Hima Jurnalistik Fikom Unpad, Adakan Journight

 

Agenda

Padjadjaran Ramadhan Night Festival 2018

Date: May 24, 2018

Time: 12:00-21:00

Padjadjaran Ramadhan Night Festival
Batalyon UKM Barat Unpad Jatinangor | Kamis, 24 Mei 2018 pkl 12:00 – 21:00

Tausiyah bersama Ust. Nur Ihsan Jundullah
Masjid Raya Unpad | Kamis, 24 Mei 2018 pkl 15:00 – 18:00

Contact Person :
Inayah Zahra Zahirah
WA : 081394592351
Instagram : @prfest18
Line@ : @zgs4110d

Foto Journight 2

JATINANGOR – Sudah sepatutnya sebuah karya diberi apresiasi, begitu pula karya jurnalistik. Hima Jurnalistik (HMJ) Fikom Unpad pun menggelar sebuah acara penghargaan bagi mahasiswanya yang telah menghasilkan berbagai macam karya jurnalistik.

 

Acara yang digelar pada Rabu (30/9) lalu di Ruang Moestopo Kampus Fikom Unpad Jatinangor tersebut dihadiri oleh sekitar seratusan mahasiswa Prodi Ilmu Jurnalistik Fikom Unpad. Tak hanya mahasiswa, para dosen pun turut hadir dalam acara bertajuk ‘Journight 2015’ tersebut.

 

Journight 2015 merupakan program kerja dari Divisi Minat dan Bakat HMJ. Fildzah Amriely, ketua Divisi Minat dan Bakat HMJ, mengungkapkan bahwa acara tersebut sudah dipersiapkan dari awal kepengurusan HMJ 2015.

 

Penghargaan karya jurnalistik dibagi menjadi enam kategori, yaitu foto jurnalistik, feature berita radio, feature berita televisi, feature berita cetak, artikel, dan berita laporan mendalam. Peserta masing-masing kategori dikerucutkan menjadi lima orang nominasi dan pemenangnya diumumkan pada acara tersebut.

 

Fildzah memaparkan bahwa, selain karya-karya jurnalistik, Journight juga diadakan untuk mengapresiasi karya-karya non-jurnalistik para mahasiswa. “Mahasiswa dipersilahkan menampilkan karyanya untuk dinikmati malam ini, termasuk penampilan musik dan pembacaan puisi,” jelasnya.

 

Pemenang kategori artikel, Nisa Dwiresya, mengaku kaget dan senang karyanya diapresiasi. “Nggak nyangka menang di kategori penulisan artikel. Padahal karya teman-teman yang lain bagus-bagus banget,” ungkap Nisa. “Senang sekali apa yang sudah dikerjakan ada wujud apresiasinya.”

 

Pada akhir acaranya, panitia acara telah mendatangkan seorang aktor pantomim profesional bernama Wangi Hoed. Dalam kesempatan tersebut, Wangi menampilkan sebuah pantomim yang mengisahkan filosofi hidup sebuah ayunan. Dengan lihai, Wanggi menari di atas panggung, seolah mengayunkan sepasang tali berkali-kali. Penampilan Wangi ditutup dengan tepuk tangan yang meriah dari para penonton. (Dina Gurning)