamilah Ahmad, Assc dan Prof.Dr. Juliana Abdul Wahab.

 
Menurut Ketua Umum Aspikom, Dr. Atwar Bajari MSi, minat masyarakat terhadap pendidikan komunikasi di Indonesia semakin tinggi. Ini bisa dilihat dari jumlah PT penyelenggara pendidikan Ilmu Komunikasi. Data yang tercatat di ASPIKOM saat ini terdapat sekitar 240 PT (PTN dan PTS) yang memiliki program studi ilmu komunikasi.
“Kondisi di Malaysia mirip dengan di Indonesia. Animo calon mahasiswa terhadap ilmu komunikasi sangat tinggi” ungkap Atwar. Karena itulah, PT penyelenggara ilmu komunikasi harus lebih ditingkatkan kualitasnya.

 
Untuk mewujudkan Pekom Asean, sambung Atwar beberapa PT di Malaysia sudah terlibat dalam pembicaraan pembentukan asosiasi tingkat Asean ini. Diantaranya University Sains Malaysia, University of Sarawak, dan University of Petronas. Ketiganya berstatus sebagai PTN di Malaysia. Sedangkan PT di negara Asean lain yang sudah terlibat pembicaraan yakni PT-PT di Singapura, Thailand dan Filipina.

 

Foto Bersama seusai Diskusi. (Foto Aspikom)

Foto Bersama seusai Diskusi. (Foto Aspikom)

Menurut Atwar, tujuan pembentukan asosiasi perguruan tinggi komunikasi Asean  ini diantaranya untuk mewadahi penyelenggara program studi komunikasi dalam bertukar produk-produk ilmiah antar perguruan tinggi serumpun ilmu komunikasi. Kegiatan ini dilakukan melalui konferensi dan penerbitan publikasi ilmiah (jurnal dan buku) secara berkala.

 
Jika melihat pada perkembangan di Malaysia dengan ukuran pada publikasi ilmiah dan jurnal ilmiah, Sambung Atwar, Malaysia lebih maju dibandingkan Indonesia.
“Asosiasi ini, jika proposalnya beres pada 2014 ini akan diluncurkan pada 2015 saat konferensi internasional komunikasi, di USM Penang, Malaysia” ungkap Atwar. (AA)