FGD Kementerian Kominfo tentang KPI di Fikom Unpad

 
FGD-KPI-3

Dekan Fikom Unpad, Dr.Dadang Rahmat,SSos,SH,MSi menjadi moderator FGD Kominfo tentang KPI di Fikom Unpad (Foto Suwito)

JATINANGOR – Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Fikom Unpad, Senin (25/4) menyelenggarakan focus group discussion (FGD) di kampus Fikom Unpad Jatinangor. Acara ini dimaksudkan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan stakeholder dalam rangka rekruitmen calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat masa bakti 2016 – 2019. FGD berlangsung seru, selain dihadiri oleh para praktisi, akademisi dan pengamat dan regulator dunia penyiaran, juga menyembulkan aneka isyu menarik dalam acara ini.

FGD-KPI-1

Sekretaris Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Drs Hendra Purnama MSi memberikan sambutan (Foto Suwito)

Menurut Sekretaris Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo, Drs Hendra Purnama MSi, diharapkan dari FGD ini panitia seleksi dapat menghasilkan anggota KPI terpilih sesuai dengan harapan masyarakat tentang permasalahan dunia penyiaran di Indonesia. Tantangan yang akan dihadapi oleh dunia penyiaran ke depan menurut Hendra semakin berat diantaranya masalah digitalisai, konvergensi dan perubahan regulasi.

Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) KPI, Fredi H Tulung, sampai Senin (25/4) tercatat sebanyak 576 orang pelamar. Dari jumlah tersebut akan dipilih 9 orang untuk menjabat sebagai komisioner KPI. Dari jumlah tersebut akan disaring 54 orang terbaik dan selanjutnya akan dipilih kembali sehingga terplilih 9 orang anggota komisioner oleh tim dari DPR-RI.

Menurut Fredi, saat ini ada sejumlah tugas berat dalam dunia penyiaran Indonesia, diantaranya masalah globalisasi informasi, demokratisasi dan konvergensi. Selain itu, digitalisasi dan perubahan regulasi juga menjadi beban berat yang akan dipikul oleh anggota KPI periode 2016 – 2019.

Seru

Diskusi yang dipandu oleh Dekan Fikom Unpad, Dr Dadang Rahmat Hidayat S.Sos,SH,MSi yang juga mantan Ketua KPI Pusat berlangsung seru. Para praktisi dan pengamat dunia penyiaran yang diundang dari Jakarta melontarkan isyu-isyu yang menarik. Salah satu isyu yang menarik adalah harapan hasil akhir proses seleksi nanti bisa selaras dengan hasil pilihan DPR-RI karena yang menentukan hasil final adalah pihak DPR-RI sesuai amanat undang-undang Penyiaran no 32 tahun 2002.

Dikeluhkan, bahwa selama ini pihak Pansel dinilai tidak memiliki kewenangan untuk sampai menentukan hasil akhir siapa yang layak untuk menjadi komisioner karena ketokan palu terakhir ada di pihak DPR-RI. Padahal pansel mengantongi hasil seleksi berdasarkan sejumlah test yang dilakukan secara obyektif termasuk test psikologi. Fenomena tidak selaras antara pilihan DPR/DPRD dengan hasil seleksi pansus juga terjadi di sejumlah KPI Daerah di Indonesia.

Menurut anggota Tim Pansel KPID Jabar yang juga mantan Ketua KPID Jabar, Prof.Dr. Atie Rachmiatie,MSi, dalam seleksi anggota KPID Jabar periode 2014 – 2017, ternyata peserta seleksi terbaik hasil seleksi Pansel KPID Jabar berada di urutan ke-14 ketika diketok palu oleh DPRD-Jabar “Tentu saja calon terbaik tadi tidak terpilih karena anggota KPID Jabar hanya tujuh orang” ungkap Atie.

Karena itulah sejumlah peserta FGD memohon kepada pansel KPI dan juga pansel KPID agar mempublikasikan skor akhir hasil seleksi yang dilakukan secara obyektif oleh pansel kepada masyarakat. “Agar masyarakat luas bisa tahu mana hasil pemilihan obyektif oleh pansel dan siapa yang dipilih menurut versi DPR-RI atau DPRD Provinsi” ungkap seorang peserta.

“Hal ini untuk menghindari aneka kepentingan masuk dalam proses pemilihan anggota komisioner ini” ungkap yang lain.

FGD ini dihadiri oleh sejumlah lembaga dan perorangan yang memiliki kredibilitas di bidang penyiaran diantaranya Ketua ATVJI, ATVLI, Komisi Informasi Pusat, Lembaga Sensor Film, Yayasan Pengembangan Media Anak, Dosen LPDS, KPID Jabar,  Kementrian Kominfo, PWI Jabar, Tim Pansel KPI Pusat, Para Pengamat dan praktisi penyiaran, Wadek-1 dan 2 Fikom Unpad, Kaprodi Jurnalistik dan Kaprodi TV Film Fikom Unpad, para dosen Fikom Unpad, Kepala Departemen Komunikasi Massa Fikom Unpad, Para mantan pengurus KPID Jabar, dll. (AA)