Hima Humas Fikom Unpad Gelar Seminar PEN In MEA 2015

 

Arif-Suditomo-dalam-seminar-PEN-In-MEA-edit

BANDUNG –Hima Humas Fikom Unpad, Rabu, (2/9) menggelar Seminar PEN (Preparing an Expert for Enterprise) In MEA 2015 di Ruang Serbaguna Gedung 2 Universitas Padjadjaran Dipatiukur Bandung. Seminar bertemakan “Preparing Towards MEA 2015” pada sesi pertama menampilkan tiga pembicara, yaitu Estiarty Haryani, S.Pt, M.T (Direktur Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI), Ina Hagniningtyas Krisnamurthi (Direktur Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI), dan Moh. Arief S. Suditomo, S.H, M.A (Anggota Komisi I DPR RI).

 
“Ada tiga kunci produktivitas yaitu efektif, efisien, dan kualitas. Tenaga kerja Indonesia yang mayoritas masih berpendidikan SD diharapkan mampu meningkatkan produktivitas mereka dengan menerapkan ketiga kunci tersebut dalam pola kehidupan mereka”, ujar Estiarty.

 
Dalam kesempatan yang sama, Ina Hagniningtyas menjelaskan apa dan bagaimana sejarah terbentuknya MEA, dan dia menyarankan kepada masyarakat Indonesia untuk tidak takut menghadapi MEA. Dan untuk menutup sesi pertama seminar, Moh. Arief Suditomo menyampaikan bahwa untuk menyetarakan RI menuju MEA 2015 diperlukan 4 hal, yakni Pengamanan pasar dalam negeri, Penguatan daya saing, Penguatan ekspor, serta Penyelarasan kebijakan di Indonesia.

 
Sesi kedua, seminar mengangkat tema “Working Strategic In MEA 2015”, dengan pembicara Ferdy Novianto, S.E, M.M (Staff Ahli Direktur Pemasaran Pertamina) dan Mochamad Rinal Siswadi, S.H (Direktur Utama PD Pasar Bermartabat).

 
Pada kesempatan ini, Ferdy Novianto memaparkan bagaimana kriteria tenaga kerja yang akan dibutuhkan oleh Pertamina dalam Era MEA nantinya. Ia juga menjelaskan secara singkat bagaimana proses penerimaan tenaga kerja di Pertamina. Sebagai penutup sesi seminar kedua, Mochamad Rinal Siswadi memperkenalkan kepada seluruh peserta apa itu PD Pasar Bermartabat dan bagaimana perusahaan yang mengelola 37 pasar di Bandung tersebut dapat berdiri. Beliau juga menjelaskan bahwa PD Pasar Bermartabat akan tetap berdiri tanpa mendapat pengaruh yang sangat besar dari kehadiran MEA. (Adelina/Shafirapcu)