FGD, “Bukan Bacot Biasa” ala Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad.

 
Suasana Diskusi di Saung Plasa Fikom Unpad. (Foto Dina Gurning).

Suasana Diskusi di Saung Plasa Fikom Unpad. (Foto Dina Gurning).

JATINANGOR – Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (HMJ) Fikom Unpad menggelar focus group discussion (FGD) bertajuk Bukan Bacot Biasa (BBB) yang membahas praktek kerja lapangan (PKL) mahasiswa Prodi Ilmu Jurnalistik Fikom Unpad pada Rabu (22/4) sore di Saung Plasa Kampus Fikom Unpad Jatinangor. FGD ini sebagai wadah diskusi dan sharing antara mahasiswa yang sudah melaksanakan PKL dengan mahasiswa yang akan menghadapi PKL pada semester VI.

 
Mahasiswa Prodi Ilmu Jurnalistik Fikom Unpad dituntut untuk melaksanakan PKL dua kali untuk memenuhi syarat kelulusan; PKL di media cetak atau dalam jaringan (online) sebesar 2 SKS dan PKL di media televisi atau radio sebesar 2 SKS. Setelah melaksanakan PKL, mahasiswa dituntut membuat laporan PKL dan mempresentasikannya dihadapan dosen pembimbing PKL sebelum mendapatkan nilai.

 

 

Peserta Diskusi HMJ (Foto Dina Gurning).

Peserta Diskusi HMJ (Foto Dina Gurning).

Forum didominasi oleh bahasan mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing media tempat PKL. Media cetak dan online yang sering menjadi tujuan para mahasiswa melaksanakan PKL adalah Pikiran Rakyat, Republika, Media Indonesia, Kompas.com, BeritaSatu.com, dan lain-lain. Media televisi dan radio yang sering menjadi tujuan para mahasiswa melaksanakan PKL adalah Metro TV, TV One, RCTI, Kompas TV, PJ TV, dan lain-lain.

 
Masing-masing media memiliki karakter yang berbeda dalam memperlakukan mahasiswa PKL. Seperti pada media televisi, sebagian media memfokuskan mahasiswa PKL di lapangan untuk ikut meliput bersama reporternya, sebagian media memfokuskan mahasiswa PKL di studio. Maka dari itu, diskusi forum yang dihadiri oleh sekitar 40 orang ini didominasi dengan pembahasan mengenai masing-masing karakter media sesuai pengalaman para senior yang hadir.

 
“Yang terpenting dalam memilih tempat PKL adalah kebutuhan, ketertarikan, dan cita-cita mahasiswa yang bersangkutan,” ujar Afif Permana, alumni angkatan 2009 dalam forum. Pertimbangan lainnya adalah lokasi kantor, upah, dan lain-lain. Maka dari itu, langkah observasi informal (bertanya pada senior) mengenai karakter media yang dituju sangat penting.

 
“Saya ikut forum diskusi ini karena saya butuh informasi lebih dalam untuk memilih tempat dan melaksanakan PKL,” ujar Chiquita Hutauruk, mahasiswi semester V. Wanita berumur 21 tahun ini mengaku memiliki pertimbangan yang lebih matang setelah menghadiri forum ini. (Dina Gurning).