“Globalinations”, Festival Budaya Fikom Unpad.

 
Fesbud-2-edit

Penampilan mahasiswa Prodi Jurnalistik. (Foto Joshua Lukman).

JATINANGOR – Auditorium Moestopo Gedung 4 Fikom Unpad diguncang oleh semaraknya Festival Budaya “Globalinations” Jumat, (12/6). Acara ini merupakan agenda tahunan yang menjadi ujian akhir untuk mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya bagi mahasiswa Jurnalistik angkatan 2014 dan juga mata kuliah “PR” Multikultur bagi mahasiswa Hubungan Masyarakat angkatan 2014. Delapan kebudayaan yang ditampilkan pada acara yang bertema “Embracing Glocalization” ini, antara lain budaya lokal seperti Sunda dan Aceh (Humas A), Bali dan Kalimantan (Humas B), Korea Selatan dan India (Jurnalistik A), serta Jerman dan Yunani (Jurnalistik B).

 
Kedelapan kelompok ini telah mempersiapkan banyak hal yang dapat merepresentasikan budaya dari daerah dan negara yang mereka wakili. Seluruh anggota kelompok mengenakan kostum tradisional dan bertata rias layaknya penari profesional. Mereka juga menyusun booth-booth berhiaskan bendera negara, properti dan gambar-gambar khas dari negara tersebut. Lebih menarik lagi mereka juga menyediakan makanan dan minuman khas dari setiap negara dan daerah, misalnya mie Aceh dan es timun, tumpengan khas Sunda, kimchi dan kimbap khas Korea Selatan, minuman soda khas Jerman, serta minuman ‘keringat dewa’ khas Yunani.

 
Setiap kelompok menampilkan atraksi budaya berupa mini kabaret dengan rangkaian tarian dan musik. Dari budaya lokal Indonesia, kelompok Sunda menampilkan tarian nandak dengan kostum penari berwarna cerah. Kelompok Aceh menampilkan tarian saman yang sangat kompak. Tak kalah serunya, kelompok Korea Selatan, misalnya menampilkan drama antara budaya tradisional dengan kostum “hanbok” dan budaya modern atau K-Pop dengan busana masa kini. Mereka juga menampilkan tarian kipas sebagai bentuk budaya tradisional dan K-Pop dance sebagai bentuk budaya modern.

 
“Kami cuma latihan dalam waktu semalam untuk penampilan tadi, karena seminggu ini kami masih disibukkan dengan jadwal UAS untuk mata kuliah lainnya,” papar Muji Rahayu, ketua kelompok Korea Selatan.

 
“Dengan segala keterbatasan berupa tempat, dana, dan juga waktu, mahasiswa tetap tampil dengan maksimal dan penuh kreativitas,” ungkap Dr.Evi Novianti,MSi, dosen pengampu mata kuliah PR Multikultur.

 
Nunik Maharani S.Sos, MA, selaku dosen mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya (KLB) mengatakan, “Festival ini menjadi final dari perkuliahan KLB, penilaian dari segi penampilan, presentasi, kesesuaian dengan tema, kekompakan, dan juga laporan yang mereka susun.” Acara tersebut juga dihadiri oleh dosen tamu dari Australia, Michael Gill. Selain festival budaya, pengunjung juga dapat melihat pameran foto dengan tema Asian African in Frame di selasar Gedung 4 Fikom Unpad. (evelynd)