Dosen Fikom Unpad Serahkan Kukang ke BBKSDA Jawa Barat

 

 

 

Dr. Herlina Agustin, MT, dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad melaksanakan serah terima terhadap satwa dilindungi kukang kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat di kampus Unpad, Jatinangor, Senin (26/11/18). Kukang yang berjenis kelamin jantan ini merupakan hasil penyerahan sukarela dari masyarakat.

Penyerahan kukang disaksikan Manajer Pembelajaran & Kemahasiswaan Fikom Unpad Agus Setiaman, M.Si. dan Kepala Pusat Studi Komunikasi Lingkungan Iriana Bakti, M.Si di Gedung Dekanat Fikom. “Kemarin kita mendapatkan satu ekor kukang dari masyarakat. Dia menyerahkan kukang dalam acara pelatihan penanganan ular yang dilaksanakan di Fikom Unpad, Jatinangor,” ujar Herlina yang saat ini menjabat Kepala Departemen Komunikasi Massa Fikom Unpad.

Dia memaparkan Sumedang, Jawa Barat merupakan habitat kukang. Kukang yang diamankan berjenis Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) yang berumur sekitar satu tahun. Satwa yang tampak lucu dan imut ini tercantum sebagai satwa yang dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 92 tahun 2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

“Dengan status sebagai satwa yang dilindungi, sesuai dengan UU No.5/1990 Pasal 21 ayat (2) tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup maupun mati, ” jelas dosen yang juga aktif di LSM Profauna Indonesia.

Kukang yang telah diamankan selanjutnya akan diberikan penanganan khusus agar dapat dilepas liarkan kembali. “Kukang setelah dipelihara oleh manusia, mereka tidak bisa langsung dilepas liarkan karena mereka tidak terbiasa untuk mencari makan sendiri,” ungkap Herlina.

Satwa liar yang sebelumnya hidup dengan manusia membutuhkan waktu rehabilitasi yang tidak singkat. Semakin lama dia hidup dengan manusia, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan satwa tersebut agar siap untuk dilepas liarkan. “Dengan lamanya mereka hidup bersama manusia, itu berarti semakin kecil kemungkinan satwa tersebut kembali kea lam liar,” ujar Nadya Andriyani, Koordinator Profauna Jawa Barat.

Satwa liar jenis kukang ini akan dititip rawat di Yayasan IAR Indonesia di Bogor untuk menjalani rehabilitasi dan apabila telah dianggap mampu survive di alam liar maka akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Kondisi kukang yang diserahkan kepada BKSDA pagi tadi masih baik. Nadya memperkirakan kukang tersebut dapat dilepas liarkan setelah 3-6 bulan waktu rehabilitasi. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi kesehatan satwa dan perilaku alamiah satwa tersebut yang masih sehat.

Saat ini, sudah terdapat lima jenis kukang di dunia yang sudah terancam punah. Salah satu jenisnya adalah kukang jawa. Tidak hanya kukang jawa saja yang dilindungi dalam peraturan menteri. Terdapat tiga jenis kukang yang dilindungi yakni Kukang (Nycticebus coucang), Kukang Kalimantan (Nycticebus menagensis), dan Kukang Jawa (Nycticebus javanicus). Kukang di habitat aslinya merupakan pengendali populasi serangga dan menyebarkan biji-bijian di alam liar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Fikom Unpad dan Profauna atas kerjasamanya. Kami berharap kerjasama tetap dipertahankan untuk kelestarian satwa liar kita. Dengan penyerahan satwa dilindungi secara sukarela ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat untuk segera menyerahkan satwa liar yang dilindungi apabila dimiliki,” ujar Rocky Batu Tandi Bua, Kepala Bidang Teknis BBKSDA Jawa Barat.

Bagi masyarakat yang masih memelihara satwa liar yang sudah dilindungi oleh undang-undang sebaiknya segera menyerahkannya kepada pihak berwenang dalam hal ini BBKSDA. Dampak dari hilangnya satwa di alam liar cepat atau lambat akan kembali dirasakan oleh manusia. “Upaya pelestarian satwa yang dilindungi sangat sulit. Jangan memelihara satwa liar lagi. Karena setiap satwa mempunyai peran dan fungsi masing-masing di alam liar,” tutup Herlina. (GIRI/RAS)

#FikomUnpad2018 #kukangjawa #pelestariansatwa

Profil Mahasiswa

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial

February 1, 2017

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial
BUNGA CLAUDYA selain fokus dalam kegiatan akademik, mahasiswa jurusan Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 2012 ini serius menggeluti organisasi.

Profil Dosen

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah

January 6, 2017

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah
DOSEN Fikom Unpad yang satu ini mudah dikenali dari gaya berpakaiannya yang lain dari yang lain. Pria kelahiran

Profil Alumni

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting

January 19, 2017

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting
SEORANG jurnalis investigasi hadir di tengah-tengah kehidupan jurnalisme bukan sekedar mengungkap kebenaran, tetapi juga sebagai bentuk advokasi. Jurnalis mampu