Ernest Bakti Susetyo: Juara Olimpiade Matematika, Taklukan Amerika

 
Ernest Bakti Susetyo (Foto Koleksi Pribadi)

Ernest Bakti Susetyo (Foto Koleksi Pribadi)

MAHASISWA Prodi Humas Fikom Unpad angkatan 2012 ini sangat fasih berbahasa Inggris. Ernest Bakti Susetyo kelahiran Palembang 20 tahun lalu ini, sudah berprestasi sejak duduk di bangku sekolah. Ketika duduk di bangku SMA. Ernest jago matematika sehingga dia menyebt juara Olimpiade Matematika tingkat kota Palembang. Saat itu pun ia dinobatkan sebagai 15 siswa terpandai matematika se-kota Palembang.

 

Kendati jago matematika, namun Ernest bukannya kuliah ke fakultas eksakta, dia malah memilih Prodi Humas Unpad untuk masa depannya. Selama duduk di bangku kuliah pun, nilai IP-nya selalu di atas 3.5.

 

Prestasinya terlihat sejak duduk di bangku SMP. Ketika duduk di kelas dua SMP, Ernest direkomendasikan sekolahnya untuk program beasiswa NTU (Nanyang Technological University). Namun dia gagal di sesi wawancara sehingga urung berangkat ke Singapura. Namun gagal ke sana dia malah berhasil menjajal ke New York. Kota yang jauh lebih bergengsi.

 

Depan Patung Liberty Amerika (Foto koleksi pribadi).

Depan Patung Liberty Amerika (Foto koleksi pribadi).

Pada April 2014, Ernest akhirnya menjadi perwakilan untuk konferensi internasional NMUN (National Model United Nation) di New York. Hanya sepuluh orang perwakilan dari universitas yang bisa mengikuti NMUN. Konferensi tersebut mengaplikasikan konferensi seperti PBB dan diikuti oleh lebih dari lima ribu mahasiswa di dunia. Tujuannya adalah untuk mengikutsertakan pemuda dalam menanggapi isu-isu dunia. Hal tersebut juga membawanya menjadi perwakilan Unpad dalam riset program CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan di Indonesia bersama dosen Humas Unpad dan dosen dari Australia.

 

Ernest mengaplikasikan ilmunya di bidang Public Relations, sebagai pimpinan EO (Event Organizer) dalam try out akbar se-Sumatera Selatan pada tahun 2012 yang dinaungi oleh komunitas AMPERA, sebuah asosiasi mahasiswa asal Sumatera Selatan di Unpad. Selain itu, Ernest merupakan pimpinan PR dari komunitas pelestari budaya AICT (Ambassador of Indonesian Culture and Tourism) se-Indonesia.
Ernest juga aktif di bidang non-akademik. Sejak SMA Ernest suka sekali mengajar. Bisa dikatakan dia sangat concern terhadap pendidikan masyarakat di sekitarnya. Ketika kelas 1 SMA, Ernest mengajarkan anak-anak pemulung dan kurang mampu di Palembang. Selain itu juga, ketika duduk di bangku kelas 3 SMA, Ernest menjadi pengajar bimbingan belajar Gracia Palembang dan mendapat bayaran per-jamnya.

 

Muridnya para siswa SMA. Mata pelajaran yang ia ajarkan adalah akuntansi. Uang yang ia dapatkan dari mengajar, sangat lumayan dan bisa membayar uang sekolah, alat tulis maupun jajan. Ernest juga hobi sekali bernyanyi. Hebatnya, hobinya mampu menempatkannya sebagai juara 3 di pesta paduan suara gerejawi (pesparawi) nasional di Medan pada 2006.
Pada tahun 2012-2013 ia menjadi penyiar radio, produser program siaran Cerpen dan GM Marketing di RadioMU. RadioMU adalah radio Unpad yang dikelola oleh mahasiswa Unpad.
Cita-cita Ernest adalah membuat foundation pendidikan di Indonesia dimana semua dananya berasal dari perusahaan yang ia miliki kelak. Selain itu ia berharap dapat membangun hotel dan mall di salah satu kota di Indonesia. Namun, cita-cita jangka pendeknya ia ingin menjadi PR terlisensi yang bekerja di salah satu media massa nasional Indonesia.

 

Segala prestasi yang Ernest dapatkan tentu saja tidak terlepas dari campur tangan keluarga. Banyak pelajaran penting yang ditanamkan oleh orang tuanya sedari kecil.

 

Bagi keluarganya makan malam merupakan salah satu momen paling istimewa. Ernest selalu makan malam lengkap bersama seluruh anggota keluarganya. Momen tersebut digunakan untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah maupun bercerita mengenai hari yang telah di lewati oleh masing-masing anggota keluarga.
Setiap harinya Ernest selalu menghubungi anggota keluarganya. Hal itu penting untuk mengetahui kabar keluarganya. Baginya, keluarga merupakan harta yang paling berharga dan motivator paling manjur selama hidupnya. (Putri Sahani)