Guru Besar Fikom Unpad Tampil di Konferensi Nasional Komunikasi ISKI 2015

 

ISKI-SOLO-1-edit

SURAKARTA – Berbicara tentang kedaulatan, maka kedaulatan itu ada di pikiran kita, bahasa merupakan media dari pikiran kita dalam mengungkapkan suatu realitas dan sebagai bingkai untuk berperilaku. Bahasa Indonesia pun kini mengalami percampuran dalam penggunaannya oleh masyarakat Indonesia.

 

Dekan Fikom Unpad, Prof. Deddy Mulyana,MA, PhD mengungkapkan hal itu dalam acara Konferensi Nasional Komunikasi 2015. Acara yang berlangsung Senin (12/10) merupakan salah satu rangkaian acara yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) yang mengambil tema “Kedaulatan Komunikasi: Konsep, Kerangka Kerja, Kreativitas Karya Kaya Kultur”.

 
Acara yang diselenggarakan di The Sunan Hotel Solo, Jawa Tengah tersebut dihadiri oleh tidak kurang dari 500 peserta dari berbagai macam kalangan. Mulai dari mahasiswa rumpun prodi ilmu komunikasi seluruh Indonesia, termasuk dari para dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang hadir sebanyak 35 orang yang akan mempresentasikan hasil penelitiannya hingga mengundang para guru besar ilmu komunikasi yang ada di PTN/PTS dan LIPI, yaitu Prof. Alwi Dahlan, Prof. Deddy Mulyana, Prof. Andi Faisal Bakti, Prof. Ibnu Hamad, Prof., Rahma Ida, Prof. Anwar Arifin, Prof. Engkus Kuswarno, Prof. Sasa Djuarsa, Prof. Andi Alimuddin Unde, Prof. Rusdi Muchtar, Prof. Zulhasril Nasril, Prof. Alo Liliweri, Prof. Prawito, Prof. Hafied Changara, Prof. Gati Gayatri, Prof. Nunung Prajarto, dan Prof. Andre Hardjana.

 
Dalam kesempatan luar biasa ini, turut hadir sebagai keynote speaker dan sekaligus membuka acara Konferensi Komunikasi dan Seminar Nasional Komunikasi, yaitu Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

 
Materi yang disampaikan oleh para pembicara sangat menggugah pemikiran peserta hingga dapat memahami betapa pentingnya kedaulatan komunikasi untuk pola pembangunan Indonesia secara infrastruktur maupun sumber daya manusia ke depan apalagi dalam rangka menghadapi implementasi program Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang merupakan sebuah program yang dapat menguntungkan atau merugikan bagi bangsa Indonesia apabila kedaulatan komunikasi tidak dikuasasi dengan baik oleh para stakeholders komunikasi.

 

Lebih lanjut, Deddy Mulyana mengungkapkan, penggunaan bahasa Indonesia telah mengalami penyalahgunaan di media publikasi sebagai contoh banyak frasa asing yang digunakan pada reklame dengan penggunaan bahasa yang gado-gado (campur-campur). Materi kedaulatan komunikasi dalam berbahasa ini disampaikan ini oleh Prof. Deddy Mulyana dengan lugas dan penuh candaan sampai mendapatkan tepuk tangan dari peserta seminar.

 

Di akhir materi, Deddy Mulyana menyarankan agar kedaulatan komunikasi bisa menjadi fokus perhatian bagi ISKI dengan cara memberikan penghargaan kepada para tokoh/lembaga yang menggunakan bahasa Indonesia dengan baik sebagai wujud kepeduliannya.

 
Disisi lain, seringnya media massa, khususnya televisi banyak menginformasikan bahasa “gado-gado” secara masif dan kontinyu dapat menimbulkan berbagai hal yang sesungguhnya sangat diperlukan dalam penegakkan kedaulatan komunikasi dari berbagai perpektif keilmuan yang dapat menyebabkan kerugian bagi identitas bangsa. Padahal, tidak semua reklame yang dipublikasikan itu ditujukan untuk orang asing. Meskipun memiliki sisi positif, akan tetapi melihat kondisi Indonesia saat ini, kedaulatan komunikasi dari perspektif bahasa menjadi tantangan tersendiri bagi para stakeholders komunikasi Indonesia.

 
Hal itu semakin diperjelas melalui penjelasan dari Freddy Tulung, MBA (selaku praktisi komunikasi) yang menyatakan bahwa dalam penyusunan peraturan perundangan mengenai komunikasi banyak para pakar komunikasi yang tidak mendampingi pemerintah sebagai regulator dalam menyusun undang-undang di bidang komunikasi.

 
Kemudian, untuk menjadi besar dalam bidang komunikasi tidak harus menyiapkan infrastruktur, karena eksistensi seseorang/lembaga akan besar seiring dengan permintaan pasar yang semakin canggih, yang disebut dengan Digital Disruption. Pada akhirnya, Freddy menantang pada ISKI agar menjadi mitra dalam penyusunan RUU Perlindungan Data Pribadi yang akan segera masuk di badan legislasi nasional DPR RI pada tahun 2016. (ARN)

Profil Mahasiswa

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial

February 1, 2017

Bunga Claudya, Aktivis, Juara dan Jiwa Sosial
BUNGA CLAUDYA selain fokus dalam kegiatan akademik, mahasiswa jurusan Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 2012 ini serius menggeluti organisasi.

Profil Dosen

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah

January 6, 2017

Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah
DOSEN Fikom Unpad yang satu ini mudah dikenali dari gaya berpakaiannya yang lain dari yang lain. Pria kelahiran

Profil Alumni

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting

January 19, 2017

Riki Dhanu, Sang Spesialis Jurnalisme Investigasi dan Depth Reporting
SEORANG jurnalis investigasi hadir di tengah-tengah kehidupan jurnalisme bukan sekedar mengungkap kebenaran, tetapi juga sebagai bentuk advokasi. Jurnalis mampu