Hanifa Paramitha Siswanti, Semifinalis Miss World Muslimah

 
Hanifa-2

Hanifa P Siswanti (Foto koleksi pribadi)

MENDALAMI sesuatu tidak menutup kemungkinan untuk menjadi ahli di berbagai bidang. Itulah kesan yang tersirat ketika mendengar Hanifa Paramitha Siswanti menceritakan pengalamannya. Hanifa lulusan Prodi Jurnalistik Fikom Unpad tahun 2012 dengan predikat cum laude, perempuan yang akrab disapa Ifa ini memiliki keahlian di berbagai bidang seperti menulis, bernyanyi, marketing, public speaking, dan event organizing.Potensi bakat yang dimilikinya membuat Ifa berani berkompetisi di dunia luar.

 
Dengan bakat yang berlipat, tidak aneh jika pencapaiannya membuat decak kagum. Ifa pernah mengikuti ajang pemilihan Mojang Jajaka Kabupaten Bandung dan dinobatkan sebagai juara 4. Selain itu, Ifa juga lolos sebagai semifinalis Miss World Muslimah, sebuah kontes internasional yang meliputi acara amal global tahunan untuk membantu korban kelaparan, konflik perang dan bencana alam. Tak hanya itu, Ifa juga pernah menjadi finalis Duta Kanker Serviks Jawa Barat, semifinalis Duta Bahasa Jawa Barat, dan menduduki posisi 19 besar Hilo Green Ambassador Bandung. Menurutnya, mengikuti kontes pemilihan seperti itu merupakan sarana untuk diri sendiri agar berani mengeluarkan potensi yang ada.

 
”Dulu suka mikir, nanaonan sih ikut pemilihan-pemilihan kaya gitu. Tapi ternyata kalau lihat sisi positifnya banyak. Ikut kompetisi bikin kita berani keluarin potensi,” ujar Ifa.

 
Perempuan kelahiran Cimahi 19 Maret 1990 ini adalah anak pertama dari dua bersaudara pasangan H. Bambang Siswoyo dan Hj. Purwani Astuti. Ayahnya seorang purnawirawan TNI AD yang bekerja sebagai pembimbing haji, sedangkan sang Ibu adalah seorang wiraswastawati. Saat ini Ifa bekerja sebagai reporter di Suplemen Mingguan Remaja “BELIA” Harian Umum Pikiran Rakyat. Ifa sudah bekerja sebagai reporter tetap selama tiga tahun.

 
Hanifa-3Sebelum bekerja di Belia, Ifa mempunyai banyak pengalaman bekerja di media massa, baik ketika sebelum lulus maupun sesudah lulus kuliah. Sebelumnya, pada tahun 2013 Ifa pernah bekerja sebagai editorial staff di majalah internal Dewan Pendidikan Kota Bandung, Jejaring Pendidikan, selama satu tahun. Ia juga pernah menjadi kontributor di nyataindonesiaku.com, produser dan script writer trainee di Radio ON Bandung,sekaligus bekerja menjadi produser trainee di Urban Radio Bandung pada tahun yang sama. Pengalamannya bekerja di media sebelum lulus kuliah diisi dengan bekerja menjadi editor di versezine.com, co-producer di Jogja TV, reporter di HU  Republika Jawa Barat, serta kontributor di gigsplay.com.

 
Selain menjalani pekerjaannya sebagai reporter, Ifa memiliki banyak sekali kesibukan lainnya di berbagai bidang. Minatnya terhadap dunia pendidikan, manajemen, bisnis dan seni membuat Ifa sibuk di kegiatan yang berbeda-beda. Komunitas sosial menjadi perhatian utamanya saat ini. Ifa aktif di Earth Hour Bandung, sekelompok relawan yang aktif melakukan gerakan kampanye tentang penghematan atau kebijakan energi. Setiap tahunnya Ifa aktif mengkampanyekan perilaku lingkungan bersama Earth Hour Bandung.

 

Kegiatan sosial lainnya yang pernah diikuti Ifa adalah sebagai pengajar di Kelas Inspirasi, sebuah kegiatan yang melibatkan para profesional terjun langsung mengajar di Sekolah Dasar untuk berbagi cerita dan pengalaman kerjanya. Bukan hanya komunitas sosial, Ifa juga menyalurkan hobi dan bakatnya di Hijabers Community Bandung. Ketertarikan Ifa di dunia manajemen membuatnya menduduki posisi public relations officer di sana.
Ifa mengakui,  kunci dari kegiatan dan pengalamannya yang segudang ternyata terletak pada keahliannya dalam memanej waktu. “Untuk ngatur jadwal sih biasanya aku pake agenda bulanan. Ngatur-ngatur mau kerjain mana dulu dan jam berapa. Tentuin prioritas weh,” tutur Ifa. (Jannisha RD)