Catatan Perjalanan Gillian Catherine, Mahasiswi Prodi Humas Fikom Unpad yang Berpartisipasi dalam ajang WFYS 2017 di Rusia

 

RUSIA – World Festival of Youth and Students (WFYS) adalah festival yang diadakan setiap empat tahun sekali sejak tahun 1947, diadakan oleh Federasi Pemuda Demokratik Dunia, sebuah organisasi nonpemerintah pemuda internasional yang diakui PBB. Festival ini diadakan dengan semangat perdamaian antara pemuda di dunia pasca-Perang Dunia II. Diikuti oleh pemuda seluruh dunia yang berumur 18 sampai 35 tahun. Seiring berjalannya waktu, WFYS menjadi festival antara pemuda dan pelajar yang terbesar di dunia. Tahun ini, WFYS diselenggarakan untuk yang ke-19 kalinya dan diadakan di Sochi, Rusia.

Festival ini dihadiri oleh para pemimpin organisasi-organisasi nonpemerintah di dunia, para pemimpin partai politik, para pemimpin organisasi pemuda, para profesional muda, seperti jurnalis, seniman, kalangan akademisi: para pelajar, mahasiswa dan peneliti, serta masih banyak lagi. Secara umum, festival ini bertujuan untuk mengonsolidasikan peran pemuda di seluruh dunia melalui keaktifan para pemuda di organisasi atau komunitas terkait. Festival ini menjunjung tinggi semangat perdamaian, persahabatan dan keadilan, serta memiliki semangat yang tinggi untuk memperkuat hubungan antarnegara.

Tahun ini, WFYS dihadiri oleh 25,000 peserta dari 184 negara. 5,000 di antaranya adalah volunteer, berasal dari Rusia, yang bertugas membimbing dan membantu para peserta. WFYS ke-19 pada tahun ini bermoto “For peace, solidarity and social justice, we struggle against imperialism. Honoring our past, we build the future!”.

Rincian Program

WFYS ke-19 ini diadakan pada tanggal 14 sampai 22 Oktober 2017 di Rusia.

  1. Opening Ceremony WFYS

Opening Ceremony WFYS dilaksanakan di Red Square, Moscow dan Olympic Park, Sochi. Pada Opening Ceremony dilakukan prosesi peresmian delegasi negara-negara yang berpartisipasi pada WFYS dan dihadiri oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.

  1. Discussion Program

Discussion Program dilaksanakan di Sochi yang terdiri dari 11 platform diskusi berjalan secara serentak bekerjasama dengan PBB untuk membahas Sustainable Development Goals (SDG) 17 Goals to Transform Our world.

Terdapat 11 Platform Diskusi, yang terdiri dari:

  1. Economy & Partnership: Bekerjasama dengan HSE, RANEPA & Opora Rossii
  2. Science & Technology: Bekerjasama dengan ROCIT, RAEC, IIDF & Bauman MSTU
  3. Health & Welfare: Bekerjasama dengan UNAIDS, Ministry of Health Russia, Pirogov RSMU & European Regional Bureau of WHO
  4. Culture & History: Bekerjasama dengan UNESCO, Lomonosov MSU, Council of Europe, etc
  5. Politics & International Security: Bekerjasama dengan MGIMO, MSLA, UC GSIPK of MSU
  6. Education: Bekerjasama dengan Lomonosov MSU
  7. Territories Development, Architecture & Urbanism: Bekerjasama dengan Marchl, Createl Foundation & Astra Rossa Design
  8. Journalism & Media: Bekerjasama dengan TASS & Rossiya Segodnya
  9. Civil Society & Volunteering: Bekerjasama dengan UN Volunteers, FOM, VCIOM, CCRF, FSBU, etc.
  10. Ecology: Bekerjasama dengan Ministry of Energy Russia & Rosatom
  11. Forum of the World Federation of Democratic Youth

  1. Cultural Program

Cultural Program dilaksanakan di Olympic Park, museum, dan tempat-tempat outdoor yang berlokasi di Sochi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kebudayaan Rusia dan kebudayaan negara-negara yang berpartisipasi di WFYS. Beberapa kegiatan antara lain film screening, exhibition, lectures, konser & master class yang diselenggarakan dalam bentuk:

  1. Exhibittion Pavillion
  2. House of Jubilees Interactive
  3. Film & Animation Festival
  4. Romashka Club
  5. ART Center
  6. Pavilion of Scientific Achievement
  7. Interactive Library
  8. Festival of Cuisines of the World
  9. Theater Workshop
  10. Carnival of Street Art

 

  1. Sports Program

Sport Program dilaksanakan di Olympic Park, Sochi. Kegiatan ini berupa kompetisi olahraga, relay race, demonstrasi olahraga, training olahraga, national sport, dan world GTO. Sport Program bertujuan untuk memupuk sportivitas dan jiwa kompetitif di bidang olahraga dan memperkenalkan olahraga nasional dari masing-masing negara peserta WFYS.

Pendaftaran dan Persiapan

Saya mengetahui kegiatan ini karena diinformasikan oleh kenalan saya yang bekerja di media Rusia. Awalnya saya hanya iseng mendaftar karena saya tidak terbayang akan terpilih untuk mengikuti kegiatan ini. Cara pendaftarannya cukup mudah dan simpel. Masuk ke halaman website http://www.russia2017.com/ dan masuk ke halaman registrasi. Daftarkan dengan mengisi data dan buat essay pendek mengenai motivasui mengikuti kegiatan tersebut serta pengalaman organisasi, kepanitiaan, pendidikan, dan pekerjaan. Lalu akan dikirimkan email verifikasi ketika diterima sebagai peserta.

Persiapannya cukup mudah juga. Hanya perlu mengurus visa dan tiket. Visanya pun, khusus peserta WFYS diberikan visa pass gratis dengan pengurusan cukup satu hari jadi. Biaya yang perlu dikeluarkan hanya dalam membeli tiket pesawat. Segala macam akomodasi di Rusia dibiayai acara dan pemerintah.

Dari Indonesia terpilih sekitar 100 orang, namun yang sukses berangkat berjumlah 84 orang, yang terdiri dari mahasiswa, pekerja, dosen, dan lain-lain (berumur 18-35 tahun). Saya beserta sekitar 30 orang lainnya mencari sponsor ke Kemenpora dan berhasil mendapatkan lumayan yang menutupi sebagian tiket pesawat. Yang lainnya, mencoba mendapatkan dari sponsor lain, endorsement, bantuan kantor/perusahaan, maupun bantuan kampus.

Ini opsional dan tidak semuanya melakukannya, namun sekitar sebulan sebelum keberangkatan, saya dilatih membaca bahasa Rusia oleh kenalan saya, dan beberapa kata dasar dan mudah dalam bahasa Rusia. Hal ini karena penduduk Rusia tidak mendalami bahasa Inggris, sehingga kalau tidak bisa bahasa Rusia akan sangat menyusahkan. Bahkan hanya beberapa stasiun yang menggunakan translasi bahasa latin/Inggris, sisanya memakai bahasa dan huruf Rusia.

Keberangkatan

Saya berangkat bersama sekitar 10 orang lainnya menggunakan pesawat, sekali transit di Turki, dan bermalam satu malam di Rusia, sebelum lanjut dengan pesawat ke Sochi.

Sochi

Kami disambut oleh para volunteer yang sudah bersiap sedia di setiap bandara Rusia—Sochi. Walaupun tidak semua volunteer bisa berbahasa Inggris, tapi mereka mau berusaha dan bahkan ada beberapa yang belajar bahasa Inggri demi melayani di WFYS saja. Dari bandara, kami dijemput memakai bus dan shuttle sampai ke kompleks perhotelan.

Kami disediakan tempat tinggal berupa hotel yang satu kamarnya berisi 2-4 orang. Satu kamar berisikan 4 ruangan yang didesain semi apartemen: ruang masuk berisikan meja dan lemari pakaian, ruang tidur dengan 2-4 kasur dan TV, ruang dapur yang dilengkapi meja makan, dan toilet dengan bathtub, serta balkon. 25,000 orang ditampung di komplek hotel terbesar di dunia.

Hari pertama dan kedua hanya beristirahat di kamar hotel karena menunggu semua peserta sampai, dan acara dimulai pada hari ketiga. Pada hari ketiga dimulai Opening Ceremony yang diikuti ribuan peserta dan dihadiri oleh Presiden Rusia.

Kegiatan ini diadakan di satu daerah di Sochi yang luas, dengan disediakan bus, shuttle, dan mobil gratis sebagai transportasinya. Untuk makan pagi disediakan di hotel masing-masing, sedangkan untuk makan siang dan malam disediakan di suatu tempat dekat Olympic Park. Makanan juga disediakan full course gratis dari hari pertama sampai akhir, dari appetizer, main, sampai dessert dan buah-buahan.

Keamanan dalam acara ini memang luar biasa ketat. Mungkin karena banyak pembicara dan tokoh-tokoh penting hadir dalam acara ini, seperti pejabat, Presiden, motivator terkenal (termasuk Nick Vujicic yang terkenal bunting kaki tangan namun sukses dan bahagia), dan banyak tokoh-tokoh penting dari organisasi internasional. Setiap masuk daerah mana pun akan diadakan body checking dan scanning tas dan bawaan, serta handphone harus selalu dinyalakan dan diperlihatkan kepada securitynya. Kita masing-masing diberikan accreditation card yang akan dipakai sebagai kartu ID kemana pun kita pergi. Saya mengurus ID card ini dua hari lamanya karena sangat bertahap dan rumit.

Selain itu, tiap peserta diberikan kit yang isinya baju, jaket hoodie, vest, topi, jas hujan, notebook, kartu SIM dan handphone (ya, handphone) yang menandakan bahwa kami adalah peserta. Hampir dua minggu itu, Sochi diwarnai kuning, ungu, dan hijau, yang merupakan warna pakaian kit WFYS.

Kegiatannya diadakan utamanya di gedung Media Centre yang isinya ada ruangan-ruangan besar bertemakan 11 fokus yang telah dijelaskan. Fokus yang saya pilih adalah Journalism & Media serta Arts. Jadi, sebagian besar seminar dan workshop yang saya ikuti adalah bertemakan dua tema itu. Sayangnya, acara yang diadakan hampir semuanya dalam bahasa Rusia, dan hanya menggunakan alat bantu pendengar translator atau orang-orang yang bekerja sebagai translator. Untungnya, saya masuk cepat dalam beberapa acara, sehingga kebagian translator (orang). Namun, translatornya kadang pun masih belum terlalu fasih berbahasa Inggris dan masih mengandalkan Google Translator.

Selain itu diadakan Friendship Market yang isinya adalah puluhan bahkan mungkin ratusan booth dari berbagai negara yang memamerkan barang-barang unik dank has negaranya, juga berjualan berbagai macam hal. Karena kami disponsori oleh Kemenpora, jadi kami juga sekalian membagikan souvenirs Wonderful Indonesia.

Dalam acara ini saya berkenalan dengan begitu banyak pemuda dari berbagai negeri yang menurut saya sangat unik. Bahkan dari negara-negara yang, maaf, belum pernah saya dengar sebelumnya haha. Ada pun peserta dari Korea Utara yang membuat saya tertarik karena selama ini mereka begitu tertutup. Di sini kami bertukar kontak agar bia menjalin persaudaraan erat antarnegara. Kami juga membicarakan banyak topic yang berhubungan dengan kemajuan dunia. Salah satu pengalaman saya di sini adalah mengobrol dengan seorang aktivis perempuan dari Australia dan New Zealand, mereka sudah agak tua dan hadir bukan sebagai peserta (karena peserta maksimal 35 tahun, sedangkan mereka sudah mengikuti WFYS berkali-kali) melainkan sebagai organisasi.

Kepulangan dan Post-Kegiatan

Pada hari terakhir diadakan Closing Ceremony yang lagi-lagi dihadiri Presiden Rusia. Kami berpisah dengan tim delegasi Indonesia dan para volunteer yang bertanggungjawab atas Indonesia. Saling memberikan souvernir. Lalu kami pulang dengan pesawat ke Rusia, bermalam dua malam.

Di Moscow, saya dan 5 teman saya lainnya, diundang makan siang dengan dubes Indonesia di sebuah restoran. Di situ kami berbincang sebentar sambil menyantap makanan yang disediakan. Setelah itu kami diantar ke bandara dengan mobil yang disediakan dubes.

Lalu kami pulang ke Indonesia dengan transit sekali di Turki. Sampai di Indonesia kami tidak langsung saling melupakan, namun sampai sekarang masih saling kontak. Seminggu setelah WFYS pun diadakan reuni di Gedung Kebudayaan Rusia yang dihadiri tim delegasi Indonesia dan dubes Rusia di Indonesia. (Gillian Catherine)

Profil Mahasiswa

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial

February 1, 2017

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial
BUNGA CLAUDYA selain fokus dalam kegiatan akademik, mahasiswa jurusan Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 2012 ini serius menggeluti organisasi.

Profil Dosen

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah

January 6, 2017

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah
DOSEN Fikom Unpad yang satu ini mudah dikenali dari gaya berpakaiannya yang lain dari yang lain. Pria kelahiran

Profil Alumni

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting

January 19, 2017

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting
SEORANG jurnalis investigasi hadir di tengah-tengah kehidupan jurnalisme bukan sekedar mengungkap kebenaran, tetapi juga sebagai bentuk advokasi. Jurnalis mampu