Dr.Ronny Adhikarya, Sarjana Komunikasi Harus Lebih Inovatif

 

Ronny-Adhikarya-1-edit

JATINANGOR – Lembaga pendidikan Ilmu Komunikasi harus mampu menyiapkan lulusan serta SDM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang cepat dan terus melesat. Sarjana ilmu komunikasi harus semakin inovatif pada 5 s.d. 7 tahun mendatang, jika tidak dia akan terlindas oleh jaman.

Mantan Pejabat Senior Bank Dunia di Washinton DC yang juga mantan Kepala perwakilan FAO PBB di Pakistan, Dr. Ronny Adhikarya mengungkapkan hal itu dalam kuliah umum di kampus Fikom Unpad. Acara yang dibuka oleh Dekan Fikom Unpad, Dr.Dadang Rahmat Hidayat,S.Sos, SH, MSi ini dipadati oleh ratusan mahasiswa sehingga auditorium Pascasarjana Fikom penuh sesak oleh peserta kuliah umum.

“Pertama dalam sejarah, sebuah kuliah umum pesertanya begitu membludak” ujar Dadang Rahmat. Hadir pula para Wakil Dekan, ketua prodi, departemen, manajer serta dosen Fikom Unpad. Sementara puluhan mahasiswa di luar auditorium menunggu tidak bisa masuk karena di dalam ruangan sudah penuh sesak.

Menurut Ronny yang juga alumni Fakultas Publisistik (sekarang Fikom) angkatan 1968 ini, tantangan besar akan dihadapi oleh para pakar pendidikan, praktisi pembangunan, pelaku bisnis, perancang kebijakan publik serta pembuat keputusan, bagaimana mendidik, membina dan mendukung sebanyak mungkin “Communipreneur” dan “Knowledge Broker” yang dibutuhkan di era “GloCal”.

GloCal adalah, Global Vision, Local action” ujar Ronny. GloCal di kurun Knowledge economy, sambungnya muncul karena dipicu oleh i-Cloud, serta teknologi social media and Mobile (CSM) yang terus berkembang.

Ronny-Adhikarya-2-edit

Pokok permasalahan utama, lanjut Ronny karena saat ini sedang berlangsung demokrasi informasi, komunikasi dan pendidikan yang membuat dunia semakin datar. Menurutnya, hal ini akibat makin merakyatnya kemampuan, kebiasaan dan kemauan masyarakat untuk mengakses sumber informasi maupun khazanah pengetahuan dan pendidikan.

“Semuanya didukung oleh perangkat dan infrastruktur internet dan aplikasi komunikasi yang semakin canggih, murah dan efisien” ungkapnya. (AA)