Gali Permasalahan Mahasiswa, Program Studi Jurnalistik, Hearing dengan Mahasiswa.

 
Hearing Prodi Jurnalistik dengan Mahasiswa. (Foto Suwito).

Hearing Prodi Jurnalistik dengan Mahasiswa. (Foto Suwito).

JATINANGOR – Untuk menggali aneka permasalahan yang dialami oleh mahasiswa selama mengikuti proses belajar mengajar di kampus, Program Studi Jurnalistik Fikom Unpad kembali mengadakan acara dengar pendapat (hearing) dengan para mahasiswanya. Kegiatan yang berlangsung Rabu (18/2) di ruang Oemi Abdurachman ini diikuti oleh para mahasiswa angkatan 2011, 2012, 2013 dan mahasiswa angkatan 2014.

 
Hearing langsung dipimpin oleh Koordinator Prodi, Dr.Dadang Rahmat Hidayat S.Sos,SH,MSi didampingi oleh Sekretaris Prodi Pandan Yudapramesti S.Sos, MSi serta pengurus Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (HMJ) Fikom Unpad.

 
Hearing-1Dalam acara ini mahasiswa dipersilakan untuk mengungkapkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan masalah akademik dan non akademik. Dalam acara ini hadir pula para dosenProdi Jurnalistik  sehingga aneka masalah diharapkan bisa dicari solusinya.
Keluhan yang muncul misalnya masalah nilai mata akhir kuliah tertentu, masalah penugasan dosen yang dinilai terlalu berat atau tugas yang tidak relevan dengan mata kuliah. Masalah yang dikeluhkan, jika dosennya hadir langsung ditanggapi dan diberikan informasi yang sejelas-jelasnya perihal aneka keluhan tersebut.

 
Hearing-3Keluhan juga menyangkut pembiayaan kuliah yang masih dinilai terlalu memberatkan. Mengutip pernyataan Rektor Unpad, Koprodi menjamin bahwa masalah kesulitan keuangan mahasiswa bisa dicari jalan keluar mengingat Unpad memiliki komitmen, tidak akan ada mahasiswa yang di-DO karena masalah keuangan.

 
Dalam kegiatan ini dipaparkan pula rencana Prodi Jurnalistik yang dipercaya oleh Dewan Pers dan sebuah organisasi profesi wartawan untuk melaksanakan uji kompetensi bagi wartawan di Indonesia.

 
Hearing-2Selain itu, dipaparkan juga pengalaman delapan mahasiswa Prodi Jurnalistik Unpad yang berkesempatan mengikuti program Jenesys 2.0 ke Jepang beberapa waktu lalu atas biaya penuh dari pemerintah Indonesia. Menurut Dadang Rahmat, peserta Jenesys ke Jepang dari Prodi Jurnalistik merupakan peserta paling banyak, karena biasanya pihak penyelenggara hanya memberangkatkan satu mahasiswa untuk satu prodi di seluruh dunia. (AA).