Diskusi Mahasiswa tentang Perlalulintasan di Lingkungan Kampus Unpad

 

 sosialisasi-jalur-lalin-unpad-edit

JATINANGOR – Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan Kelas C angkatan 2014 Fikom Unpad menyelenggarakan Penyuluhan dan Diskusi tentang Perlalulintasan di Lingkungan Kampus Unpad, Jumat (16/12) lalu di Sekretariat Bersama UKM Barat Kampus Unpad Jatinangor. Mahasiswa yang terdiri dari Muhammad Ibrahim, Abdul Aziz, Vina Rufaidah, Raden Rina, Nirmala Kultsum, dan Zenza Natapraja menyelenggarakan kegiatan ini sebagai pengganti UAS mata kuliah Literasi Informasi.

Dalam penyuluhan dan diskusi ini, mereka mengundang Hadi Santosa, MM. dan Dudu Syahroni, S.Sos. dari UPT Lingkungan Kampus Unpad sebagai narasumber. Materi yang disampaikan yakni terkait perubahan jalur di Unpad kampus Jatinangor. UPT Lingkungan Kampus Unpad sendiri memiliki 5 tugas, dan salah satu tugasnya adalah mengatur lalu lintas dalam kampus.

Hadi menuturkan penyuluhan terkait perubahan jalur sudah dilakukan kepada mahasiswa, bahkan pihaknya sudah menyosialisasikannya ke tukang ojek dalam kampus. “Namun, sampai hari ini pelanggaran ada dan kerap terjadi” ujarnya.

Ditambahkanya, ada beberapa kendala Unpad dalam penerapan jalur yang baru. Kendala tersebut diantaranya adalah pengawasan yang kurang dari petugas Unpad yang bertugas dari pukul 06.30 hingga pukul 09.00 dan hanya ada enam petugas, kebijakan Unpad pun belum tegas dan belum ada sanksi untuk pelanggarnya, dan budaya jalan pintas yang masih melekat di masyarakat.

Kemudian, keberadaan ojek yang belum terorganisir juga menjadi salah satu kendala. Lalu, masyarakat luar kampus bebas keluar masuk Unpad, fasilitas dan prasarana yang belum mendukung, dan kurang sosialiasi atau kampanye tentang budaya tertib lalu lintas adalah kendala Unpad yang lain dalam penerapan jalur yang baru.

“Rambu-rambu di Unpad sudah kehilangan makna, kalau ada petugas, baru tidak menerobos tapi kalau tak ada, menerobos,” tambah Hadi. Dia pun menuturkan kalau dirinya pernah menegur mahasiswa dan tukang ojek yang melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Menurutnya, mahasiswa kalau naik ojek dan ojeknya malah melanggar sebaiknya mahasiswa tersebut mau menegur tukang ojek dan kalau bisa menepuk pundak tukang ojek tersebut.

Selain pernyataan Hadi, Dudu mengingatkan mahasiswa untuk tidak segan datang ke UPT Lingkungan Kampus. Dia pun menambahkan pintu UPT Lingkungan Kampus terbuka kepada mahasiswa, apalagi mahasiswa tersebut mempunyai niat membenahi tata tertib lalu lintas di Unpad. “Anggaran 2017 dapat memfasilitasi apa saja yang masih kurang,” harapnya terkait saran yang diberikan dari mahasiswa yang hadir.

Acara yang bertujuan sebagai sarana mahasiswa Unpad untuk memperoleh informasi yang lebih akurat dan terpercaya mengenai lalu lintas Unpad ini direspon dengan baik oleh UPT Lingkungan Kampus Unpad.

“Diharapkan acara ini menjadi sarana bagi mahasiswa Unpad untuk menggali informasi sedalam mungkin mengenai lalu lintas Unpad yang sebenarnya,” ujar Ibrahim selaku penyelenggara kegiatan. (Rio Feisal)