Genetitas dJatinangor 2017: Bangkitnya Media Alternatif di Indonesia

 

Muhammad Heychael saat memberikan materi terkait Media Alternatif di Auditorium Pascasarjana Fikom Unpad Jumat (7/10). Foto: Muhammad Ryo Arbani

JATINANGOR – LPPM dJatinangor kembali menggelar seminar tahunan yang pada tahun ini mengangkat topic “Bangkitnya Media Alternatif” yang diselenggarakan di Auditorium Pascasarjana, Fikom Unpad pada Jumat, (06/10). Dewasa ini media di Indonesia diberikan warna baru dengan hadirnya media-media dengan keunikan masing-masing yang bila ditilik dari segi konten dan produksi media memiliki perbedaan bila dibandingkan media arus utama lainnya. Sebut saja tirto.id, Mojok.co, hingga Geotimes.co.id.

Muhammad Heychael selaku Direktur dari Remotivi, salah satu lembaga pemantu siaran televise di Indonesia turut memaparkan seputar ruang lingkup media alternative itu sendiri. Karena menurutnya masih ada anggapan terhadap media yang dinilai sebagai sebuah media alternative, namun sebenarnya belum tentu memang merupakan media alternative. Menurutnya, pemberitaan-pemberitaan yang ada di media massa pasti memiliki muatan kapitalisme yang besar. Maka bila dikaji secara ekonomi politik, pasti terdapat muatan ekonomi di dalamnya.

“Tidak ada media yang benar-benar mewakili kepentingan publik. Kalau dilihat akar historisnya, di mulai dari para pemikir yang tergabung dalam maszhab Frankfurt tokoh-tokohnya seperti Adorno, mereka mengatakan, tidak ada berita bagus di media karena sistem politik media yang dibangun adalah untuk mencari keuntungan media. Untuk itu, hadir konsep literasi media di dalamnya bagi masyarakat,” paparnya.

Media alternative ini muncul ketika orang-orang Kritis/Marxis ditagih, apabila tidak ada berita bagus karena sistem ekonomi politik yang ada di media maka pertanyaannya adalah ada tidak potensi untuk melakukan perlawanan dan membuat informasi yang bagus di luar media yang hegemonik dan mapan. Atas dasar pertanyaan inilah orang-orang dari pemikir Marxian mengatakan bahwa akan ada yakni media alternative.

“Sebuah media dikatakan sebagai media alternative bila dilihat dari dua segi, yakni dari segi konten informasi dan proses produksi di dalamnya,”

Konten informasi dalam media alternative tentunya memiliki beberapa poin perbedaan bila dibandingkan media alternative di antaranya kemandirian ekonomi (keluar dari sitem kapitalistik seperti rating atau sistem traffic di web), independen, berbasis komunitas, akar rumput berbasis masyarakat hingga memiliki agenda khusus pada redaksi,

“Ketika sebuah media bisa memberikan alternative di antara pilihan-pilihan pemberitaan yang bisa mendikotomi orang maka itulah media alternatif.

Sementara itu, salah satu editor dari Geotimes.co.id, Cania C. Irlanie menyampaikan ketika berbicara mengenai media alternatif maka diperlukan dua variable yakni media mainstream dan alternatif. Karena alternatif media tidak akan ada tanpa mainstream media. Dalam berbagai macam kajian ketika term alternative media muncul, media mainstream terkategorisasikan sebagai media konvensional, yang punya medium konvensional, dan menguasai konstruksi kebenaran di tengah masyarakat.

“ Dia menjadi sumber informasi  yang utama yang dipercaya oleh masyarakat dan alterbatif media muncul sebagai lawannya media mainstream,” tegas Cania.

Media alternatif dapat menjadi referensi bagi pembaca dalam mengakses informasi secara komprehensif. Untuk pada akhirnya menjadi bahan perbandingan informasi dari berbagai media sehingga kebutuhan akan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pembaca sendiri bisa terpenuhi. * (Hilda Julaika)

Profil Mahasiswa

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial

February 1, 2017

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial
BUNGA CLAUDYA selain fokus dalam kegiatan akademik, mahasiswa jurusan Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 2012 ini serius menggeluti organisasi.

Profil Dosen

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah

January 6, 2017

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah
DOSEN Fikom Unpad yang satu ini mudah dikenali dari gaya berpakaiannya yang lain dari yang lain. Pria kelahiran

Profil Alumni

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting

January 19, 2017

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting
SEORANG jurnalis investigasi hadir di tengah-tengah kehidupan jurnalisme bukan sekedar mengungkap kebenaran, tetapi juga sebagai bentuk advokasi. Jurnalis mampu