Dr.Dadang Rahmat Hidayat, akhirnya Pimpin Prodi Jurnalistik

 
Dr. Dadang Rahmat Hidayat saat menjabat Ketua KPI (Foto Fikarazmy.wordpress.com)

Dr. Dadang Rahmat Hidayat saat menjabat Ketua KPI (Foto Fikarazmy.wordpress.com)

DADANG Rahmat Hidayat, pria kelahiran 5 Februari 1968 ini adalah salah satu pengajar di Prodi Jurnalistik FikomUnpad. Semasa mahasiswa kuliah di dua fakultas yang berbeda. Kini aktif di bidang penyiaran, media dan politik. Dadang lulus dari Fikom Unpad pada 1990 dan dari Fakultas Hukum Unpad pada 1993. Dua gelar yang disandang tak membuatnya berhenti belajar dan menuntut ilmu. Pada 2006 dia meraih gelar magister. Pada 2012, gelar doktor pun diraihnya dari Program Pascasarjana Fikom Unpad.

 
Tak hanya berprestasi di bidang akademik, Dadang pun aktif di berbagai unit kegiatan mahasiswa saat kuliah. Mulai dari karate, sepak bola, sampai Menwa (Resimen Mahasiswa). Dia pun pernah menyabet gelar juara umum karate tingkat universitas. Lucunya pernah berada di dua tim sepak bola fakultas yang berbeda, sehingga membuatnya bingung harus mendukung tim yang mana. Pernah di suatu kejuaraan Piala Rektor Unpad, Dia didiskualifikasi karena tercatat di dua tim fakultas. Tercatat sebagai pemain Fikom dan FH.

 

Saat menghadap Presiden SBY (republika.co.id)

Saat menghadap Presiden SBY (republika.co.id)

Merasa sebagai putra seorang purnawirawan tentara dia pun bergabung di Yon II Resimen Mahasiswa (Menwa) Unpad. Tak dinyana. Dadang terpilih sebagai Komandan Batalyon II Unpad. Selepas jabatan itu, dia juga terpilih menjadi Kepala Staf Menwa Jabar. Prestasi dan kegiatannya baik di kampus maupun di luar kampus membuat Dadang memiliki segudang pengalaman.

 
Cita-citanya menjadi seorang wartawan tak tercapai. Dia malah harus menjadi dosen di Jurusan Jurnalistik. “Terpaksa” jadi dosen karena selagi mahasiswa dia mendapatkan Beasiswa Ikatan Dinas dari Dikti. Dia pun mengajar beberapa mata kuliah seperti Komunikasi Politik, Etika Pers dan Perbandingan Sistem Pers.

 
Selepas dari jabatanntya sebagai Ketua Komite Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, tahun 2014 ini dia terpilih menjadi Ketua Departemen/Koord Prodi Jurnalistik Fikom Unpad Dia juga masih sibuk menjadi narasumber, baik tentang dunia politik maupun tentang media di berbagai media massa.

 

Di Kanada bersama rombongan KPI.

Di Kanada bersama rombongan KPI.

Saat menjabat sebagai Pembantu Dekan III (PD III) di kampus Fikom Unpad. Ia terpilih menjadi anggota sekaligus Ketua KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Jabar. Ia mengaku ilmu tentang dunia penyiaran ia dapat dari bertukar pikiran selama di kampus. Ia pun mencetuskan program Gerakan Media Sehat dan Pemirsa Cerdas (GEMAS PEDAS), yang bertujuan agar masyarakat pandai-pandai memilih siaran yang layak untuk dikonsumsi. Gerakan tersebut adalah program unggulan saat dirinya menjabat sebagai Ketua KPID Jabar.

 
Pengalaman sebagai Ketua KPID Jawa Barat lalu menghantarkannya ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat. Walau ragu karena memiliki latar belakang akademisi dan bukan praktisi, Dadang akhirnya mendaftar sebagai calon Ketua KPI dengan visi misi untuk memajukan dunia penyiaran yang sehat. Akhirnya pada 2010, ayah tiga orang anak ini diberi amanah sebagai Ketua KPI periode 2010-2013.

 
Selama tiga tahun menjabat sebagai Ketua KPI, banyak hal yang telah dilakukan suami dari Dr.Herlina Agustin,MT ini. Diantaranya adalah penegurannya terhadap program komedi sahur dan program ‘kebanci-bancian’ di berbagai tayangan Ramadhan, dan peneguran beberapa infotainment yang tidak mengindahkan kaidah-kaidah jurnalistik. Tak hanya lewat teguran, ia juga menunjukkan keprihatinannya pada program tayangan musik pagi hari yang membawa penonton anak-anak sekolah. Ia berharap pihak stasiun televisi dapat lebih mengerti mengenai pengaturan jam siaran.

 
Dadang memang tipikal aktivis yang tak mau diam, sejumlah organisasi dia masuki bahkan menjadi pengurus. Dia pernah tercatat sebagai pengurus FKPPI Jabar, Wakil Ketua Ikatan Alumni Jurusan Jurnalistik, pengurus IKA Unpad, dan sekarang tercatat sebagai Wakil Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat. Serta sederetan organisasi dan aktivitas lainnya. ( Rachma Mutia B)