Dr. Suwandi Sumartias., M.Si., “Lewat Tulisan, Kita Bisa Memberikan Pencerahan pada Masyarakat”

 

Suwandi-editSEMULA bercita-cita menjadi ekonom, tetapi akhirnya terjun menjadi pakar komunikasi dan menjadi pendidik di almamaternya Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad. Begitulah garis kehidupan Dr. Suwandi Sumartias., M.Si., dosen di program studi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad yang mengajar tentang Public Speaking, Komunikasi Politik, Hubungan Industrial dan ilmu tentang kehumasan lainnya.

 
Meski menggeluti dunia Ilmu Komunikasi, Dr. Suwandi juga memiliki perhatian terhadap masalah politik dan perburuhan. Perhatiannya tersebut ditunjukan pada artikel yang ditulisnya dan dimuat di berbagai surat kabar, dipresentasikan pada berbagai seminar, serta aktif di berbagai komunitas. Perhatiannya terhadap dunia politik dan perburuhan terjadi karena ia melihat dua hal tersebut sangat rawan terjadi konflik.

 
“Demokrasi kita masih pada masa transisi sehinga potensi konflik masih sering terjadi. Sedangkan di perburuhan, masih kurangnya keterbukaan antara pengusaha, buruh dan pemerintah membuat kecurigaan-kecurigaan timbul sehingga menyebabkan terjadinya konflik,” jelas Dr. Suwandi saat ditemui di Gedung Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad.

 
Meskipun disibukkan dengan segudang urusan di kampus, tak menyurutkan laki-laki kelahiran Garut 14 Juli itu untuk terus menulis tentang politik dan perburuhan. Hasratnya untuk menulis bisa disebut luar biasa, ini bisa dilihat dari tulisan-tulisannya yang banyak tersebar di berbagai media massa, baik lokal maupun nasional. Saat ini ia sedang bersemangat untuk menyelesaikan buku tentang Konflik Hubungan Industrial dan Siar Politik, serta jurnal internasional sebagai prasyarat menjadi Guru Besar. Menurut Dr. Suwandi, budaya menulis merupakan salah satu bentuk dari pengabdian.

 
“Dengan menulis, meskipun kita tidak terjun secara langsung ke masyarakat, tetapi kita tetap bisa memberikan pencerahan dan informasi pengetahuan melalui tulisan. Barangkali idealnya melalui tulisan yang saya kemas, informasi opini yang saya sampaikan mudah-mudahan memberikan perubahan dan pandangan kepada pembaca. Tapi hal ini tergantung juga dari pembaca,” ujarnya.

 
Dr. Suwandi juga menilai, komunikasi memegang peran penting dalam setiap kejadian politik yang berlangsung dewasa ini. Komunikasi politik telah mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi informasi, termasuk kehadiran media sosial yang punya peran signifikan dalam pemilu dan pemilihan presiden yang baru saja berlangsung. Menurutnya, dengan lahirnya media social, dunia menjadi sangat datar, setara dan mengecil.

 
“Media sosial adalah media yang luar biasa, karena sangat personal sifatnya, jarak menghilang, dan individu berubah menjadi melek teknologi. Fenomena ini menjadi kajian yang luar biasa karena pengaruhnya sangat kuat dalam fenomena Komunikasi Politik maupun Komunikasi Sosial lainya. Media sosial menjadi kekuatan di luar media masa dan ini menjadi kekuatan baru di wacana perpolitikan,” tuturnya.

 
Meski begitu, Koordinator Program Studi Magister Komunikasi Fikom Unpad ini juga berpandangan bahwa masih banyak terjadi pelanggaran etika dalam penggunaan media sosial. Tak heran apabila akhir-akhir ini kasus-kasus penghinaan melalui media sosial yang berujung pidana banyak bermunculan.

 
Menurut Dr. Suwandi, masih lemahnya regulasi untuk mengatasi fenomena ini dan lemahnya sosialisasi keberadaan regulasi tersebut turut menyebabkan rendahnya pemahaman tentang etika berkomunikasi di media sosial oleh sebagian orang. Untuk itu perlu kesadaran semua pihak dalam menyosialisasikan regulasi tersebut baik media cetak, elektronik dan dunia kampus.

 
“Inilah peran kami sebagai lembaga pendidikan untuk membuat pusat-pusat kajian mengenai efek komunikasi dan media,” jelas Dr. Suwandi.

 
Berkenaan dengan Dies Natalis Fikom Unpad yang ke 54, ia pun berharap seiring perkembangan ilmu komunikasi yang telah menjadi bidang yang sangat diminati, Ilmu Komunikasi bisa memberikan solusi untuk berbagai persoalan bangsa. Dan Ilmu Komunikasi menjadi pusat kajian keilmuan khususnya pada ilmu komunikasi.
“Ini menjadi tantangan dan semoga bisa secepatnya tercapai. Mudah-mudahan komunikasi memberikan solusi, dan Fikom Unpad menjadi pusat kajian keilmuan khususnya pada ilmu komunikasi,” pungkasnya.*
Laporan : Purnomo Sidik / eh (unpad.ac.id)