Dr Dadang Sugiana,MSi, Koes Plus dan Terobosan Bidang AKIK di Fikom Unpad

 

Dadang Sugiana-2

Dr.Dadang Sugiana MSi boleh jadi merupakan satu-satunya akademisi dengan jabatan wakil dekan di Fikom Unpad yang sangat menggilai grup musik legendaris Koes Plus. Bukan sekedar menyukai akan lagu-lagunya, tetapi juga ia menjadi pemusik yang selalu tampil di berbagai kota khusus menyanyikan lagu Koes Plus ini. Tidak heran jika ia hapal ratusan judul lagu Koes Plus beserta siapa penciptanya, tahun berapa diciptakan, dan latar belakang dari lagu itu.

Sebagai “fans berat” kelompok musik ini, disertasi doktor ilmu komunikasinya yang diraihnya pada tahun 2013, Program Pascasarjana Unpad juga tentang Koes Plus. Karena itu saat promosi doktornya sejumlah pemusik yang juga pencinta Koes Plus ikut hadir menyemangati Dadang Sugiana.

Dadang-Sugiana-1-edit

Dadang Sugiana dalam sebuah pentas musik (Foto Ist)

Awal tahun 2016 ini, Dadang Sugiana terpilih menjadi Wakil Dekan 1 di Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad. Dia  dosen Program Studi Manajemen Komunikasi yang dilantik sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaaan, Inovasi, dan Kerja Sama (AKIK). Pria kelahiran Tasikmalaya, 13 Juni 1961 ini, sudah cukup lama menjadi keluarga besar Fikom Unpad karena ia alumni fakultas ini angkatan 1982

Sejumlah angkatan 1982 lainnya juga mengabdikan diri di Fikom Unpad, seperti Prof. Engkus Kuswarno, Dr.Slamet Mulyana, Dr. Asep Suryana, Dr. Suwandi Sumartias, Teddy Kurnia Wirakusumah, MSi, dan Dr Iriana Bakti. Mereka semuanya teman seangkatannya di Fikom Unpad

Ketika ditanya perihal terobosan yang akan dibawa ketika menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaaan, Inovasi, dan Kerja Sama Fikom Unpad, Dadang menjawab akan mengembangkan bidang akademik dan kemahasiswaan yang juga sesuai dengan arahan dari universitas. Ia berpendapat bahwa sumber pembelajaran tidak hanya terbatas pada dosen di kelas namun juga dari sumber-sumber lain yang menyokong proses pembelajaran.

“Seperti hari ini, ada pelatihan pembuatan vlog yang pembicaranya merupakan orang luar Fikom. Kita manfaatkan berbagai macam sumber belajar untuk memberikan pengalaman belajar kepada para mahasiswa”, ungkap Dadang.

Mantan Ketua Program D3 Fikom Unpad ini pun menyampaikan bahwa kegiatan kemahasiswaan tidak boleh dihambat oleh kegiatan akademik. Keduanya harus berjalan beriringan dan bersinergi. Hal ini sesuai pula dengan amanat dari universitas.

Selain itu, Dadang juga mengharapkan bahwa mahasiswa Fikom Unpad tidak hanya dapat menghasilkan tulisan ilmiah sebagai syarat kelulusan, namun juga menciptakan produk bermanfaat yang tentunya berdasarkan naskah akademik.

Tidak hanya membawa terobosan di bidang-bidang kemahasiswaan, Dadang juga ingin mengembangkan kompetensi dosen, misalnya dalam hal riset.

Dadang-Sugiana-3-edit

“Riset yang dilakukan oleh dosen tidak hanya sekadar menjalankan rutinitas di tridaharma perguruan tinggi, namun merupakan riset yang jelas menghasilkan manfaat”, ujarnya.

Kebijakan riset di Universitas Padjadjaran adalah harus memenuhi harmonisasi beberapa pilar, seperti SDG (Sustainable Development Goals), nawacita pemerintah, tujuan umum pembangunan Jawa Barat, dan inovatif.

Lebih lanjut, Dadang mengharapkan bahwa Fikom Unpad dapat berkembang lebih baik dengan mewujudnyatakan bahwa Fikom Unpad merupakan kiblat ilmu komunikasi di Indonesia, melalui karya-karya dosen, program akademik, kualitas mahasiswa dan lulusan. (Margaretha Sinaga)