Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Udayana Bali Kunjungi Fikom Unpad

 

Udayana-2-edit

JATINANGOR – Dalam rangka pengembangan program studi Ilmu Komunikasi sebanyak 7 orang dosen Universitas Udayana mengunjungi kampus Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Selasa (17/11). Dosen-dosen tersebut antara lain Pembantu Dekan II Fisip Unud, Ni Nyoman Dewi Pascarani, Koordinator Prodi Ilmu Komunikasi Ni Made Ras Amanda, Sekretaris Prodi dan staf dosen Ilmu Komunikasi Universitas Udayana. Mereka disambut oleh Wakil Dekan 1 Dr. Atwar Bajari Msi, Sekretaris Program. D3 PAKT Dr. Edwin Rizal,MSi dan Koordinator Humas Fikom Unpad Aat Ruchiat Nugraha.MSi.

 
Dalam kunjungan ini, tim dosen Ilkom Universitas Udayana mengajukan beberapa isu-isu strategis untuk didiskusikan bersama dalam rangka rencana pengajuan akreditasi prodi pada tahun 2016 mendatang. Dr. Atwar Bajari yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) memberikan arahan untuk menanggapi isu-isu tersebut, antara lain pengembangan kurikulum berorientasi KKNI, perubahan nomenklatur Ilmu Komunikasi mennjadi rumpun Ilmu Komunikasi dalam kelompok ilmu terapan, standar kompetensi dan penyusunan standar profesi, serta Lembaga Akreditasi Mandiri.

 
Udayana-1-editNi Made Ras Amanda mengatakan, “Sejak berdiri pada tahun 2011 lalu hingga saat ini prodi Ilkom Universitas Udayana hanya memiliki 7 orang dosen dan 200 lebih mahasiswa. Hal ini menjadi kendala bagi kami untuk mempersiapkan diri mengajukan akreditasi.” Selain itu, Ni Nyoman Dewi Pascarani menambahkan, “Fasilitas ruang kuliah pun terbatas karena ada 8 prodi lainnya di kampus FISIP yang harus berbagi jadwal kuliah dengan kami, jadi perkuliahan pun masih dalam sistem paket.” Salah satu staf dosen juga menyampaikan masalah learning outcomes yang ditetapkan pada prodi Ilkom Univ. Udayana. Terkait juga dengan penetapan gelar lulusan dari prodi Ilmu Komunikasi yang belum disepakati.

 
Dr. Atwar Bajari menanggapi, “Prodi Ilkom Univ. Udayana memiliki potensi untuk berkembang sesuai lokasinya, Pulau Bali menjadi keunggulan lokal sehingga dapat menjadi acuan penetapan learning outcomes.” Mengenai sertifikasi profesi, alumni prodi Ilmu Komunikasi dapat mengikuti tes di Lembaga Sertifikasi Profesi yang sudah ada misalnya profesi public relations di Univ. Mercubuana, USU, dan London School of Public Relation yang telah memiliki asesor profesional. Sertifikasi profesi ini dapat diajukan secara cross major misalnya sarjana jurnalistik dapat mengambil sertifikasi sebagai humas dan juga sebaliknya, dengan catatan masih dalam rumpun ilmu komunikasi. Tim dosen Univ. Udayana ini juga akan berkunjung ke Unuversitas Islam Bandung (Unisba) dan mengikuti konferensi ke Telkom University Bandung. (evelynd).