Ibnu Haykal, Si Ganteng Jago Debat Bahasa Inggris.

 
Ibnu Haykal (Foto koleksi pribadi).

Ibnu Haykal (Foto koleksi pribadi).

MAHASISWA Prodi Jurnalistik ini bukan hanya ganteng fisiknya, tetapi juga ganteng prestasinya. Beberapa kali menjuarai debat dalam bahasa Inggris. Tak ada yang tahu, anak muda modis ini sempat menjadi kafilah Unpad ke ajang MTQ Mahasiswa tingkat Nasional di Padang beberapa waktu lalu.

 
Sosok pendiam adalah kesan pertama yang terlihat dari laki-laki berkulit putih ini, Tetapi, setelah berbincang beberapa saat ia tampak menjadi orang yang mudah akrab. Satu persatu pertanyaan ia jawab dengan lugas dan tak lupa dengan senyum. Ibnu Haykal, mahasiswa Departemen Ilmu Jurnalistik Fikom Unpad angkatan 2011. Pria kelahiran Jakarta 6 November 1992 ini pernah mewakili Indonesia dalam AEON Company Japan dan mendapatkan penghargaan sebagai Delegation of Indonesian for Asean Students Environmental Forum pada 2012.

 
Pria yang beberapa kali menjuarai kontes debat Bahasa Inggris ini mengaku selalu menjadi juara kelas, sejak SDN 1 Kedaung hingga SMP Muhammadiyah 22 Pamulang. Ia pun selalu menjadi ketua kelas, hingga akhirnya terpilih sebagai Ketua OSIS di SMP dan SMAN 2 Kota Tanggerang Selatan. Walaupun telah banyak mengantongi penghargaan, pria yang akrab disapa Haykal ini memiliki motto hidup yang rendah hati, yaitu Ancora Imparo yang artinya saya masih belajar. Motto hidup ini terinspirasi dari motto Monash University. Haykal setuju akan hal ini karena baginya, setiap orang harus terus belajar.

 

 

Dengan sebuah piala.(Foto koleksi pribadi).

Dengan sebuah piala.(Foto koleksi pribadi).

Pria yang juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai Delegation of West Java Province for Indonesia Future Leader Summit ini sering mengikuti lomba debat Bahasa Inggris sejak SMP. Baginya dengan sering berkumpul dan berdiskusi dengan berbagai kalangan membuat wawasannya semakin luas.

 
“Di Indonesia ini yang dibutuhkan adalah mutual understanding, jadi kita harus masuk ke dalam suatu kalangan untuk bisa mengerti mereka.” Ujarnya. Banyaknya kontes debat Bahasa Inggris inilah yang membuatnya terinspirasi oleh motto Monash University di Australia yang merupakan pemegang juara bertahan untuk debat Bahasa Inggris di dunia.

 
Haykal juga memiliki alasan yang kuat mengapa ia memilih Prodi Jurnalistik. Baginya dari ketiga jurusan yang ada di Fikom Unpad, jurusan Jurnalistiklah yang paling menantang. “Jurnalistik itu kan peminatnya sedikit. Jadi saya pikir, orang-orang yang memilih Jurnalistik adalah orang-orang yang terpilih. Minimal ia sudah memilih dirinya untuk menetapkan pilihan pada Jurnalistik.”

 

 

Ingin Job training di Bali biar bisa surfing. (Foto koleksi pribadi).

Ingin Job training di Bali biar bisa surfing. (Foto koleksi pribadi).

Hobinya yang gemar jalan-jalan juga menjadi penguat alasan ia memilih Jurnalistik. Saat ini ia sedang berencana untuk job training di Bali. “Iya, saya ingin job training di Bali TV dan Bali Post supaya bisa sekalian les surfing hahaha,” ungkap Haykal sembari tertawa.

 
Haykal yang dulunya bercita-cita menjadi arsitek ini kini telah memiliki cita-cita yang berbeda. Pemegang penghargaan Champion of Unpad MTQ English Debate Competition pada tahun 2011ini memiliki keinginan yang besar. Ia ingin melanjutkan studi di salah satu universitas besar di Amerika. Sebelum akhirnya ia membangun media yang independen. Uniknya, media yang ingin ia bangun ini tidak untuk dimiliki dirinya sendiri. Tetapi ia ingin nantinya publik bisa memiliki saham dari media tersebut. Sehingga media tersebut tidak akan berpihak pada si pemilik uang, namun media tetap berpihak pada rakyat.

 
Berdasar pada motto hidupnya itu, Haykal masih terus mengikuti banyak training, aktivitas, dan organisasi yang mendukung cita-cita sekaligus membuatnya senang. Kegiatan kemahasiswaan yang diikutinya saat ini adalah menjadi anggota Hubungan Masyarakat di Capoeira Luanda Club Unpad. “Kita boleh menghabiskan masa muda dengan bersenang-senang. Asalkan kita tahu bahwa kesenangan ini membawa hasil yang baik untuk kita ke depannya,” tandasnya. (Artista Lushar Nova)