Husni Rahman Menguak Dialektika Komunikasi Ibu Bekerja.

 

Doktor-Husni-Ramlan-2-edit

BANDUNG – Salah satu fungsi yang melekat dari keluarga adalah pengasuhan anak, dan hal itu tidak bisa dilepaskan dari sosok dan peran ibu, terutama sejak dalam kandungan dan masa balita. Saat ini, kebanyakan ibu tidak jarang menghabiskan waktu di luar rumah untuk bekerja. Konsekuensi ibu bekerja adalah harus memainkan peran ganda, yaitu sebagai seorang ibu rumah tangga dan juga sebagai pekerja.

Pada sidang promosi doktor di Program Pascasarjana Komunikasi Fikom Unpad beberapa waktu lalu, Husni Rahman berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Dialektika Komunikasi Ibu Bekerja: Antara Pekerjaan dan Pengasuhan Anak Usia Dini” melalui studi fenomenologi terhadap ibu bekerja dengan anak usia 3-5 tahun di Kota Ambon. Husni pun dianugerahi gelar doktor di bidang ilmu komunikasi.

Husni dipromotori oleh Dr. Hj. Jenny Ratna Suminar, M.Si. dengan anggota tim promotor, Dr. Hj. Betty RFS Soemirat, MS (Alm.) dan Prof. Dr. Hj Kusdwiratri Setiono.

Husni menyampaikan bahwa terdapat dua motif ibu bekerja di Ambon, yakni motif masa lalu (dorongan suami, banyak anak, pengalaman kelam masa lalu) dan motif masa depan (ingin mandiri secara ekonomi, ingin membantu keluarga, membantu suami dalam menafkahi keluarga, agar dihargai suami, ingin membanggakan orang tua, senang beraktivitas di luar).

Dialektika ibu bekerja tampak pada motif ibu bekerja, misalnya pilihan antara keinginan mengasuh anak di rumah dengan keterbatasan penghasilan suami sehingga ibu terpaksa meninggalkan rumah untuk bekerja demi masa depan anak-anaknya, di saat bersamaan terkadang ada kekhawatiran anaknya kurang perhatian.

Sebagai saran praktis, Husni menuturkan bahwa peran wanita sebagai ibu rumah tangga haruslah menjadi prioritas, dengan mewujudkan kehadiran, kepedulian, dan kasih sayang terhadap anak, terutama di saat anak masih dalam usia dini yang membutuhkan kehadiran dan bantuan orang tuanya, terutama ibu. (Margaretha Sinaga)