Hadi Suprapto Arifin, Sukses Berawal dari Rumah

 

DOSEN Fikom Unpad yang satu ini mudah dikenali dari gaya berpakaiannya yang lain dari yang lain. Pria kelahiran Cirebon ini yang sekarang jadi dosen pengampu di Prodi Ilmu Komunikasi Fikom Unpad ini amat unik dalam berpakaian. Adakalanya ia mengenakan setelan putih-putih, memakai baju gamis atau mengenakan iket kepala khas Sunda

Sosok  unik ini di mata mahasiswanya dikenal cukup santun, ramah, tegas dan memiliki sikap kebapakan. Dia pun selalu semangat, mengajak para mahasiswanya untuk berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

Sosok ini adalah HadiSuprapto Arifin,M.Si. Dia sangat aktif dalam berbagai kegiatan di dalam maupun di luar kampus. Ia kerap kali menjadi pembicara di berbagai seminar atau menjadi seorang trainer di beberapa perusahaan ternama.  Dosen yang  juga menjabat sebagai wakil ketua di Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Pusat .

Kemampuannya dalam berbicara, amat pas untuk mengampu mata kuliah public-speaking di kampus Fikom Unpad. Baginya, berbicara adalah modal utama untuk berkomunikasi dan berorganisasi. Karena itu kepemimpinnya amat menonjol. Bahkan karena kepandaiannya dalam berkomunikasi, ketika Unpad masih dipimpin oleh Rektor Prof Himendra Wargahadibrata, Hadi dipercayai sebagai Kepala Humas Unpad.

Karena kemampuannya dalam soal berdebat, Hadi pun pernah dipercayai menjadi Pembantu Dekan III Fikom Unpad di era 90-an. Saat itu mahasiswa Fikom dikenal sebagai mahasiswa yang amat lantang dalam menyuarakan sesuatu. Dengan kemampuan public speaking-nya alumni jurusan Penerangan Fikom Unpad angkatan tahun 1978 ini mampu mengatasai berbagai permasalahan kemahasiswaan, khususnya untuk mengatasi aktivitas unjuk rasa mahasiswa.

Selain itu, Hadi juga pernah menjadi Ketua Program Ekstensi Fikom Unpad Kampus Bandung serta menjadi anggota Senat Universitas.

Namun, dengan kegiatan yang cukup padat, Hadi tetap menomorsatukan keluarganya. “Weekend merupakan hari keluarganya, saya sangat menghindari kegiatan di kala weekend, kalau pun terpaksa saya akan mengajak keluarga saya turut serta bersama saya,” ujar  Hadi. Dalam kurun waktu tiga sampai empat bulan sekali, bersama keluarga sering pergi liburan keluar kota atau sekedar pergi ke rumah orang tuanya.

Hadi sangat menjaga betul komunikasi yang baik antara dirinya, istri dan anak-anaknya. Perbedaan pendapat dalam kehidupan berumah tangganya merupakan hal yang wajar, musyawarah menjadi solusinya. Setiap malam, Hadi dan keluarga selalu berbincang-bincang walau pun hanya beberapa menit. Mereka saling bertukar informasi mengenai apa kegiatan mereka di esok hari.  Bagi lelaki asal Cirebon ini,hal itu salah satu cara mempererat ikatan dalam keluarganya dan juga menjaga komunikasi yang baik antar anggota keluarga.

“Sukses kehidupan di dunia dan akhirat dimulai dari dalam rumah. Dari bagaimana kemudian kita membentuk diri kita, pasangan hidup kita, anak-anak kita itu menjadi sesuatu yang berada di dalam track yang seharusnya, yaitu track di dunia dan akhirat.” ungkap Hadi yang sebentar lagi akan meraih gelar Doktor. (NovikaMaulidia)