Frans Ambudi, “Jika Ingin Sukses, Jadilah Aktivis Kampus”

 
Frans Ambudi. (Foto Koleksi Frans)

Frans Ambudi. (Foto Koleksi Frans)

LUQMAN Alfaris mahasiswa Prodi Jurnalistik angkatan 2012 sudah lama mendengar sosok mantan aktivis mahasiswa Jurusan Jurnalistik Angkatan 1987, Frans Ambudi. Dia pun mengontaknya dan mewawancaranya via email. Luqman tidak tahu bahwa Frans sedang sakit, dan akhirnya meninggal dunia pada 26 November lalu. Inilah tulisan Luqman hasil wawancaranya dengan Almarhum Frans Ambudi.

 *****

PERISTIWA kerusuhan krisis moneter ’98, Tragedi Semanggi, serta bencana tsunami Aceh pada 2004 menjadi sebagian kecil pengalaman liputan yang luar biasa dari sekian banyak liputan pernah dilakukan oleh Frans Ambudi Wirahatno, alumni Prodi Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 1987. Ia sudah bergelut di dunia jurnalistik semenjak menjadi mahasiswa di kampus Fikom Unpad. Keaktifannya dalam kegiatan kampus, baik dari segi akademik maupun non-akademik, membuat kemampuan dirinya semakin terlatih dan terasah untuk bisa menjadi jurnalis yang apik seperti sekarang ini. Ia pun kini berprofesi sebagai produser salah satu program talkshow di JAK TV, sebelumnya pernah menjadi wartawan di Harian Umum Berita Yudha. Pun ia pernah juga menjadi awak Liputan 6 SCTV.

 

Foto Jaman Mahasiswa (Foto Koleksi Tian M Arief)

Foto Jaman Mahasiswa (Foto Koleksi Tian M Arief)

Semasa kuliah, Frans menjadi aktifis kampus, Dia masuk Unit Karate Unpad, bahkan pernah mencalonkan dirinya sebagai ketua Senat Fikom Unpad. Kegemarannya dengan fotografi pun ia salurkan lewat kegiatannya yang sering mengirimkan hasil foto jurnalistiknya ke suratkabar lokal seperti Pikiran Rakyat, Suara Karya, Bandung Pos dan Gala (sekarang Galamedia). Hingga pada akhirnya ia mendirikan klub fotografi di Kampus Unpad, dengan rekan-rekannya angkatan ’90. Frans Ambudi yang dulu semasa kuliah menggemari pelajaran tentang retorika dan filsafat ini sengaja membuat dirinya aktif dalam kegiatan kemahasiswaan untuk bisa mendapatkan banyak rekan-rekan dan jaringan yang berguna untuk masa depannya.

 

Berfoto dengan pengisi acara JAK TV. (Foto Koleksi pribadi).

Berfoto dengan pengisi acara JAK TV. (Foto Koleksi pribadi).

“Dengan segala keaktifan kegiatan mahasiswa, kita semua bisa mendapatkan berbagai pengalaman yang berharga dan berguna untuk kita dalam menjalani profesi apapun di masa depan” pesan Frans. Begitu pula yang ada di pikiran Frans ini, mahasiswa saat harus bisa mencari pengalaman kemanapun dan bekerja sebagai apapun. Dengan didukung oleh perkembangan media komunikasi yang sangat pesat, seharusnya hal tersebut bisa membantu dan mempermudah berbagai kegiatan yang akan dilakukan oleh para mahasiswa untuk menunjang prestasinya selama kuliah. “Banyak-banyak berkenalan dengan alumni dan gali potensinya, bangun sinergi antara sivitas akademi. Dengan begitu, semua ilmu akan berarti dan kemampuan dari potensi menjadi Fikom Unpad hebat,” ujarnya.

 

Kanker Usus
Priyantono Umar, wartawan Republika, sahabat Frans seangkatan jaman kuliah di Jurusan Jurnalistik menyatakan, Frans mengidap kanker usus, ‘’Awalnya setiap makan muntah kembali, saya sempat bilang ke dia, jangan-jangan ususnya lengket,’’ ujar Ndari, istri Frans suatu ketika kepada Pri.
Menurut Ptiyantono, ketika harus mendapatkan perawatan Frans terbentur birokrasi kartu BPJS di sebuah RS kanker di Jakarta. ‘’Nunggu sebulan hanya untuk scan, mencari masalah apa yang menyebabkan muntah, harus nunggu sebulan, dan itu pun belum ada hasil, karena ketika dapat jadwal scan, mesinnya dinyatakan tak berfungsi. Untuk mengatur jadwal lagi, harus daftar lagi ke konter BPJS,’’ujar Pri menirukan Ndari, istri Frans.

 

Akhirnya, digunakan asuransi komersial, Frans dibawa ke RS swasta di Tangerang, dan ketahuan ada pelengketan di usus, kanker. Frans dirawat, akar-akarnya sudah bisa dibuang. ”tahu begini dari awal, mending langsung pake asuransi komersial saja, tak harus buang waktu menunggu jadwal bpjs,” ujar Ndari. Tapi untuk menghilangkan sel kanker pilihannya kemo, menungu jadwal kondisi fisik Frans dan kepulangan dokternya dari luar negeri. Frans disarankan terus mendapat asupan protein,

 

Sabtu (22/11) lalu, Pri mendengar Frans masuk RS lagi, dan Rabu (26/11)  pukul 17.00 mendapat kabar Frans berpulang menghadap Nya. (Luqman Alfarisi/AA)