Feliza Zubair, “Pelaksanaan CSR oleh Perusahaan Besar Tidak Mudah”

 

Sidang Promosi Doktor Feliza Zubair

Sidang Promosi Doktor Feliza Zubair

BANDUNG : Melaksanakan CSR (corporate social responsibility) oleh perusahaan besar ternyata tidak mudah. Kegiatan external public relations ini dalam pelaksanaannya sangat dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat di sekitar industri. Terkadang program yang sudah disiapkan dan bermanfaat bagi sebagian besar warga sekitar perusahaan malahan ditolak oleh warga dengan alasan yang tidak jelas.

Dosen senior Prodi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad Feliza Zubair MSi mengungkapkan hal itu ketika mempertahankan disertasi berjudul “Pemahaman Pengusaha dalam Penerapan CSR oleh PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk” di hadapan tim promotor dan oponen ahli Sidang Terbuka Promosi Doktor, Program Pasca Sarjana Komunikasi, Jumat (11/7) di Kampus Unpad Bandung. Sidang dipimpin oleh Prof.H.Deddy Mulyana MA,PhD dan Sekretaris Sidang Dr.Hj.Siti Karlinah,MSi.

Konsep kegitan bisnis yang berusaha mencari keuntungan saat ini, ungkap Feliza telah berubah. Berangkat dari kesadaran akan pentingnya dukungan masyarakat terhadap perusahaan, maka strategi PR banyak perusahaan dilengkapi dengan penyelenggaraan program sosial yang diharapkan akan meningkatkan citra dan reputasi perusahaan. “Salah satunya melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR)” tegasnya.

Menurut Feliza, dalam kegiatan public relations, CSR adalah komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan tanggungjawab sosial perusahaan yang menitikberatkan kepada keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomi, sosial dan lingkungan.

Dalam usaha pertambangan, seperti yang dilakukan PT Indocement, kegiatan external public relations ini semakin berat mengingat perusahaan akan mengeksplorasi lahan yang dapat berakibat adanya gangguan terhadap masyarakat sekitar. Lahan-lahan yang yang dieksplorasi akan rusak akibat eksploitasi, dan itu harus direklamasi dan direvitalisasi untuk mengembalikan fungsi lahan supaya tidak merusak lingkungan.

Disinilah pentingnya kegiatan lembaga public relations bagaimana menjaga hubungan dengan masyarakat sekitar mengingat lahan di lokasi penambangan biasanya menjadi tandus, penuh lubang galian, terjadi pencemaran udara, kebisingan bahkan tidak menutup kemungkinan terjadinya bencana alam.

Feliza menjadikan PT Indoocement sebagai obyek penelitiannya mengingat perusahaan ini telah berhasil mereklamasi dan merevitalisasi lahan yang gundul dan gersang tadi bersama-sama dengan masyarakat berupa program pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Lahan bekas galian bahan baku semen ditanami pohon jarak yang berfungsi bukan hanya sebagai penghijau lahan tandus tetapi juga dapat digunakan sebagai upaya pengembangan energi alternatif.

Karena usaha keras perusahaan ini PT Indoecement memperoleh penghargaan Gold Proper dari Kementerian Lingkungan Hidup. Juga perusahaan ini telah menerapkan Produksi Bersih, Sekolah Adiwiyata serta Kampung Iklim sehingga PT Indocement diganjar dengan predikat sebagai Green Company. “Semua ini merupakan penerapan kaidah-kaidah public relations serta pelaksanaan CSR dengan baik” ujar Feliza.(AA)