Dua Mahasiswi Prodi Ilkom jadi Duta Budaya dan Pariwisata di Karawang dan Agam

 

JATINANGOR – Melisa Ariska Adha dan Fitri Ani, dua mahasiswa jurusan ilmu komunikasi angkatan 2015 ini ternyata memiliki ketertarikan yang serupa, yaitu pada bidang pariwisata dan budaya. Ketertarikan ini mereka salurkan melalui ajang pemilihan yang diselenggarakan oleh kota asal mereka masing – masing. Dari ajang pemilihan yang mereka menangi inilah Melisa dan Fitri dapat berkontribusi dengan kepeduliannya terhadap pariwisata di Indonesia.

Fitri Ani, selain fokus dalam kegiatan akademik dan non – akademik seperti mengikuti beberapa UKM, Ia juga menyempatkan untuk mengikuti Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Karawang. Ini merupakan ajang pemilihan duta budaya dan pariwisata untuk Kabupaten Karawang. Pemenang juara satu dari ajang ini nantinya akan mewakili Kabupaten Karawang di tingkat Jawa Barat.

Fitri Ani, Mojang Wakil II Kab. Karawang 2017

Fitri, begitu biasa Ia disapa, memenangkan Mojang wakil dua Kabupaten Karawang (Juara 3) dalam ajang ini. Sebagai 24 finalis yang telah berhasil lolos, Fitri akan membantu menyukseskan program kerja Dinas Pariwisata dan Budaya, serta berkewajiban untuk turut andil dalam mempromosikan budaya dan parawisata di Karawang.

“Sesungguhnya aku punya ketertarian dan concern sendiri terhadap pariwisata dan budaya di Indonesia. Jadi menurutku, lewat ajang ini aku bisa ikut berkontribusi untuk menjaga dan mempromosikan budaya dan pariwisata di daerahku sendiri. Selain itu, aku juga tertarik untuk belajar banyak mengenai pariwisata dan budaya lewat ajang ini”, jelasnya.

Tahapan seleksi Mojang Jajaka Kab. Karawang hanya ada satu, akan tetapi terdiri dari beberapa jenis tes mulai dari pengetahuan umum tentang pariwisata Karawang, wawancara dari Disparbud, tes psikologi, tes dari perwakilan pageant Indonesia, hingga tes bahasa asing. Menurutnya yang paling menyenangkan adalah saat awal seleksi, karena peserta dapat menunjukkan kualitas diri mereka masing – masing dari first impression yang diberikan. Saingan yang terdiri dari siswa SMA sampai yang sudah bekerja menjadi peneliti membuat Fitri menjadi sedikit nervous, akan tetapi hal tersebut dikalahkan oleh keinginannya yang kuat.

Menurutnya, banyak sekali manfaat yang didapatkan dari mengikuti ajang Mojang Jajaka ini. Selain tentunya Fitri dapat ikut berkontribusi mempromosikan Karawang, Ia menjadi lebih paham mengenai etika kehidupan sehari – hari. Seperti etika berpakaian sampai etika saat sedang makan. Keuntungan dari ajang ini pun tak luput dari bertambahnya teman, bahkan hingga kalangan profesional. Gadis yang hobi masak dan makan ini telah dipercaya untuk menjadi moderator di hadapan presiden dan wakil presiden diaspora. Dengan penghargaan yang Ia dapatkan dalam ajang ini, Ia merasa senang mendapat kepercayaan yang begitu besar dari pihak pemerinth daerah dan orang – orang di sekitarnya.

“Yang paling berpotensi untuk diangkat di Karawang saat ini adalah pariwisata alamnya. Sedangkan untuk budaya, saya ingin sekali memperkenalkan budaya hajat masyarakat Karawang seperti Upacara Adat Nadran yang masih kurang diketahui oleh anak – anak muda di sana”, jawab Fitri ketika ditanya mengenai keinginannya mempromosikan pariwisata dan budaya Karawang.

Masih dengan semangat yang sama terhadap pariwisata dan kebudayaan lokal, kali ini, Melisa Ariska Adha mengikuti pemilihan Uda Uni Duta Wisata Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pemilihan ini diadakan di bawah Dinas Pariwisata, sehingga memang ditujukan untuk anak muda yang tertarik dan peduli terhadap bidang pariwisata di daerahnya.

Melisa Ariska Adha, Runner-Up I Uni Agam 2017

Pemilihan Uda Uni ini ternyata bukan ajang pertama yang diikuti oleh Melisa, pada tahun 2015, Ia juga pernah mengikuti ajang pemilihan Gadih Minang Sumatera Barat, dan menjadi juara pertama. Dari situlah kepeduliannya terhadap pariwisata dan budaya lokal semakin besar yang kemudian mengarahkannya kepada pemilihan Uda Uni Duta Wisata ini.

“Aku merasa mendapat banyak manfaat, salah satunya aku jadi bisa memberikan kontribusi nyata untuk daerah ku sendiri”, ucapnya.

Walupun pemilihan ini diadakan pada saat libur semester, Melisa tetap berjuang untuk menyelesaikan tahapan – tahapan seleksi yang diberikan oleh panitia. Buktinya, berbagai jenis seleksi mulai dari tahap seleksi berkas dan wawancara mengantarkannya menajdi salah satu dari sepuluh pasang finalis Uda Uni Agam. Kegigihannya dalam mengikuti tes wawancara yang jumlahnya tidak hanya satu, seperti public speaking, pengetahuan umum,, adat budaya dan agama, etika, hingga pariwisata dan pemerintahan serta penampilan bakat juga membuatnya dapat meraih posisi Runner Up 1 Uni Agam 2017.

Dalam mencapai keberhasilannya tersebut, Melisa mempersiapkan diri dengan materi yang Ia butuhkan dan belajar dari pengalaman dan cerita orang – orang lain di sekitarnya. Pemilihan ini sangat berkesan baginya, apalagi ditambah dengan masa karantina yang menyenangkan. Saat persiapan menuju Grand Final, Ia melalukan one day trip bersama finalis yang lain, melakukan kunjungan pasar tradisional dan museum, melakukan photoshoot dengan baju khas minang, latihan catwalk dan koreografi yang menjadi pengalaman yang tidak terlupakan baginya.

Kepedulian generasi muda terhadap budaya dan pariwisata lokal memang perlu diwadahi oleh pemerintah, seperti mengadakan ajang pemilihan duta budaya seperti ini. Tingginya peminat ajang ini membuat Melisa bertemu dengan orang – orang baru dari berbagai kalangan dan latar belakang. Kelebihan yang dimiliki oleh masing – masing individu membuatnya dapat saling berbagi ilmu dan pengalaman.

“Ajang ini membuat aku lebih mengeskplor diriku sendiri. Dan yang paling utama adalah, ajang ini membuat aku semakin jatuh cinta pada pariwisata dan budaya daerah sendiri. Sebagai anak muda, kita harus peduli terhadap pariwisata Indonesia. Apalagi pemikiran anak muda sekarang kreatif, kesempatan untuk mengembangkan ide terbuka lebar. Dan sektor pariwisata adalah sektor yang berpotensi untuk terus dikembangkan. Terutama pariwisata daerah asal kita, karena tentunya kita lebih tau dan lebih paham mengenai daerah kita sendiri.”, jelasnya mengenai pentingnya generasi muda untuk pariwisata dan budaya lokal.*(Marysa Salsabila)

Profil Mahasiswa

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial

February 1, 2017

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial
BUNGA CLAUDYA selain fokus dalam kegiatan akademik, mahasiswa jurusan Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 2012 ini serius menggeluti organisasi.

Profil Dosen

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah

January 6, 2017

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah
DOSEN Fikom Unpad yang satu ini mudah dikenali dari gaya berpakaiannya yang lain dari yang lain. Pria kelahiran

Profil Alumni

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting

January 19, 2017

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting
SEORANG jurnalis investigasi hadir di tengah-tengah kehidupan jurnalisme bukan sekedar mengungkap kebenaran, tetapi juga sebagai bentuk advokasi. Jurnalis mampu